Review Vivo X Fold5: Kameranya Dewa, Tapi Chipsetnya...
Uzone.id - Setelah sepekan menjadikan Vivo X Fold5 sebagai daily driver, ada satu pertanyaan besar yang muncul, “apakah smartphone lipat ini layak dibanderol nyaris Rp25 juta?”
Vivo X Fold5 meluncur akhir Agustus lalu, datang dengan segudang janji di atas kertas, mulai dari desain yang lebih ramping hingga performa kelas atas. Dalam review Vivo X Fold5 kali ini, kami akan bagikan pengalaman menggunakan smartphone lipat ini, termasuk membahas apa saja kelebihan dan kekurangannya.
Tipisnya bikin lupa kalau ini ponsel lipat
Pertama kali menggenggamnya, langsung kerasa salah satu kelebihan utama Vivo X Fold5, yakni betapa tipisnya smartphone layar lipat ini. Ketebalannya hanya 4,3 mm saat dibuka dan 9,3 mm saat ponsel ini dilipat.
Mari bandingkan dengan Vivo X Fold3 Pro, maka ponsel ini 0,9 mm lebih tipis saat dibuka dan 2 mm ketika dilipat. Bobotnya pun cuma 217 gram, beda 19 gram dengan Vivo X Fold3 Pro.
Meski, dimensinya belum bisa mengalahkan duet smartphone lipat tertipis saat ini, yakni Samsung Galaxy Z Fold7 dan Oppo Find N5. Tapi perlu diingat, ini adalah smartphone dengan dua layar, yang bahkan lebih ringan dan tipis (saat dibuka) dari Samsung Galaxy S25 Ultra (8,2 mm dan 218 gram) dan iPhone 16 Pro Max (8,3 mm dan 227 gram).
Berkat desainnya, nyaman juga menggenggam Vivo X Fold5. Mengoperasikannya dengan satu tangan pun selayaknya menggunakan smartphone mainstream dengan satu layar.
Soal desain, memang subjektif, tapi kami suka dengan tampang dari Vivo X Fold5. Elegan, dan enak dipandang saja unit warna putih yang kami review ini. Detail-detail kecil seperti engsel dan cincin kamera yang dibuat senada dengan warna bodi, serta logo ‘Zeiss’ di tengah-tengah layar, menambah kesan premium pada Vivo X Fold5 yang kami review.
Kurangnya, finishing bodi Vivo X Fold5 yang dibuat agak licin. Kami sarankan gunakan casing bawaan dari ponsel ini yang punya tekstur kulit vegan. Selain kelihatan mahal, permukaan yang kesat membuatnya lebih pas dalam genggaman.
Ringkih gak sih?
Lantaran dibuat tipis, apakah ponsel ini ringkih? Belum tentu. Sebab, salah satu upgrade signifikan dari X Fold3 Pro adalah ketahanan bodinya.
Bayangkan, Vivo X Fold5 sudah mengantongi sertifikasi IP58/IP59, yang berarti ponsel ini tahan terhadap debu dan sanggup bertahan di dalam air tawar hingga kedalaman 3 meter selama 30 menit.
Selain itu, Vivo juga menggunakan material aluminium pada rangka utamanya, sementara layar bagian depan dilindungi Armor Glass generasi kedua yang lebih tahan gores. Layar bagian dalam yang begitu tipis, mendapatkan lapisan yang diklaim 30 persen lebih tahan tusukan dibanding generasi sebelumnya.
Di bagian engsel pun, melipat atau membuka Vivo X Fold5 terasa kokoh. Engselnya gak goyang, berasa solidnya. Engsel ini juga dapat bertahan di berbagai sudut, mirip seperti Samsung Galaxy Z Fold7. Paling enak adalah saat menutup ponsel ini yang memberikan suara ‘klek’ yang lembut.
Soal pertombolan, Vivo memberikan tombol Power sekaligus sensor sidik jari di sisi kanan, lengkap dengan tombol Volume. Di sisi yang sama (namun di bagian atas—di sisi kiri kalau ponsel dibuka), ada tombol untuk beralih ke mode getar atau dering, atau menyalakan senter.
Di bagian bawah ada port USB-C dan slot kartu SIM, sementara di masing-masing sisi atas-bawah ada lubang speaker.
Layar lebar, resolusinya tinggi
Beralih ke layar, Vivo X Fold5 bawa panel LTPO AMOLED di bagian luar seluas 6,53 inci dengan resolusi 1.172 x 2.748 piksel, dengan dukungan HDR10+, dan Dolby Vision. Tingkat kecerahannya tembus 5.500 nits pada peak mode.
