Gadget

Review Redmi Pad 2 Pro: Layar & Baterai Pro, Iklannya Ganggu

Muhammad Faisal Hadi Putra
Review Redmi Pad 2 Pro: Layar & Baterai Pro, Iklannya Ganggu

Uzone.id - Setelah Redmi Pad 2, varian Pro pun diluncurkan Xiaomi ke Indonesia. Menyandang nama ‘Pro’, tentu saja bukan cuma harga yang jadi pembeda Redmi Pad Pro dengan varian regularnya, tapi juga spesifikasi yang jauh lebih mumpuni. 

Tablet terbaru Xiaomi ini dijual dengan harga Rp4,4 jutaan. Ada beberapa kelebihan yang diusungnya, mulai dari layar besar, baterai berkapasitas jumbo, kemudahan Xiaomi Interconnectivity, hingga kebolehan fitur HyperAI. 

Kami sudah menggunakan tablet ini selama seminggu, sekalian coba-coba menggantikan laptop dengan Redmi Pad 2 Pro untuk bekerja. Begini kesan-kesan kami selama menggunakannya, dalam review Redmi Pad 2 Pro.


Bodinya solid, warnanya ‘netral’


Sejujurnya, tak ada yang spesial dari desain Redmi Pad 2 Pro, ya seperti tablet pada umumnya saja. Bodinya mengotak, tepiannya dibikin datar dan menyiku, namun tetap terasa solid berkat penggunaan bodi metal dengan desain unibody

Ada tiga varian warna yang melapisi bodinya, Silver, Graphite Gray, dan Lavender Purple, warna dari unit Redmi Pad 2 Pro yang kami review. 

Kelirnya boleh beda-beda, tapi ada dua kesamaan dari warna-warni ini, yakni dibuat dengan tekstur yang halus dan tidak mudah kotor karena sidik jari, dan semua warnanya dibikin soft—tidak terlalu pekat. Seperti Lavender Purple ini, ungunya terlihat tipis.

Bahas bagian depan, Redmi Pad 2 Pro usung layar IPS LCD seluas 12,1 inci. Jangan harap lebih pakai panel AMOLED, toh layarnya sudah luas dan dibingkai dengan bezel yang tidak terlalu tebal. 


Resolusinya juga bukan medioker, melainkan kelas premium yang mencapai 2.560 x 1.600 piksel dengan kerapatan piksel 249 ppi dan sudah mendukung refresh rate 120Hz. 

Layarnya pun sudah support Dolby Vision, meski belum disertai dengan dukungan untuk menayangkan konten HDR. Ada satu hal yang kami suka dari layar Redmi Pad 2 Pro, yakni sidik jari yang tak mudah menempel dan membuat kotor layar. 

Padahal, layarnya tak diberikan lapisan kaca matte, namun tetap tahan terhadap noda sidik jari. Info saja, di luar sana, Xiaomi menyertakan varian dengan lapisan kaca matte untuk Redmi Pad 2 Pro.

Di bagian belakang, Redmi Pad 2 Pro punya ‘pulau’ kamera dengan desain dua lingkaran yang sedikit menonjol. Hanya satu lingkaran yang memuat kamera utama 8 MP, sementara di bawahnya menjadi tempat bagi LED flash. 


Di setiap sisinya, Redmi Pad Pro memiliki empat speaker besar, dua di sisi kanan dan kiri (bila tablet diposisikan landscape), yang seluruhnya mendukung Dolby Atmos. Di sisi kanan, speaker juga mengapit USB-C dan jack audio, sementara di sisi kiri ada tombol Power. 

Di atas, tersisa tombol Volume, sepasang mikrofon, dan slot untuk microSD, sementara di sisi bawah benar-benar dibuat polos. 


Bicara dimensinya, Redmi Pad 2 Pro memang dibuat bongsor, ketebalan bodinya 7,5 mm dengan bobot 610 gram. Dan sayang, tablet ini juga tidak memiliki sertifikasi perlindungan anti air atau debu.



