Gadget

Review Oppo Reno15 5G: Ternyata Lebih Menggoda dari Versi Pro Max

Muhammad Faisal Hadi Putra
Review Oppo Reno15 5G: Ternyata Lebih Menggoda dari Versi Pro Max

Uzone.id - Entah kenapa, kami merasa kalau Oppo Reno15 5G jadi versi Reno terbaru yang paling ‘masuk akal’ ketimbang harus beli Reno15 F apalagi Reno15 Pro Max. Oppo Reno15 5G dijual dengan harga yang lebih murah, spesifikasi dapur pacu dan sistem kamera yang diusungnya juga tak kalah ketimbang versi Pro Max. 

Untuk diketahui, harga Oppo Reno15 5G dibanderol mulai Rp8,2 jutaan untuk varian 8/256 GB dan Rp8,9 jutaan untuk versi 12/256 GB. Bayangkan, Oppo Reno15 Pro Max saja sudah mendekati harga Find X9 standar, tepatnya Rp13,9 juta!

Tentu ada yang dikorting oleh Oppo pada Reno15 5G, paling kentara adalah dimensi bodi, ukuran layar, serta spesifikasi kamera. Biar nggak penasaran dengan kualitasnya secara keseluruhan, berikut review lengkap Oppo Reno15 5G setelah menggunakannya sebagai perangkat harian.

Tampang mahal, mirip iPhone 16 Pro


Dari tampangnya saja, Oppo tak membeda-bedakan varian reguler dengan Pro Max. Kalau keduanya disandingkan, desainnya sama, yang juga berarti mirip seperti iPhone 16 Pro maupun 16 Pro Max. Dari lekukan pada tepian bodinya dan bentuk modul kameranya, kurang lebih mirip.

Bicara dimensi, Oppo Reno15 5G memang lebih mungil dengan layar 6,59 inci. Tapi, ponsel ini 0,1 mm lebih tebal, meski secara bobot lebih ringan 8 gram dari versi Pro Max. Yang hebat, meski bodinya lebih kecil, Oppo tetap benamkan baterai 6.500 mAh yang sama seperti varian Pro Max.

Secara build quality patut diacungi jempol, karena Oppo Reno15 5G juga bisa diajak main air, kehujanan, bahkan terkena semprotan air bertekanan tinggi sekalipun. Bodinya yang berbahan aluminium dan diapit kaca berlapis Gorilla Glass 7i di depan dan belakang, sudah mengantongi rating IP68 sekaligus IP69, setara dengan Oppo Reno15 Pro Max.


Inilah keunggulan dimensinya yang ringkas, yakni terasa pas dalam genggaman—tak terlalu besar atau kecil. Cuma perlu diingat, pas bukan berarti nyaman. Karena sejujurnya, Oppo Reno15 5G sungguh licin kalau tidak pakai casing. Permukaan matte-nya super halus, bikin was-was jatuh dari tangan kalau lagi nggak hati-hati.

Ada dua warna dari Oppo Reno15 5G, Aurora White yang kami review sekarang dan Twilight Blue. Sesuai namanya, warna ini membawa efek visual yang menarik, terutama saat terkena pantulan cahaya lampu atau sinar matahari. 


Sesuai namanya, ada pola mirip cahaya aurora berwarna hijau kebiru-biruan yang menyala di balik tekstur matte-nya. Nggak kelihatan norak kok, malah bikin auranya makin premium. 

Beralih ke bagian depan, layar 6,59 inci-nya berjenis AMOLED yang dikelilingi bezel super tipis nan simetris. Layarnya dibuat datar, serta sudah diberikan lapisan kaca Gorilla Glass 7i yang seharusnya dapat melindungi panel dari goresan-goresan halus. 


Layar ini dipercantik oleh lubang kecil di tengah atasnya sebagai tempat bagi kamera selfie. Lalu, di dalamnya pun disematkan sensor sidik jari dengan respon pengenalan yang cepat. 

Kualitas layarnya jangan ditanya, karena emang memuaskan mata. Layar ini beresolusi 1.256 x 2.760 piksel dengan kerapatan 460ppi. Layarnya pun suguhkan warna dengan kedalaman 1 miliar warna atau 10-bit, sudah dukung HDR10+ juga. 

