Automotive

Satpam DPRD Cirebon yang Motornya Dibakar Saat Demo, Dapat Nmax Baru

Brian Priambudi
Satpam DPRD Cirebon yang Motornya Dibakar Saat Demo, Dapat Nmax Baru

Uzone.id - Satpam DPRD Cirebon menjadi korban karena motornya dibakar saat terjadi demo. Namun nasib baik masih di pihaknya, karena mendapatkan ganti sebuah Yamaha Nmax baru.

Satpam DPRD Cirebon yang motornya terbakar diketahui bernama Imron. Motor miliknya yang terbakar adalah sebuah Honda Vario 125.

Honda Vario 125 milik Imron habis terbakar saat massa merangsek masuk dan membakar fasilitas gedung DPRD hingga tak tersisa, bahkan peleknya disebut turut diambil.

Kejadian yang menimpa Imron ini pun sempat terekam kamera netizen dan ramai di sosial media.

Imron sendiri sudah delapan tahun bekerja sebagai satpam di DPRD Cidebon, saat momen ini terjadi dirinya tak kuasa menahan tangis.



Bagi Imron, Honda Vario 150 itu bukan sekedar kendaraan biasa, dirinya harus bekerja keras dan menabung untuk mendapatkan motor tersebut.

Seorang YouTuber bernama Willie Salim mengetahui kejadian yang menimpa Imron dan mencoba untuk memberikan bantuan.

"Tadi saya lihat videonya bapak nangis. Saya beliin motor baru mau pak? Bapak jangan nangis," ujar Willie dikutip dari Tiktok @williesalim.



Willie pun menepati janjinya datang langsung ke Cirebon mengunjungi rumah Imron. Di rumah Imron, Willie memberikan bantuan sebesar Rp50 juta.

Uang tersebut diberikan untuk Imron membeli motor baru dan ditabung. Setelahnya Willie mengajak Imron ke dealer Yamaha untuk membeli motor baru.

Sesampainya di dealer, Imron ditawarkan sejumlah motor baru seperti Yamaha Mio M3, Lexi LX 155, hingga Aerox Alpha. Namun seperti mewujudkan impian, Imron akhirnya memilih Yamaha Nmax Neo untuk dibawa pulang.



"Saya sih pengennya Nmax, mohon maaf kalau saya lancang. Cita-cita pengen punya ini, pengennya memang ini tapi uangnya belum ada," sebut Imron.

Perlu diketahui, aksi demo di Cirebon berlangsung damai yang dimulai dari depan Polresta Cirebon. Namun situasi berubah menjadi ricuh saat massa bergerak menuju Gedung DPRD.

Di depan Gedung DPRD, massa melemparkan batu hingga akhirnya merusak sejumlah fasilitas seperti membakar dua pos satpam yang menjadi tempat kerja Imron.

Massa pun berhasil masuk yang berujung membakar ruang sidang utama, menjarah inventaris kantor hingga pagar di kawasan Alun-alun Pataraksa.