Ada Redmi Keyborad dan Redmi Smart Pen


Ingat, bobot tabletnya saja hanya 610 gram, itu belum termasuk casing keyboard yang bisa kalian beli dengan harga bundling Rp5.098.000. Aksesori ini berbobot sekitar 450 gram, sehingga total tablet ini punya berat total lebih dari 1 kg bila menggunakan casing keyboard-nya. 

Casing ini terhubung ke tablet via Bluetooth, bukan Pogo PIN. Namun tetap enak kok buat ngetik, seperti tak ada delay saja. 

Soal mengetik, ada 64 tombol standar dengan feedback ketikan yang lumayan enak. Tiap tombolnya empuk, jarak antar tombolnya pun pas, sehingga amat-sangat jarang terjadi typo saat mengetik pakai keyboard ini. 


Lantaran bukan terhubung via Pogo PIN, maka daya baterainya terpisah. Casing ini punya baterai 220 mAh yang klaimnya bisa bertahan digunakan terus-menerus selama 65 jam. 

Untuk mengisi baterainya, tinggal gunakan pakai port USB-C saja. Adapun untuk menghubungkan keyboard ke tablet, tinggal nyalakan saja saklar on/off di sampingnya. 

Ada satu kekurangan aksesori ini, yakni belum dilengkapi backlight ataupun touchpad. Plus-nya, terdapat tempat penyimpanan stylus yang menempel menggunakan lem. Ada dua slot dalam paket pembeliannya, satu untuk dipasang, dan lainnya untuk cadangan. 


Kemudian untuk Redmi Smart Pen, pulpen ini bisa dibeli dengan harga bundling senilai Rp5.098.000. Pensll ini jadi opsi menarik buat yang hobi menggambar atau mencatat.

Stylus ini juga terkoneksi lewat Bluetooth dan diisi dayanya via USB-C. Redmi Smart Pen punya dukungan 4.096 level tekanan dan touch sampling rate 240Hz, sehingga memberikan pengalaman menggores di layar terasa presisi. Ada fitur menarik, yakni tablet ini mendukung penulisan catatan instan meski layar dalam keadaan mati.



Lagi-lagi ada iklan


Ada masing-masing satu kata yang mewakili kelebihan dan kekurangan HyperOS 2 di Redmi Pad 2 Pro, yakni ekosistem dan iklan. 

Bahas kelebihannya dulu, dan ini memang jadi salah satu nilai jual dari Redmi Pad 2 Pro, terutama buat pengguna yang juga memakai smartphone Xiaomi sebagai perangkat hariannya. 

Jadi, Redmi Pad 2 Pro ada fitur Interconnectivity yang memungkinkan layar smartphone ditampilkan dan dikontrol langsung dari tablet. Fungsinya beragam, mulai dari transfer data dengan cepat secara nirkabel, sampai berbagi isi clipboard, seperti copy dari HP dan paste di tablet. 


Di HyperOS 2 pun kalian menemukan menu Features for Tablets untuk mempelajari gestur multitasking atau mengatur tampilan split screen di tablet. Ada juga pengaturan Stylus & Keyboard yang menyediakan opsi kustomisasi cukup lengkap, mulai dari shortcut keyboard hingga fungsi tombol pada Redmi Smart Pen. 

Tablet ini juga suguhkan fitur AI, walau kurang lengkap. Paling standar, AI-nya dapat digunakan untuk menghapus objek pada foto, memperluas latar belakang foto, hingga mengubah suasana langit dengan instan. 


Kekurangannya, iklannya duh ganggu bener, terutama saat membuka File Manager. Iklannya mirip aplikasi gratisan atau malah aplikasi yang disusupi adware, dimana iklan muncul secara popup beberapa detik, yang menutupi tampilan aplikasi. 

Gak sering memang munculnya, tapi amat-sangat ganggu. Selain itu, Redmi Pad 2 Pro juga tidak mendukung mode Workstation apa PC desktop, seperti Xiaomi Pad 7 dan Pad 7 Pro. 



Performanya bisa diandalkan


Redmi Pad 2 Pro jadi salah satu perangkat pertama, dalam hal ini tablet yang ditenagai Snapdragon 7s Gen 4, suksesor dari Snapdragon 7s Gen 3. 