Buat gamer khususnya, layarnya sudah mendukung refresh rate 120Hz. Transisi antar aplikasi, scrolling menu pun, bakal terasa mulus dengan fitur ini. Jangan khawatir konten tak akan terlihat saat menggunakannya di siang hari yang terik, lantaran tingkat kecerahannya mencapai 1.200 nits.


Di sekeliling bodinya, terdapat tombol Power yang berdampingan dengan Volume di sisi kanan, kemudian ada dua mikrofon, IR blaster, serta lubang ekstra untuk speaker di bagian atas.



Sementara di bawah, terdapat susunan port USB-C, SIM tray, mikrofon utama, dan lubang speaker stereo.

Salah satu OS terbaik Android saat ini


ColorOS 16, buat kami jadi salah satu OS berbasis Android 16 yang memberikan experience yang menyenangkan. Tampilannya seperti iOS 26, namun disematkan fitur-fitur AI yang jauh lebih lengkap dan (tentu saja) pintar. 

Di OS ini, hadir Oppo Mind Space yang terintegrasi dengan Google Gemini. AI ini sudah mendukung bahasa Indonesia juga, dan memungkinkan kalian buat menanyakan atau memerintahkan apapun ke Mind Space ini. 

DI Mind Space juga, kalian bisa menambahkan semacam memory atau masukan untuk AI tentang konteks apapun, misalnya berita yang kalian baca, agenda yang harus kalian jalani, foto-foto liburan, dan sebagainya. Caranya gampang, tinggal swipe layar dari atas ke bawah dengan tiga jari—ini fungsi screenshot juga—lalu pilih ‘Snap to Mind Space’ untuk menyimpannya.


Fitur lainnya, terutama yang membantu kami dalam bekerja adalah fungsi transkrip di aplikasi Recorder. Hasilnya lengkap, malah AI bakal menampilkan hasil rangkuman dari transkrip rekaman. Menariknya, AI juga mampu membeda-bedakan pembicaranya dengan menamainya sebagai ‘Speaker 1, Speaker 2, dan seterusnya’. 

Namun sebagai catatan, fungsi transkrip ini bekerja secara online dan diberikan batasan pemakaian oleh Oppo. Kalian hanya dapat jatah transkrip selama 100 menit per bulannya. 

Kemudian, ada AI Search yang memudahkan pencarian lintas aplikasi bawaan, mulai dari Files, Settings, Notes, Calendar, dan Mind Space. Ada juga AI Writer yang dapat merangkai atau menulis teks secara otomatis, khususnya caption dari unggahan yang akan dibagikan ke media sosial. 


Jagoan AI dari ColorOS juga hadir di Photos. Oppo seperti menyediakan semacam studio mini dalam galeri bawaan, lantara menghadirkan AI Eraser untuk menghapus objek yang tak diinginkan, AI Ultra Clarity untuk mempertajam gambar, AI Recompose untuk mengatur ulang komposisi gambar, AI Relight untuk mengatur ulang pencahayaan di foto portrait, hingga AI Perfect Shot yang memastikan tidak ada mata yang berkedip saat di foto. 

Oppo juga menyertakan AI Studio, aplikasi AI generatif yang mengubah foto menjadi gambar photorealistic dengan beragam gaya. Cuma, sistem editing-nya berdasarkan kredit atau koin. 


Oppo Reno15 5G juga mendukung O+ Connect, platform yang memungkinkan smartphone bisa terhubung secara seamless dengan perangkat Apple, seperti berbagi file misalnya. 

Dan, fitur-fitur yang kami jelaskan ini, terdapat juga di Oppo Reno15 Pro Max. Jadi, menarik kan?

Performa standar, tapi bisa diandalkan


Sudah dari dulu, seri Reno memang tidak terlalu fokus pada sektor performa. Seri ini tidak menggaungkan ‘ini performa kencang yang rata kanan’, dan sejenisnya. 

Tapi, yang Oppo janjikan adalah performa yang bisa diandalkan sepanjang hari. Gak nge-lag, OS yang tak banyak iklan, sat set buat kegiatan harian maupun saat beralih antar aplikasi, dan buat gaming pun lancar jaya. 

Oppo Reno15 5G ditenagai prosesor Snapdragon 7 Gen 4 yang dirancang dengan fabrikasi 4nm. Chip ini dipadukan dengan RAM LPDDR5X 8 GB atau 12 GB dengan memori penyimpanan UFS 3.1 sebesar 256 GB. 

