Gadget

Review Redmi Pad 2: Layar Mewah, Baterai Awet, Tapi…

Muhammad Faisal Hadi Putra
Review Redmi Pad 2: Layar Mewah, Baterai Awet, Tapi…

Uzone.id - Mencari tablet dengan harga terjangkau sering kali membuat kita harus rela berkompromi pada beberapa fitur, seperti Redmi Pad 2. Dijual dengan harga Rp1,9 jutaan, Redmi Pad 2 memang menawarkan kombinasi yang terbilang langka, dari bodi aluminium yang kokoh, layar beresolusi tinggi, dan daya tahan baterai luar biasa awet. 

Pertanyaannya, di mana komprominya? Simak review lengkap kami untuk menemukan apakah Redmi Pad 2 ini benar-benar tablet yang layak kalian beli atau tidak. 



Bodi aluminium yang kokoh


Mainstream saja desain Redmi Pad 2 ini, kurang lebih mirip-mirip lah ‘rasanya’ dengan tablet Rp2 jutaan lain, seperti Infinix XPad 20 misalnya. Bodinya dibikin flat dengan sudut-sudut bodi yang dibuat membulat. 

Cuma, kesan yang beda langsung terasa saat memegang tablet ini. Bodinya terasa kokoh, semuanya berkat material aluminium unibody yang digunakan Xiaomi. Memang jadi terasa ‘mahal’ saat menggenggamnya, tapi juga bikin tablet ini agak berat. 

Bobot Redmi Pad 2 mencapai 510 gram, dan harus diingat, bobot ini belum dipasangkan dengan casing dan juga keyboard. Sebagai gambaran, casing berjenis flip cover atau rugged case punya bobot sekitar 200-500 gram, sedangkan keyboard case umumnya berbobot di atas 500 gram. 

Meski begitu, tetap kami sarankan ke kalian, mending beli casing untuk tablet ini. Alasannya, tepian bodi Redmi Pad 2 dibuat menyiku, agak kurang nyaman kalau bawa-bawa tablet ini, misalnya saat presentasi kerjaan, sekadar untuk menonton, dan keperluan lainnya. 


Di belakang, Redmi Pad 2 yang kami review dibalut kelir Graphite Gray dengan finishing doff yang terlihat simple. Enaknya, bodi belakang bodi ini nggak gampang kotor sama bekas sidik jari, kecuali di area modul kamera. 


Bagian ini menggunakan material seperti kaca yang gampang banget kotor karena sidik jari. Dan sejujurnya, ini subjektif, kami kurang suka desain modul kameranya. Kurang pas saja rasanya, dan lebih mirip Redmi Pad SE dengan harga yang lebih murah. 


Di sekeliling bodinya, di sisi kiri-kanan (bila posisi landscape), ada empat buah speaker yang sudah didukung Dolby Atmos, port USB-C buat ngecas, dan jack audio 3,5mm. Di sisi kiri juga ada tombol Power, sementara di sisi atas hanya tersedia tombol Volume dan slot microSD. 



Layar 11 inci beresolusi tinggi


Di depan, Redmi Pad 2 usung layar IPS LCD seluas 11 inci dengan resolusi 2.560 x 1.600 piksel, dan dapat menampilkan warna yang kaya berkat cakupan sampai 1 miliar warna. Layarnya sudah dukung refresh rate 90Hz, dan memiliki tingkat kecerahan tembus 600 nits, sehingga tablet ini memang cocok untuk dipakai di dalam maupun luar ruangan.

Menggunakannya di luar ruangan saat matahari lagi lumayan terik, masih cukup kelihatan jelas, asalkan konten (kami lihat video) menampilkan warna yang kontras. Dan kami sarankan juga untuk tidak gunakan Dark Mode kalau menggunakannya di luar ruangan dan siang hari, selain itu, layar tablet ini juga cukup reflektif. 

Tapi, ada dua kelebihan lain yang kami suka dari layarnya, Pertama, bezel layar Redmi Pad 2 terbilang tipis dan juga pas. Jadi waktu kami pegang tabletnya, jari tidak akan sengaja menyentuh area layar yang aktif.


Kedua, layarnya sudah mendapatkan dukungan Redmi Smart Pen. Sekadar informasi, Redmi Smart Pen dijual Rp699.000 di Indonesia, dan memiliki beberapa kelebihan. 

Pena digital ini punya dua tombol yang fungsinya bisa diatur sesuka hati. Buat isi daya, tinggal colok kabel USB-C. Buat gambar-gambar atau menulis juga enak. Tapi sayangnya, Redmi Pad 2 tak memiliki area bermagnet, sehingga tidak bisa menempelkan Redmi Smart Pen langsung ke bodinya.

Sudah HyperOS 2


Redmi Pad 2 berjalan di HyperOS 2 berbasis Android 15. Tampilannya dibuat khusus untuk layar berukuran besar, dan sejauh kami pakai (sudah terhubung ke internet, akun Google, dan akun Xiaomi), belum ada iklan yang bermunculan pada aplikasi bawaannya.

Dengan HyperOS 2, Redmi Pad 2 pun mendukung fitur Xiaomi Interconnectivity. Fitur ini memungkinkan pengguna yang juga gunakan ponsel Xiaomi untuk mengintegrasikan dua perangkat mereka, memudahkan mereka untuk copy dari ponsel dan paste ke tablet atau sebaliknya, memungkinkan untuk menjawab langsung panggilan telepon di tablet, hingga masuk ke dalam jaringan yang sama dengan mudah. 