Plus-nya, layar ini punya rasio 21:9 yang mirip smartphone mainstream. Dan berkat panel LTPO yang digunakannya, maka refresh rate layar ini lebih dinamis dari X Fold3 Pro, berada di rentang 1-120Hz.
Di bagian dalam, panel serupa digunakan Vivo. Luasnya masih sama seperti X Fold3 Pro, yakni 8,03 inci dengan resolusi 2.200 x 2.480 piksel. Layar ini sudah dukung HDR10+ dan Dolby Vision juga, meski tingkat kecerahannya hanya 4.500 nits pada peak mode.
Kelebihannya, saat membuka ponsel ini, bekas lipatan di tengah-tengah layar terlihat lebih landai dari sebelumnya. Namun, dibandingkan Oppo Find N5 dan Samsung Galaxy Z Fold7 yang sebelumnya kami coba, bekas lipatannya masih lebih kelihatan.
Funtouch OS 15 dengan AI produktif
Vivo X Fold5 berjalan di sistem operasi Funtouch OS 15 berbasis Android 15, yang untungnya mendapatkan jaminan update OS hingga empat tahun ke depan.
Kalau seringnya pakai layar bagian luar alias cover screen, maka pengalaman OS ini akan sangat familiar dengan Vivo X Series lainnya. Antarmukanya mulus, intuitif, dan yang terpenting, tidak ada iklan.
Pilihan fitur berbasis AI-nya pun lengkap. Salah satu fitur yang sering kami pakai adalah Transcribe di aplikasi Recorder. Rekaman suara bakal secara otomatis di-transcript dengan hasil yang lumayan akurat—terkadang perlu pengecekan lebih lanjut, dan AI juga bisa merangkumnya.
Ada juga AI Creation yang bisa kalian manfaatkan di aplikasi Notes. Ada Smart Layout, yang akan merivisi tulisan kalian menjadi lebih terstruktur. AI Creation juga memungkinkan kalian membuat to-do hanya dari catatan. Selain itu, ada fungsi rangkuman dan terjemahan di fitur ini.
Khusus Vivo X Fold5, terdapat fitur khusus untuk memaksimalkan layar besarnya di bagian dalam. Seperti Flex Mode, memungkinkan layar terbagi dua saat ponsel ditekuk. Satu bagian untuk menampilkan konten, dan satu lagi untuk kontrol, mirip seperti laptop mini.
Ada Smart Screen Shift yang secara otomatis menyalakan cover screen saat ponsel diletakkan pada posisi tent mode. Berguna banget buat nonton film di layar bagian luar, tanpa memerlukan tatakan untuk menahan smartphone.
Lalu, Fold the Screen, dimana kalian dapat mengatur apakah layar utama akan mati atau tetap menyala saat ponsel ditutup. Kemudian Task Bar yang memberikan keleluasaan untuk mengatur tampilan taskbar di bagian bawah.
Serta, Origin Workbench yang pada dasarnya menampilkan beberapa aplikasi yang berjalan sekaligus dalam satu layar. Aplikasi utama yang sedang digunakan ditampilkan pada desktop lebih besar, sementara lainnya ditampilkan pada jendela lebih kecil.
Duh! masih Snapdragon 8 Gen 3
Yang agak bikin ganjel, sebenarnya di sektor dapur pacu. Vivo masih gunakan prosesor yang sama dengan X Fold3 Pro, yakni Snapdragon 8 Gen 3. Dibandingkan dengan Oppo Find N5 atau Samsung Galaxy Z Fold7, jelas ketinggalan.
Memang sih, harus diakui juga, performa Snapdragon 8 Gen 3 untuk sekarang, masih ngangkat banget untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna, dari gaming maupun multitasking berat.
Bagaimanapun, Snapdragon 8 Gen 3 masih tergolong chipset flagship yang dibuat dengan fabrikasi 4nm. System on chip (SoC) ini memiliki konfigurasi CPU 8-core yang terdiri dari 1-core Cortex X4 untuk prime-core dengan kecepatan 3,3 GHz, 3-core Cortex A720 dengan kecepatan 3,2 GHz dan 2-core Cortex A720 pada kecepatan 3 GHz sebagai performance-core, dan 2-core Cortex A520 pada kecepatan 2,3 GHz untuk efficiency-core.
Sementara untuk urusan grafis, tersemat GPU Adreno 750. Vivo sendiri memadukan chipset ini dengan RAM 16 GB dan ruang penyimpanan UFS 4.1 sebesar 512 GB.
