Digilife

Robot Humanoid Hyundai ‘Atlas’ Unjuk Selebrasi di Piala Dunia 2026

Vina Insyani
Robot Humanoid Hyundai ‘Atlas’ Unjuk Selebrasi di Piala Dunia 2026

Uzone.id — Ada yang unik saat laga Piala Dunia 2026 antara Brasil melawan Norwegia berlangsung. Sebuah robot humanoid bernama Atlas mencuri perhatian penonton setelah aksinya memainkan bola dalam berbagai gerakan.

Robot humanoid setinggi 6 kaki ini menjadi ‘bintang tamu’ saat jeda babak kedua dalam pertandingan yang berlangsung pada Senin dini hari, (06/07) waktu setempat. 

Dibuat oleh Boston Dynamics, penampilan perdananya di hadapan 80.000 penonton di stadion dan pendukung boleh di seluruh dunia ini berhasil memukau para penggemar di kala jeda babak kedua.





Dengan gagah, robot yang ternyata milik Hyundai ini berjalan di tepi lapangan sambil membawa bola. Dalam aksi perdananya ini, Atlas berhasil melakukan beberapa gerakan termasuk menirukan selebrasi gol ala Harry Kane, Erling Haaland, Matheus Cunha, dan Son Heung-min yang disambut dengan sorakan dari seluruh penghujung stadion.

 

Foto: menirukan selebrasi Erling Haaland
Foto: menirukan selebrasi Erling Haaland

               
Foto: menirukan selebrasi Son Heung Min
Foto: menirukan selebrasi Son Heung Min


Setelah atraksinya selesai, Atlas kemudian berbalik menghadap wasit dan menyerahkan bola pertandingan sebagai tanda bahwa pertandingan akan segera berlangsung.

Robot ini berhasil menjalankan misinya untuk menyerahkan bola dengan gerakan dan langkah yang presisi–tanpa hambatan berarti.






Gerakannya ini membuktikan kesempurnaan dalam robot humanoid ini dengan menampilkan kemampuan untuk melakukan gerakan-gerakan kompleks yang stabil, bahkan di lingkungan stadion terbuka yang penuh dengan variabel.

Kehadiran Atlas sebagai bintang tamu dalam pertandingan ini menjadi salah satu misi Hyundai Moto Group untuk menegaskan kalau mereka sudah semakin ebrkembang dalam industri robotika.

Gak tanggung-tanggung, kemampuan Atlas ini dalam memberikan gerakan presisi merupakan hasil dari pengembangan Boston Dynamics (yang kini sudah resmi di bawah naungan Hyundai) yang memakan waktu hingga lima tahun.

Mereka menggunakan teknologi software tingkat tinggi yang diterapkan secara intensif dalam mewujudkan pertunjukan ini. 






Salah satunya adalah teknologi retargeting yang yang merekonstruksi gerakan manusia agar sesuai dengan struktur robot, serta penguatan melalui ribuan simulasi agar gerakan-gerakan tampak alami melalui sistem kendali di mana seluruh sendi robot bisa bereaksi secara organik.

Hyundai menyebut bahwa gerakan yang natural ini sangat signifikan karena bisa dikembangkan dan bisa diterapkan di bidang industri nyata, bukan sekadar gerakan untuk acara sederhana saja.

“Penampilan ini merupakan upaya dalam menunjukkan bahwa masa depan telah dimulai dalam realitas ini, bukan sekedar imajinasi saja,” kata Wakil Presiden Jee Sung-won dari Divisi Pemasaran Merek di Hyundai Motor Company.

Ia menambahkan bahwa Atlas ini dikenalkan sebagai mitra yang nantinya bisa mendukung kemajuan manusia dengan mengintegrasikan teknologi yang berpusat pada manusia ke dalam kehidupan sehari-hari.