Review QJMotor Tourino 700 SX: Senyaman Apa Touring ke Ciletuh?
Uzone.id - QJMotor memiliki produk petualang yakni Tourino 700 SX, seperti namanya model yang satu ini dibekali mesin 700 cc. Lantas bagaimana rasanya kalau dipakai touring ke Ciletuh?
QJMotor memberikan kesempatan bagi Uzone.id untuk mencicipi Tourino 700 SX, selama beberapa hari. Kami pun tak meyia-nyiakan kesempatan tersebut dan langsung membawanya ke Ciletuh, Sukabumi, Jawa Barat.
Desain robot futuristis
Kita bahas desainnya dulu, QJMotor Tourino 700 SX punya desain layaknya robot yang tampil futuristis. Desain robot ini bisa ditemukan dari wajahnya yang menggunakan dua lampu projektor berbentuk kotak yang dipasang secara vertikal.
Kemudian di bagian fairing depan terdapat positioning lamp di kanan kiri yang terpisah cukup jauh dari lampu utamanya.
Seperti motor petualang pada umumnya, QJMotor Tourino 700 SX juga dibekali beberapa komponen seperti duck fender, visor tinggi yang bisa disesuaikan, suspensi upside down dari Marzocchi, hand guard, hingga pelek jari-jari tubeless.
Kaki-kaki tersebut juga dibalut dengan ban dual-purpose dan Metzeler berukuran 110/80-19 di depan dan 150/80-17 di belakang.
Menariknya rem depan dari QJMotor Tourino 700 SX menggunakan cakram ganda dengan kaliper radial dari Brembo. Sementara belakangnya juga menggunakan pengereman Brembo meskipun hanya satu piston dan cakram tunggal.
Di bagian tangkinya, QJMotor Tourino 700 SX dibekali kapasitas yang cukup besar yakni sampai 19,5 liter.
QJMotor juga membekali Tourino 700 SX yang kami bawa dengan crashbar di depannya, dan breket box di bagian belakang untuk pemasangan bagasi tambahan di samping dan tengah.
Performa kencang tapi boros
Di atas kertas, QJMotor Tourino 700 SX menggendong mesin yang istimewa. Motor petualang ini hanya memiliki 693 cc, 2-silinder, DOHC, berpendingin cairan yang mengeluarkan tenaga 75 dk dan torsi 68,2 Nm.
Tenaga dan torsi yang besar ini memang cocok untuk diandalkan dalam perjalanan jarak jauh. Tidak sulit untuk meningkatkan kecepatan, termasuk menghentikan tenaga besar dari mesin kencang tersebut.
Menyalip kendaraan besar di jalur antar kota pun terasa mudah, bukan hanya karena tenaga yang kencang tetapi juga dimensinya yang tidak terlalu lebar membuat motor ini cukup mudah untuk selap selip.
Sayangnya, tenaga dan torsi besar dari QJMotor Tourino 700 SX tidak diimbangi dengan mode berkendara seperti Eco, Normal, Sport.
Karena saat motor digunakan bermacet-macetan, terasa mesin cukup sulit dikendalikan. Motor seperti meminta pengendara untuk membuka throttle, sehingga memunculkan rasa yang tidak nyaman saat mengantri dikemacetan.
Jika QJMotor Tourino 700 SX ada pilihan mode berkendara Eco, mungkin mapping tenaga dari mesin bisa diatur sedemikian rupa agar tetap nyaman saat digunakan di jalan yang macet.
Selama perjalanan ke Ciletuh, QJMotor Tourino 700 SX tidak menemukan masalah. Jalan menanjak, menurun, dan berkelok bisa dilahap dengan mudah.
Saat menghajar jalan yang kurang rata, barulah terasa kalau suspensi QJMotor Tourino 700 SX ini tidak terlalu empuk. Terutama bagian depan, terasa hentakan yang cukup dalam ketika menghajar lubang aspal, berbeda dari suspensi belakang yang terasa cukup halus.
Namun suspensi yang tidak terlalu empuk di depan ini memberikan rasa stabil ketika motor diajak bermanuver belok. Mengingat jalur Cikidang dan Pantai Loji memiliki banyak tikungan hingga hairpin yang cukup ekstrem.
Soal fitur, QJMotor Tourino 700 SX memang tidak terlalu istimewa untuk dipakai touring. Hanya heated grip dan heated seat saja yang terasa berfungsi menemani perjalanan.
Fitur heated grip dan heated seat memang cukup underated di Indonesia, mengingat negara tropis kita tidak membuat pengendara membutuhkan penghangat saat toruing.
Namun saat perjalanan pulang dari Ciletuh, kami diguyur hujan yang cukup deras di malam hari. Melintasi beberapa wilayah seperti Puncak Dharma, Jalur Cikidang, sampai Bogor, memiliki suhu yang cukup dingin.
Saat seperti ini ternyata fitur heated seat dan heated grip benar-benar berfungsi, tangan pengendara menjadi tidak kaku karena dingin dan bisa mengoperasikan motor secara normal.
Sayangnya QJMotor Tourino 700 SX dirasa cukup boros secara konsumsi bensin. Meskipun panel meternya tidak menyediakan MID konsumsi bensin, namun berdasarkan pengisian bahan bakar, tercatat kami mengisi sampai tiga kali selama perjalanan dengan total pengeluaran sampai Rp350 ribu.
Kesimpulan
QJMotor Tourino 700 SX menjadi motor touring yang patut dipertimbangkan, dengan harga hanya Rp199 jutaan tentu punya value yang tinggi untuk sebuah moge petualang.
Hanya saja bagi yang baru pertama kali menggunakan moge, perlu melakukan adaptasi saat menggunakan Tourni 700 SX. Mengingat torsinya yang benar-benar besar, tanpa adanya mode berkendara, cukup membuat kewalahan jika tidak bisa mengendalikannya.