Headline

Serangan ke Iran Ganggu MWC 2026, Ribuan Peserta Terlambat & Batal Datang

Hani Nur Fajrina
Serangan ke Iran Ganggu MWC 2026, Ribuan Peserta Terlambat & Batal Datang

Uzone.id — Panggung teknologi dunia seharusnya kembali menyala di Mobile World Congress (MWC) 2026. Namun jelang pembukaannya, langit justru menjadi penghalang.

Serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran memicu penutupan wilayah udara di Timur Tengah dan dampaknya terasa hingga ke Barcelona, Spanyol, tempat diselenggarakannya acara.

Pada Minggu (1/3), penyelenggara MWC, GSMA, mengonfirmasi kenyataan pahit: puluhan delegasi dari Asia Tenggara, Australia, dan Afrika Selatan membatalkan kehadiran.



Ratusan lainnya masih berpacu dengan waktu, mengatur ulang rute perjalanan.

Menurut perusahaan manajemen perjalanan CWT, sekitar 9.000 dari total 109.000 peserta diperkirakan tiba lebih dari 24 jam dari jadwal semula.

Teknologi mungkin bergerak cepat. Namun kali ini, dunia harus menunggu karena langit sedang tak bersahabat.

Sejak Sabtu (28/2), satu per satu penerbangan mulai 'gugur'. Maskapai besar seperti Qatar Airways, Emirates, dan Etihad Airways membatalkan penerbangan dan mengalihkan rute menyusul penutupan airspace di kawasan Timur Tengah.

Ribuan delegasi MWC terjebak, di darat, di udara, dan dalam ketidakpastian.

Bahkan perjalanan Senior Jurnalis Uzone.id, Trisno Heriyanto, pun bernasib serupa. Penerbangan yang dijadwalkan Sabtu (28/2) harus tertunda dan berujung pembatalan keikutsertaan, setelah sejumlah pesawat memutuskan return to base dan tak dapat melanjutkan perjalanan.



"Kita sudah di Bandara Soekarno Hatta, kemudian semua penerbangan ke Timur Tengah dibatalkan. Bahkan yang sudah terbang pun harus kembali lagi," ujar Trisno.

Diketahui, di tengah ketidakpastian, perusahaan teknologi global mulai menjalankan skenario darurat. Peluncuran produk dialihkan ke format virtual, sementara tim di Spanyol diminta menjaga stan, menunggu delegasi utama tiba.

Selama dua dekade penyelenggaraannya di Barcelona, ajang ini telah menyumbang dampak ekonomi sekitar 7,5 miliar euro (setara Rp149,87 triliun) bagi kota dan wilayah sekitarnya.