Automotive

Serbuan Merek China Bikin Harga Mobil RI Makin Turun Drastis

Brian Priambudi
Serbuan Merek China Bikin Harga Mobil RI Makin Turun Drastis

Uzone.id - Harga mobil di Indonesia semakin tahun semakin murah, setelah adanya serbuan merek-merek China yang menawarkan produk electric vehicle (EV) dengan harga terjangkau.

Saat ini banyak produsen di Tanah Air yang sedang mencoba menarik perhatian konsumen dengan menjual mobil dengan harga yang semakin terjangkau, bahkan ada yang mendekati ke angka Rp100 jutaan.

Kondisi harga mobil yang terus menurun ternyata berdampak cukup besar bagi industri otomotif, khususnya pada produk yang masih menggunakan mesin bensin.

"Terjadi shifting dari mobil bensin ke mobil listrik," ujar Airlangga hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di pembukaan Rapimnas Kadin dikuti dari Youtube Kadin Indonesia.



Airlangga bercerita pada pameran yang digelar belum lama ini di Tangerang, Banten, banyak kendaraan roda empat yang dijual dengan harga Rp300 jutaan.

"Bahkan ada mobil yang harganya Rp175 juta sampai Rp190 juta. Artinya dengan kehadiran electric vehicle harga mobil tertekan ke bawah," jelasnya.

Airlangga juga mengungkapkan, saat ini masyarakat memiliki minat yang tinggi kepada mobil listrik murah. Sehingga mengubah pola kompetisi di pasar otomotif nasional.

Situasi ini juga membuat produsen mobil di Idnonesia akan menjadi lebih berhati-hati dalam menentukan harga final, bahkan sebisa mungkin membuat banderol harga tetap kompetitif.





"Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Dengan indikator tersebut kita melihat bahwa seluruh risiko ke depan itu sudah price in, baik itu di rupiah di tingkat suku bunga, maupun berbagai faktor lain," ungkapnya.

Kondisi pasar mobil listrik juga terus bertumbuh seiring waktu, tercatat secara nasional di Oktober 2025 ini pertumbuhannya sudah mencapai angka 243 persen. Sedangkan untuk mobil bermesin bensin, pangsa pasarnya relatif stagnan.

Secara pangsa pasar mobil baru di Indonesia di tahun 2025 ini kembali mengalami penurunan, bahkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah melakukan revisi target penjualan.



Pada awal tahun, target pasar mobil di Indonesia ditetapkan oleh Gaikindo antara 850 ribu unit sampai 900 ribu unit, angka ini diambil berdasarkan capaian penjualan mobil baru pada tahun 2024 lalu.

Namun target tersebut direvisi menjadi lebih kecil yang disampaikan oleh Jongkie D Sugiarto selaku Ketua I Gaikindo.

"Proyeksi 2025 di revisi menjadi 780.000 unit," ujar Jongkie singkat saat dihubungi Uzone.id, Selasa (2/12).

Padahal di sisi lain, sejumlah merek-merek baru berdatangan dan insentif masih tetap diguyurkan pemerintah, namun tetap tidak bisa mendongkrak penjualan.