Ribuan CCTV dan Puluhan Sensor Pintar Amankan Whoosh Saat Mudik
Uzone.id - Menjelang momen Angkutan Lebaran 1447 H, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) memastikan operasional kereta cepat Whoosh tetap berjalan aman dan terkendali. Hal ini didukung oleh penerapan sistem keselamatan berlapis yang mengintegrasikan sarana, prasarana, hingga pusat kendali operasi secara real-time.
General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menegaskan bahwa kesiapan operasional mudik kali ini tidak sekadar berfokus pada layanan penumpang. Keandalan sistem pengawasan dan pengendalian operasional yang bekerja nonstop 24 jam menjadi prioritas utama perusahaan.
"Whoosh dirancang dengan sistem keselamatan berlapis yang terintegrasi antara kereta, jalur, dan pusat kendali. Pada periode angkutan lebaran, seluruh sistem yang sudah berfungsi baik sejak awal pengoperasian tersebut dipastikan bekerja optimal dengan pengawasan intensif selama 24 jam," ujar Eva, dalam keterangan resminya.
Dari segi pengawasan infrastruktur, ekosistem Whoosh dikawal ketat oleh 1.846 unit CCTV. Ribuan kamera ini tersebar di sepanjang jalur utama, terowongan, stasiun, depo, gardu traksi, hingga di dalam rangkaian kereta (EMU).
Seluruh perangkat tersebut terhubung langsung ke Operation Control Center (OCC), sehingga petugas dapat memantau kondisi operasional dan lingkungan sekitar jalur secara visual kapan saja.
Pengawasan Whoosh tidak berhenti pada pengawasan secara visual. Jalur lintasan kereta cepat ini juga dilengkapi dengan sistem peringatan dini berbasis sensor.
KCIC menanamkan 17 sensor kecepatan angin, 8 sensor curah hujan, 6 sensor deteksi benda asing, serta 7 perangkat Earthquake Early Warning Monitoring System (EEWMS) khusus untuk mendeteksi gempa bumi.
Sistem sensor pintar tersebut bekerja secara real-time dan terintegrasi langsung dengan pusat kendali. Melalui Railway Disaster Monitoring System (RDMS), parameter cuaca seperti curah hujan dan kecepatan angin dipantau terus-menerus.
Bila saja indikator alam tersebut melampaui ambang batas aman, sistem akan otomatis membatasi kecepatan kereta atau bahkan menghentikan perjalanan sepenuhnya.
Begitu pula dengan cara kerja EEWMS. Saat perangkat ini mendeteksi adanya gempa bumi, sistem pengereman darurat dan sinyal merah pada sistem persinyalan akan aktif secara otomatis guna mencegah risiko kecelakaan.
Pergerakan Whoosh diatur sistem komputasi terintegrasi
Bicara soal sisi pengendalian perjalanan, pergerakan Whoosh diatur melalui sistem komputasi terintegrasi kelas atas. Teknologi pengontrol ini mencakup CTCS-3/GSMR, Centralized Traffic Control (CTC), Transportation Dispatching Management System (TDMS), Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA), hingga sistem interlocking.
Rangkaian sistem ini memungkinkan pengaturan jarak aman antarkereta, kontrol kecepatan adaptif, serta manajemen rute dan kelistrikan traksi secara presisi dari jarak jauh.
KCIC juga rutin mengerahkan Comprehensive Inspection Train (CIT). Kereta inspeksi ini bertugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap jalur dan infrastruktur pendukung.
Perjalanan konfirmasi juga selalu dilakukan sebelum jadwal operasional harian dimulai, sehingga potensi gangguan dapat dideteksi dan ditangani sedini mungkin.
“Dengan sistem keselamatan berlapis, dukungan sensor terintegrasi, dan pengendalian operasional yang bekerja selama 24 jam, Whoosh siap melayani masyarakat selama Angkutan Lebaran dengan aman, andal, dan terkendali,” pungkas Eva.