Seberapa kencang sih performanya? Kami sudah melakukan tes dengan beberapa aplikasi benchmark, berikut hasilnya:
- AnTuTu v11: 2.258.182 poin
- PCMark: 13.845 poin
- Geekbench 6 CPU: 2.148 poin (single-core) dan 6.317 poin (multi-core)
- Geekbench 6 GPU: 14.512 poin
- 3DMark Wild Life Stress Test: 10.901 poin (best loop), 7.355 poin (lowest loop), stability: 67,5 persen
SKor AnTuTu-nya yang mencapai lebih dari 2 juta poin, menegaskan kalau Snapdragon 8 Gen 3 masih ngegas, walau secara skor masih tertinggal jauh dari ponsel bertenaga Snapdragon 8 Elite yang mencapai rata-rata 3 juta poin.
Dari pengujian di Geekbench 6 pun, skornya terbilang tinggi. Skor single-core di angka 2.148 poin dan multi-core di 6.317 poin, menunjukkan bahwa tugas-tugas berat sesaat maupun responsivitas harian, Vivo X Fold5 sanggup memberikan performa mentah yang luar biasa.
Demikian juga untuk penggunaan sehari-hari. Skor PCMark yang mencapai 13.845 poin membuktikan bahwa ponsel ini memang ideal untuk kegiatan multitasking, dari browsing, edit video ringan, dan lainnya.
Namun, hasil agak berbeda terlihat saat kami tes di 3DMark Wild Life Stress Test. Vivo X Fold5 menunjukkan adanya throttling atau penurunan performa saat dipaksa bekerja keras dalam waktu yang lama. Dengan tingkat stabilitas 67,5 persen, penurunan kinerja grafisnya terjadi pada looping ke8 hingga 10, dimana sistem menstabilkan kemampuannya di sekitar 68 persen dari kekuatan maksimalnya.
Sebenarnya, ini masih di taraf wajar. Alasannya tentu saja, menjaga suhu perangkat agar tidak overheat. Dari pengujian, suhunya mencapai 43 derajat Celcius, dengan rentang frame rate pada 30-82 FPS.
Bicara soal baterai, Vivo X Fold5 ditopang oleh baterai 6.000 mAh yang super tahan lama. Bayangkan, diuji dengan PCMark Work 3.0, baterainya bisa bertahan memutar berbagai simulasi harian hingga 19 jam 55 menit, itupun dengan baterai tersisa 17 persen.
Berbekal fast charging 80W (meski adaptor charger bawaan 90W), ngecas baterai sebesar ini cukup 37 menit saja.
Kamera Zeiss jempolan
Soal kamera, ini memang jadi salah satu kelebihan utama Vivo X Fold5. Dan memang, sekarang eranya smartphone lipat dengan kemampuan kamera yang mumpuni, gak kalah dengan smartphone 'satu layar' kelas flagship.
Sebagai kamera utamanya, Vivo menyematkan sensor 50 MP Sony IMX921. Meskipun sensor ini sedikit lebih kecil dari yang ada di X Fold3 Pro, lensanya kini hadir dengan bukaan f/1.57 yang lebih terang.
Kamera ini ditemani oleh lensa ultrawide 50 MP yang menggunakan sensor Samsung JN1—sama seperti tahun lalu—yang juga andal untuk foto makro berkat fitur autofokusnya. Sementara untuk kebutuhan selfie, tersedia dua kamera depan 20MP, masing-masing di layar luar dan layar dalam.
Peningkatan paling signifikan pada kameranya ada pada lensa telephoto. Vivo mengganti sensor 64 MP OmniVision dengan sensor 50 MP Sony IMX882 yang lebih bagus. Sensor baru ini punya piksel individu yang lebih besar dan lensa f/2.55 yang lebih terang. Teorinya, kombinasi ini mampu menangkap cahaya sekitar 33 persen lebih banyak dari pendahulunya.
Sistem autofokusnya juga jauh lebih canggih, bahkan memungkinkan kami mengambil foto makro dari jarak yang sangat dekat. Ada mode Super Macro yang membuat kami dapat mengabadikan momen hingga perbesaran 20 kali (optimal di 10 kali).
Dan kenikmatan motret pakai ponsel lipat adalah, kami bisa selfie menggunakan kamera belakang, sambil melihat pratinjaunya di layar depan.
Bagaimana hasilnya?
