Review Polytron Fox 500: Motor Listrik Bongsor tapi Enak buat Ngebut
Uzone.id - Motor listrik Polytron Fox 500 menjadi produk flagship mereka di segmen elektrifikasi roda dua. Kira-kira bagaimana rasanya menunggangi motor listrik berukuran besar buatan dalam negeri ini?
Tim Uzone.id berkesempatan untuk mengetes motor listrik Fox 500 selama beberapa hari.
Polytron Fox 500 sebenarnya sudah diluncurkan cukup lama di Indonesia, tepatnya pada September 2024 silam. Artinya sudah satu tahun sejak motor listrik tersebut diluncurkan.
Desain ala skuter Maxi
Secara tampilan, Polytron Fox 500 punya garis desain ala skuter Maxi, bahkan dimensinya bisa dibandingkan dengan Yamaha Xmax 250 ataupun Honda Forza 250.
Artinya Polytron Fox 500 punya body yang cukup besar, mulai dari tampang depan, kesamping, sampai ke belakangnya.
Di wajah depannya, Polytron Fox 500 punya sepasang desain lampu yang besar dengan lampu daytime running light (DRL) dan positioning light kecil di atasnya.
Di atas lampu, terdapat windshield besar berwarna smoke yang menjadi ciri khas sebuah skuter Maxi.
Ke bagian belakang, langsung disuguhkan cluster instrumen yang besar, jok yang panjang dan lebar, hingga dek panjang di kanan dan kiri motor yang biasa ditemukan di skuter Maxi.
Sementara di belakangnya, terdapat lampu rem berukuran besar namun tetap tampil futuristis layaknya desain sebuah motor listrik belakangan ini.
Membahas kaki-kaki Polytron Fox 500 menjadi hal yang paling menarik, meskipun di depannya cukup standar dengan suspensi teleskopik ganda yang dibalut ban 110/70-R14.
Namun kaki-kaki belakang tampil berbeda dari skuter Maxi, karena Polytron Fox 500 mengandalkan suspensi tunggal monoshock dengan ukuran ban 140/60-R14.
Performa kencang untuk bodi besar
Polytron Fox 500 yang memiliki bodi besar. Bodi yang besar ini terasa cukup lebar, sehingga pengendara dengan tinggi badan 170 cm, masih perlu jinjit hingga seperti balet untuk bisa naik di atasnya.
Posisi duduk yang jinjit juga dirasa karena jok pengendara bagian depan masih dibuat lebar, sehingga kaki harus dibuka lebih besar agar bisa menyentuh tanah.
Bodi Polytron Fox 500 yang besar itu bertumpu pada jantung pacu berkekuatan 5 kW yang disuplai oleh baterai berkapasitas 3,89 kWh.
Dengan bekal tersebut, Polytron Fox 500 mampu mencapai jarak tempuh 130 km dengan kecepatan tertinggi 130 km/jam. Cukup menarik untuk sebuah motor listrik berukuran besar, tapi bagaimana impresi berkendaranya?
Soal impresi berkendara Polytron Fox 500, sebenarnya di luar ekspetasi. Karena motor listrik bergaya skuter Maxi ini ternyata bisa berakselerasi dengan sangat cepat.
Jambakan torsinya terasa di mode berkendara apapun, hanya saja terdapat sedikit delay saat tuas gas langsung dibejek untuk berakselerasi.
Mungkin setelan ini dibuat agar yang belum terbiasa dengan motor listrik, tidak langsung dibuat kaget dengan jambakan torsinya.
Polytron Fox 500 memberikan jambakan torsi yang berbeda-beda di setiap mode berkendaranya, terdapat pilihan E, D, dan S.
Pada mode berkendara E, jambakan torsi Polytron Fox 500 terasa tidak terlalu kuat namun cukup untuk berakselerasi mendahului kendaraan lain. Mode berkendara ini dibatasi kecepatannya hanya di 60 km/jam saja.
Kemudian di mode berkendara D, jambakan torsi terasa lebih kuat sehingga mendahului kendaraan di depan terasa sangat-sangat mudah. Pada mode ini batas kecepatan dipasang sangat tinggi di 95 km/jam.
Terakhir di mode berkendara S, torsi yang dihasilkan lebih instan lagi. Motor terasa cepat untuk mencapai kecepatan tertinggi, dengan batasan kecepatan ada di 130 km/jam.
Namun berbicara torsi instan, kalau di motor listrik tentu akan berakibat dengan borosnya daya baterai yang digunakan.
Uzone.id mencatat, dalam perjalanan 15 km saja, penggunaan baterai bisa mencapai 22 persen dengan mode berkendara yang dikombinasi antara E, D, dan S.
Sementara pengecasan dirasa cukup cepat meskipun menggunakan charger standar, pengalaman kami mengisi dari 15 persen ke 55 persen hanya butuh waktu 1,5 jam saja di SPKLU R2.
Mungkin pengisian akan lebih lambat ketika baterai berada di atas 80 persen, terlebih klaim Polytron mengatakan butuh waktu sekitar 4-5 jam untuk mengisi baterai dari 0-100 persen.
Soal fitur, sebenarnya Polytron Fox 500 tidak terlalu istimewa, hanya cruise control yang berulang kali bisa dimainkan oleh pengendara.
Fitur cruise control dari Fox 500 terbilang cukup baik bekerja, bahkan saat kami tes dengan kecepatan hanya 20 km/jam masih bisa digunakan.
Menariknya, saat fitur cruise control melintasi tanjakan, maka sistem kelistrikan akan mengatur agar bagaimana motor bisa menanjak dengan kecepatan yang sama.
Sayangnya, radius putar dari Polytron Fox 500 dirasa sangat kecil sehingga butuh jarak yang jauh untuk melakukan putar balik.
Kesimpulan
Polytron Fox 500 menjadi motor yang cocok digunakan untuk di jalanan antar kota. Dengan body besar, posisi duduk santai, dan jambakan torsi besar, motor ini tentu cocok untuk digunakan berselancar dalam perjalanan jarak jauh.
Ditambah lagi fitur cruise controlnya bekerja dengan sangat baik, sehingga bisa dimanfaatkan ketika di jalanan yang lebih kosong di luar kota.
Kalau dipakai di luar kota, motor ini masih cukup baik terutama bagi yang memiliki tinggi badan 170 cm ke atas. Dengan demikian, pengendara tidak mudah pegal karena posisi duduknya yang lebar.
Dengan harga Rp43 juta untuk on the road Jakarta dan sewa baterai Rp200 ribu per bulan, motor listrik ini dirasa masih sangat value for money yang menyukai perjalanan jarak jauh.