Automotive

Risiko yang Harus Dihadapi Pengendara Motor Saat Melibas Banjir

Brian Priambudi
Risiko yang Harus Dihadapi Pengendara Motor Saat Melibas Banjir

Uzone.id - Hujan yang mengguyur Jakarta dan berbagai daerah lainnya di Indonesia beberapa hari ini membuat sejumlah ruas jalan terendam air. Nah bagi pengendara motor, tentu ada risiko yang harus dihadapi saat melibas banjir.

Nah sebelum melibas banjir, pemahaman mengenai risiko ini tentunya harus diketahui oleh pengendara motor. Jangan sampai kondisi kuda besi yang kurang sehat justru dipaksakan hingga berakibat mogok.

Kalau sudah mogok, tentu ada ongkos yang harus dikeluarkan oleh pemilik motor untuk memperbaiki kerusakan. Kira-kira apa saja risikonya?





Pastikan Komponen Aman

Berdasarkan tips dari situs Wahana Honda, saat melibas banjir tentu ada air yang akan masuk ke sela-sela atau rongga motor. Padahal air adalah musuh terbesar sistem kelistrikan, di mana memungkinkan adanya terminal yang longgar atau berkarat yang bisa membuat motor tiba-tiba mati di jalan.

Oleh karenanya, pastikan aki dalam keadaan sehat dan posisinya rapat serta kering agar air tidak bisa masuk hingga membuat korslet. Pemilik motor juga bisa mengoleskan grease di terminal agar tidak menjadi berkarat.

Kalau motor sudah terkena hujan dan terjang banjir, sempatkan untuk emngeringkan bagian bawah jok dan aki agar air tidak lama mengendap di komponen kelistrikan.

Selain kelistrikan yang aman, ban juga menjadi faktor penting saat motor dipakai melibas banjir. Karena kondisi ban yang aus baik di jalan yang basah ataupun banjir bisa berakibat fatal.

Oleh karenanya, sebelum memutuskan untuk melibas hujan atau banjir pastikan alur ban masih dalam. Kalau sudah botak urungkan niat untuk berkendara di jalan yang licin agar tidak jatuh.

Tekanan ban juga diusahakan tepat, tidak terlalu tinggi dan tidak kempes agar cengkraman dengan aspal tidak berkurang.

Selain itu, setelah menerjang banjir, usahakan untuk membersihkan lumpur di sela-sela alur ban agar cengkraman yang lebih maksimal dan menghindari terjadinya insiden setelahnya.




Mesin Kemasukan Air

Dimulai dari saluran udara dulu, kalau komponen ini yang dilengkapi oleh filter udara dan throttle body sampai kemasukan air bisa membuat motor mengalami hydrolock alias ruang bakar menjadi basah bahkan watter hammer.

Sehingga sebelum menerjang banjir, cari tahu dulu dimana posisi filter udara motor. Jika posisinya rendah, jangan nekat untuk menerobos banjir yang tinggi.

Setelah menerjang banjir pun, komponen filter udara juga wajib dicek. Apakah basah atau lembab karena terkena air banjir? Jika benar, maka perlu dikeringkan atau ganti dengan yang baru sekalian.

Nah air masuk ke mesin itu bukan cuma lewat filter udara, bisa saja masuk lewat celah-celah mesin yang akhirnya bercampur dengan oli.

Untuk mengetahuinya bisa cek oli yang tersimpan di dalam mesin, jika warnanha menjadi putih seperti susu maka sudah dipastikan air masuk ke dalamnya.

Jika hal ini sudah terjadi segera ganti oli sebanyak 2 sampai 3 kali hingga tidak ada lagi warna putihnya. Karena kalau dibiarkan terjadi, motor bisa rusak secara permanen.


Pengendara Harus Cerdas

Selain risiko pada motor, pengendara juga harus memahami risiko pada diri sendiri sebelum melibas hujan deras atau banjir.

Yang pertama harus dimiliki adalah jas hujan, apparel yang satu ini penting untuk dimiliki dengan model yang tepat yakni bukan berbentuk ponco melainkan two-piece celana dan baju.

Selain jas hujan, ada juga yang harus tetap digunakan yakni sepatu yang tahan air dan sarung tangan sebagai penyelamat jika jatuh saat berkendara.

Bawa juga beberapa perlengkapan lain seperti lap kering untuk membersihkan bagian penting motor setelah melibas genangan banjir.

Sebisa mungkin memiliki kontak bengkel atau towing langganan agar siap siaga saat motor mengalami kendala usai menerjang banjir.