Kamera utama Vivo X Fold5 hasilkan foto yang konsisten. Pada kondisi cahaya yang pas di luar ruangan, kamera ini mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Dynamic range-nya luas, serta mampu mempertahankan detail di area bayangan tanpa membuat langit biru menjadi overexposed. Detail yang ditangkap juga sangat tajam, dan reproduksi warnanya pun matang serta natural. khas Zeiss.
Hasil yang sama bagusnya juga bisa kami dapatkan saat memotret di dalam ruangan dengan kondisi cahaya yang agak temaram. Seperti makanan dan objek biji kopi misalnya, hasilnya tetap impresif.
Detail dan tekstur pada makanan tetap terjaga dengan baik, begitu pula saat menangkap tekstur biji-bijian dan material tembaga dengan tajam. Warnanya pun lebih artistik dan tetap terlihat seperti aslinya.
Sementara untuk kamera ultrawide, kualitasnya juga patut diacungi jempol, lagi-lagi, terutama soal konsistensi warnanya. Karakter warna yang dihasilkannya punya kualitas yang sama bagusnya dengan kamera utama, begitu juga dengan kemampuan HDR-nya yang bisa diandalkan.
Distorsi pada gambar dari yang seringkali terjadi pada saat mengambil dengan kamera ultrawide, tidak terjadi pada Vivo X Fold5. Garis-garis lurus pada bangunan dan interior tetap terlihat lurus, tidak melengkung berlebihan.
Namun, kamera ini sedikit agak kewalahan saat memotret di skenario yang menantang. seperti dalam ruangan dengan paparan lampu ekstrem seperti arena bermain. Detailnya sedikit soft dan noise juga terlihat. Tapi, warna-warna neon yang vibrant tetap berhasil ditangkap dengan apik, ya sedikit edit saja harusnya bikin fotonya lebih bagus.
Gak kalah ciamik adalah mode Portrait. Mengandalkan lensa telephoto-nya, hasil fotonya memberikan foto yang natural dengan efek bokeh seperti diambil menggunakan kamera profesional. Kerapian separasi antara subjek dan latar belakangnya impresif, bahkan sesulit helaian rambut pun, bisa dipisahkan oleh AI dari Vivo X Fold5.
Kualitas yang sama juga berlaku saat subjeknya bergerak dengan cahaya yang juga temaram. Hasil fotonya tetap dibuat dramatis, detailnya terjaga, warna kulitnya akurat, dan separasi bokeh-nya juga terlihat indah.
Kami sempat mention mode Super Macro, dan ini jadi salah satu fitur yang menarik buat dikulik. Dengan mode ini, detail-detail kecil seperti tekstur metal dan komponen sirkuit pada smart ring, helai benang dan anyaman kain pada tas, semuanya terlihat dengan ketajaman detail yang luar biasa.
Untuk perekaman video, Vivo X Fold5 mampu merekam video 4K pada 60 FPS pada seluruh kamera belakangnya. Malah untuk kamera utama, dimungkinkan untuk merekam video 8K pada 30 FPS.
Kesimpulan
Setelah sepakan penuh menggunakannya sebagai daily driver, Vivo X Fold5 boleh disebut sebagai smartphone lipat yang nyaris tanpa cela.
Desainnya tipis dan ringan, punya ketahanan bodi IP58/IP59 yang tergolong masih jarang di kelasnya, serta layar yang memanjakan mata sepanjang menggunakannya. Kelebihan utama Vivo X Fold5 yang sesungguhnya, menurut kami adalah sistem kamera Zeiss yang serbaguna, menciptakan gambar dengan kualitas warna yang natural dan konsisten.
Kemampuan baterainya pun impresif, bisa bertahan nyaris 20 jam, luar biasa awet. Plus, dengan pengisian daya super cepat yang tak menghabiskan waktu lebih lama untuk sekadar mengisi baterainya sampai penuh.
Mungkin, satu-satunya kompromi dari Vivo X Fold5 adalah penggunaan prosesor Snapdragon 8 Gen 3. Cepat sih, namun ini satu generasi di belakang para pesaingnya, seperti Oppo Find N5 dan Samsung Galaxy Z Fold7.
Meskipun dalam penggunaan nyata performanya masih sangat bertenaga untuk segala kebutuhan, ini adalah catatan penting untuk ponsel seharga Rp25 juta.
Jadi, apakah layak? Jika kalian mencari pengalaman ponsel lipat premium dengan fokus utama pada keunggulan desain, durabilitas, daya tahan baterai seharian penuh, dan terutama kemampuan kamera yang paling fleksibel dan berkualitas tinggi, maka Vivo X Fold5 adalah jawaban yang sangat sulit untuk ditolak.