Seperti sebelumnya, konfigurasi CPU tetap 1+3+4 dengan 1x prime-core yang lebih cepat 0,2 GHz dari Snapdragpn 7s Gen 3. 

Konfigurasinya, 1x prime-core Cortex A720 dengan kecepatan 2,7 GHz, 3x performance-core Cortex A720 pada kecepatan 2,4 GHz, dan 4x efficiency-core Cortex A520 pada kecepatan 1,8 GHz. 

Yang signifikan justru pada sisi grafis, karena chipset ini dilengkapi GPU Adreno 810 baru yang membawa fitur Game Super Resolution. Sesuai namanya, tentu main game di tablet ini bakalan lebih puas secara visual, terlebih bentangan layarnya yang memang lebih besar. 

Prosesor ini disandingkan dengan RAM LPDDR4X 8 GB dengan Memory Extension dua kali lipatmya, serta memori internal 256 GB UFS 2.2. 

Lalu, bagaimana performanya? Redmi Pad 2 Pro suguhkan performa tinggi dan juga stabil. Dari pengujian stress test yang kami lakukan, perpaduan Snapdragon 7s Gen 4 dan HyperOS 2, memberikan kinerja puncak tanpa mengalami throttling atau kepanasan yang berarti. 


Itu artinya, Redmi Pad 2 Pro memang ditenagai chipset yang ideal untuk menangani berbagai macam tugas, dari yang ringan hingga berat sekalian, seperti gaming atau membuka banyak aplikasi dalam satu waktu. 


Di sektor baterai, Redmi Pad 2 Pro ditopang baterai dengan kapasitas yang jumbo, yakni 12.000 mAh. Dari pengujian kami, baterai tablet ini mampu bertahan hingga 12 jam, itupun dengan performa yang konsisten di semua skenario pengujian, mulai dari browsing, nonton video, hingga bermain game kasual. 


Dan untuk memanfaatkan baterainya yang besar, Redmi Pad 2 Pro juga bisa beralih fungsi jadi powerbank dadakan. Tablet ini mendukung reverse charging dengan daya hingga 27W, lumayan kencang lho untuk mengisi perangkat kalian via USB-C. 


Cuma satu yang agak disayangkan, kemampuan fast charging-nya. Bayangkan, baterai sebesar ini cuma didukung pengisian 33W doang. Kami butuh lebih dari 2,5 jam untuk mengisi penuh baterai 12.000 milik Redmi Pad 2 Pro ini.



Buat scan, lumayan lah


Sedikit ngomongin kamera, tablet seperti Redmi Pad 2 Pro sangat wajar bila hanya mengusung kamera yang standar. Di belakang, kameranya 8 MP yang rasanya lebih cocok untuk dua skenario umum, yakni memindai kode QR atau dokumen, alih-alih menggunakannya untuk memotret seperti smartphone pada umumnya.

Sebab, untuk kualitas gambar, tidak ada yang istimewa. Fotonya cenderung lembut dan noise-nya jelas terlihat.


Demikian juga untuk kamera depan yang gunakan sensor 8 MP. Daripada buat selfie, mendingan untuk keperluan video call atau meeting online. 

Kesimpulan


Menyandang nama ‘Pro’ di belakangnya, jelas membuat Redmi Pad 2 Pro jauh lebih proper digunakan sebagai perangkat multimedia atau pendukung produktivitas sehari-hari, ketimbang varian standar. Dibanderol Rp4 jutaan, Redmi Pad 2 Pro juga jadi opsi yang lebih terjangkau daripada Xiaomi Pad 7 apalagi Pad 7 Pro. 



Layarnya luas, performanya pun stabil, apalagi baterainya, yang kebangetan awetnya. Cuma, ada beberapa kompromi yang harus kalian terima, di balik harganya yang memang lebih terjangkau. 

Absennya mode workstation ala PC jadi buktinya. Sektor pengisian dayanya juga akan melatih kesabaran kalian—nyaris 3 jam untuk mengisi penuh baterainya. Dan iklan, kami sangat tak suka iklan yang disisipkan pada aplikasi yang berguna seperti File Manager. Come on, Xiaomi!