Kemudian, ada aplikasi pre-installed bernama ‘bekids’. Cuma sebagai catatan, Xiaomi hanya memberikan akses VIP selama 1 bulan saja. Aplikasi ini semacam game interaktif buat anak-anak, membuat mereka bisa berkreasi bebas, seperti menggambar dan mewarnai.


Selain itu, ada juga Mi Canvas. Di sini, kalian bisa menuangkan ide apapun, tanpa khawatir masa berlangganan aplikasi habis—seperti bekids. Kalian bisa menggunakan jari atau Redmi Smart Pen untuk menggambar. 

Fitur lainnya dari HyperOS 2 khusus tablet adalah split screen otomatis. Bila membuka Gmail misalnya, dan mengakses tautan yang ada di dalam bodi email, entah dokumen PDF atau link, maka jendela layar akan terbagi dua, dimana sisi kanan akan membuka tautan yang sebelumnya kalian klik.



Performa standar, RAM cuma 4 GB


Redmi Pad 2 ditenagai MediaTek Helio G100, makanya lebih cocok pakai tablet ini untuk hiburan saja. Nonton, main game kasual, atau ajak anak-anak belajar interaktif di tablet ini, sangatlah cocok. Tapi untuk kebutuhan berat seperti kerja atau membuka dua aplikasi lebih, tablet ini rasanya akan kewalahan. 

Apalagi, kapasitas RAM tablet ini juga cuma 4 GB, meski bisa diperluas dua kali lipat menggunakan fitur Memory Extension. Ruang penyimpanannya pun hanya 128 GB. Adapun, jenis RAM-nya adalah LPDDR4X dan memori internal UFS 2.2. 

Kami melakukan sejumlah pengetesan, berikut hasilnya:

  • AnTuTu Benchmark v10: 410.184 poin
  • Geekbench 6 CPU: 726 poin (single-core), 1.934 poin (multi-core)
  • Geekbench 6 GPU: 1.229 poin
  • 3DMark Sling Shot Extreme: 2.444 poin, frame rate 5-60 FPS


Dari hasil uji AnTuTu v10, tablet ini memang hasilkan skor yang standar. Dari skor ini, terlihat bahwa performa Redmi Pad 2 sudah cukup mumpuni untuk kelasnya dan mampu menunjang berbagai aktivitas harian, seperti browsing, streaming, mengakses medsos, hingga gaming kasual.

Terbukti juga dari hasil uji di 3DMark Sling Shot Extreme, dimana tablet ini mampu menjalankan game yang tidak terlalu berat pada pengaturan grafis menengah. Terlebih, tingkat frame rate tertingginya pun mencapai 60 FPS, terbilang oke untuk tablet yang dibanderol mulai Rp1,9 jutaan ini. 

Ditopang baterai 9.000 mAh yang luar biasa besar untuk sebuah tablet Android murah, Redmi Pad 2 juga bisa bertahan hingga 16 jam 26 menit screen on time. Angka ini didapat dari simulasi penggunaan aktif tanpa henti di aplikasi PCMark. 

Jadi, untuk penggunaan normal sehari-hari yang diselingi waktu istirahat, tablet ini bisa dengan mudah diandalkan untuk menemani aktivitas seharian penuh, bahkan mungkin bisa bertahan hingga dua hari.


Ada beberapa kekurangan yang kami rasakan terkait performa tablet ini. Beberapa kali terjadi saat kami ingin menghubungkan tablet dengan Redmi Smart Pen, koneksinya kerap kali terganggu. Kami pun perlu Unpair pena digital ini, kemudian menghubungkannya lagi ke Redmi Pad 2 untuk mengatasi masalah tersebut.

Kemudian, seringkali terjadi layar Redmi Pad 2 tidak responsif ketika menerima masukan dari Redmi Smart Pen. Hal ini lumayan sering terjadi saat kami menggambar di Mi Canvas atau mencoba aplikasi bekids. 

Dan terakhir, cukup berat juga beralih antar aplikasi bila di latar belakang sudah ada beberapa aplikasi aktif, seperti Gmail, Google Docs, Chrome, dan sebagainya. Masuk ke Home Screen pun agak delay. 



Kesimpulan


Kalau prioritas utama kalian saat membeli tablet adalah untuk hiburan, Redmi Pad 2 kasih segalanya. Tablet harga Rp1,9 jutaan ini bisa mendukung aktivitas kalian dari nonton Netflix atau YouTube dengan kualitas layar yang memanjakan mata, mendengarkan musik dengan speaker yang bagus, dan didukung baterai super awet yang bisa bertahan seharian penuh.

Namun bila kalian mengharapkan tablet ini sebagai perangkat untuk menunjang pekerjaan atau produktivitas berat, Redmi Pad 2 jangan dimasukkan ke dalam wishlist pembelian kalian. 

Performa prosesor dan RAM yang terbatas cukup membuat kalian frustrasi saat harus sering berpindah aplikasi atau membuka banyak dokumen sekaligus. Tablet ini ‘seolah’ menukar performa tinggi dengan kualitas layar dan daya tahan baterai yang superior di kelasnya.