Sedikit menjelaskan Snapdragon 7 Gen 4, chip ini menggunakan arsitektur 8-core yang terdiri dari 1x prime-core Cortex A720 dengan kecepatan 2,8 GHz, kemudian 4x performance-core Cortex A720 pada kecepatan 2,4 GHz, serta 3x efficiency-core Cortex A520 pada kecepatan 1,8 GHz. 

Seperti yang kami bilang, konfigurasi ini membuat performanya gesit, lancar, tanpa nge-lag. Buat main game? Ada GPU Adreno 722 yang mewarisi beberapa fitur dari Snapdragon Elite Gaming, seperti Adaptive Performance Engine 4.0 yang berguna untuk memaksimalkan frame rate saat bermain game. 

Selain itu, GPU ini juga memungkinkan layar smartphone memutar konten visual berkualitas tinggi karena sudah mendukung HDR10 dan HDR10+. 


Untuk membuktikan performanya, kami menyiksa jeroan Oppo Reno15 5G dengan sederet aplikasi benchmark.

Pada pengujian AuTuTu v11, Oppo Reno15 5G berhasil mencetak skor 1.414.569 poin, skor yang kurang lebih sama dengan Realme 16 Pro+ maupun Vivo V70 dengan ‘otak’ yang serupa. 

Dengan skor yang terbilang pas untuk kelasnya ini, setidaknya sudah lebih dari cukup untuk melibas semua aplikasi harian, sosial media, hingga aplikasi berbasis AI yang disematkan di ColorOS 16. Selama proses pengujian, suhu CPU memang sempat menyentuh angka 52,2° C, indikasi bahwa chipset-nya benar-benar dipaksa bekerja maksimal.


Beralih ke Geekbench 6 untuk melihat performa prosesornya, Oppo Reno15 5G mencatatkan skor single-core di 1.241 poin dan multi-core pada skor 4.018 poin. Sementara untuk urusan grafis, pengujian Geekbench 6 GPU OpenCL menorehkan angka 4.723 poin.

Hal ini menggambarkan bahwa transisi antar aplikasi maupun pemrosesan data yang berat akan terasa responsif tanpa delay yang mengganggu.

Lalu, bagaimana kalau HP ini dites untuk main game berat dalam waktu yang lama? Di sinilah kami menggunakan 3DMark Wild Life Stress Test yang akan me- render grafis berat selama 20 kali putaran tanpa henti untuk melihat konsistensinya.

Di pengujian ini, karakter asli manajemen termal Oppo Reno15 5G langsung terlihat. Smartphone ini mencatatkan skor tertinggi di 7.580 poin, namun skor terendahnya anjlok ke angka 3.989 poin. Alhasil, tingkat stabilitasnya hanya berada di angka 52,6 persen.


Kalau kalian perhatikan grafiknya, performa Oppo Reno15 5G sebenarnya sangat stabil dari putaran ke-1 hingga loop ke-18. Frame rate-nya pun sempat menyentuh batas atas di 58 FPS. 

Sayangnya, begitu masuk ke loop 19 dan 20 atau menit-menit akhir pengujian, sistem langsung melakukan throttling atau memangkas performa secara drastis.

Hal ini sangat masuk akal melihat data termalnya. Selama pengujian berlangsung, suhu bodinya merangkak naik cukup signifikan, dari yang awalnya adem di 31° C, naik hingga menyentuh 44° C. 

Demi mencegah overheating dan menjaga keawetan komponen di dalam bodi setipis 7,9 mm tersebut, sistem secara otomatis akan menurunkan performa, membuat frame rate anjlok hingga 18 FPS. Adapun, sselama 20 menit diuji, kapasitas baterainya berkurang 8 persen (dari 72 persen turun ke 64 persen).

Kami jajal game berat Delta Force di Oppo Reno15 5G, game ini bisa ditampilkan secara stabil di rentang 55-60 FPS pada grafis Ultimate. Kalian juga bisa mengatur kemampuan smartphone lewat pintasan ke Game Space dengan swipe layar dari sudut kiri atas ke tengah. 


Di Game Space, kalian bisa melihat informasi FPS dan suhu CPU secara real-time, mengaktifkan Bypass Charging, memblokir notifikasi, hingga meningkatkan respon sentuhan layar. 

