Telco

Satelit Nusantara Lima Mengorbit Demi Internet Merata se-Indonesia

Muhammad Faisal Hadi Putra
Satelit Nusantara Lima Mengorbit Demi Internet Merata se-Indonesia

Uzone.id - Setelah tertunda beberapa kali, akhirnya Satelit Nusantara Lima sukses meluncur ke orbit dari landasan Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, pada Kamis (11/9) waktu setempat, dengan menunggangi roket Falcon 9 milik SpaceX.

Peluncuran ini bukan sekadar menambah jumlah satelit milik Indonesia, tetapi menjadi langkah strategis untuk mengakhiri kesenjangan digital yang selama ini masih terasa, terutama di wilayah timur. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa proyek ini sepenuhnya didedikasikan untuk rakyat. 

"Satelit Nusantara Lima adalah jembatan yang menghubungkan Indonesia tanpa batas," ujar Meutya dalam keterangan resminya.

"Anak-anak di Maluku dan Papua akan punya akses belajar yang sama dengan anak-anak di Jakarta. Pasien di pulau kecil bisa konsultasi dengan dokter terbaik, dan UMKM kita bisa bersaing di dunia digital. Inilah makna pemerataan digital yang sesungguhnya," lanjutnya.



Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps, Nusantara Lima kini menyandang predikat sebagai satelit komunikasi terbesar di Asia Tenggara. Satelit ini akan menempati posisi premium di slot orbit 113° Bujur Timur, sebuah golden spot yang cakupannya ideal untuk menyelimuti seluruh kepulauan Indonesia.



Penempatan strategis ini akan secara signifikan meningkatkan kualitas layanan internet di daerah-daerah yang selama ini sulit dijangkau sinyal terestrial. Kehadirannya diharapkan menjadi solusi nyata untuk pendidikan jarak jauh, layanan kesehatan digital (telemedis), hingga membuka akses pasar lebih luas bagi UMKM berbasis daring.

Langkah ini juga sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya kemandirian dan kedaulatan teknologi nasional.



Proyek Satelit Nusantara Lima (N5) dimiliki oleh PT. Satelit Nusantara Lima (SNL), anak usaha dari PT. Pasifik Satelit Nusantara (PSN), yang berkolaborasi dengan Boeing Satellite Systems, Hughes Network Systems, dan SpaceX. Pemerintah, melalui Komdigi, berperan penting dalam mengamankan registrasi orbit dan memastikan kedaulatan negara tetap terjaga dalam pengelolaannya.

Peluncuran N5 melanjutkan jejak satelit Indonesia lainnya, mulai dari Palapa A1 pada 1976, Nusantara Satu (2019), hingga SATRIA-1 (2023). Dengan beroperasinya N5, Indonesia tidak hanya memperkuat infrastruktur digital dalam negeri, tetapi juga memperkokoh posisi bangsa sebagai pusat konektivitas digital di kawasan Asia Pasifik.