Baterai menjadi salah satu kelebihan dari Oppo Reno15 5G. Baterainya berkapasitas 6.500 mAh yang berhasil dijejalkan Oppo pada bodi yang cuma setebal 7,9 mm. Bahkan, kapasitas baterainya sudah setara dengan Oppo Reno15 Pro Max yang lebih bongsor.

Dipakai nge-game 10 menit di Delta Force, baterainya sendiri berkurang cuma 2 persen saja. Sementara untuk dites 3DMark selama 20 menit di level tertinggi, baterainya cuma berkurang 8 persen. 


Untuk mengimbangi baterai besar tersebut, Oppo memberikan dukungan fast charging SuperVOOC 80W. Dan tenang saja, kalian nggak harus repot-repot keluar uang ekstra karena adaptor charger yang sesuai sudah disertakan langsung di dalam kotak penjualannya.

Seberapa cepat kemampuan ngecasnya? Sebagai catatan, kami mengaktifkan opsi Smart Rapid Charging yang bisa diaktifkan pada pengaturan baterai. Untuk mengisi penuh baterai jumbonya, kurang dari 60 menit saja kok, tepatnya sekitar 57 menit saja.

Kameranya oke lho!


Memang bukan varian Pro Max, tapi spesifikasi kamera Oppo Reno15 5G cukup mentereng kok. Kamera belakangnya ada tiga, terdiri dari kamera utama 50 MP dengan sensor Sony LYT 600 yang sudah dilengkapi OIS, serta lensa dengan focal length setara 26mm.

Kemudian kamera telephoto 50 MP juga dengan sensor Samsung ISOCELL JN5 dengan OIS. Kamera ini punya kemampuan 3,5x optical-zoom dengan focal length setara 85mm. 

Lalu, kamera ultrawide 8 MP yang standar, namun sudah dilengkapi autofokus. Dan ada kamera selfie 50 MP dengan sensor ISOCELL JN5 yang sudah mendukung autofokus, serta lensa yang bisa menangkap sudut pandang lebih lebar setara 18mm. 


Meski tak gunakan sensor 200 MP seperti varian Pro Max, hunting foto pakai kamera utama Oppo Reno15 5G tetap menyenangkan. Hasil jepretannya tidak mengecewakan, hasilkan dynamic range yang luas, white balance yang akurat, serta warna yang sedap dipandang. 

ya, soal warna, tone warnanya tidak se-gonjreng keluaran Vivo, namun secara saturasi sudah sangat pas. Detailnya pun begitu baik, berhasil mencitrakan tekstur yang terbilang rumit dengan sangat bagus.

Motret manusia juga bagus banget. Reproduksi skin tone-nya terlihat akurat dengan detail yang terekam dengan sangat rapi. Tanpa mode Portrait, efek blur-nya juga memberikan kesan yang natural, apalagi menggunakan mode Portrait yang membuat foto jadi ready to post

Untuk lensa telephoto, kemampuan zoom optik 3,5x-nya mampu menghasilkan jepretan yang bersih dan detail. Lagi-lagi, dynamic range-nya lebar, white balance bisa diandalkan, dan warnanya konsisten. 


Sama halnya, kamera ini juga bisa banget diandalkan untuk foto portrait. Perbesaran 3,5x atau setara dengan focal length 85mm memberikan proporsi wajah dan perspektif yang sangat natural, didukung oleh detail skin tone yang juara.

Di sisi ultrawide, jangan remehkan kemampuan kamera 8 MP-nya. Resolusi yang standar saja memang, tapi hasilnya tetap enak buat dipandang. Kualitas warnanya dibuat setara dengan kamera utama, dan kehadiran autofokus di lensa ini memungkinkan kalian untuk memotret objek dari dekat atau makro.

Kalau selfie, lensa Oppo Reno15 5G juga dibuat setara dengan varian Pro Max. Sensor 50 MP dengan lensa ultrawide super lebar di ponsel ini memberikan tangkapan berkesan luas dengan detail dan warna yang kaya. Disediakan juga kok mode zoom 1x, seandainya kalian merasa jangkauan default lensa ini terlampau lebar. 

Hasil foto Oppo Reno15 5G:

Kesimpulan


Pada akhirnya, Oppo Reno15 5G benar-benar membuktikan diri sebagai varian yang paling masuk akal alias worth it untuk dipinang di lini Reno tahun ini. 

Dengan banderol harga yang jauh lebih bersahabat ketimbang versi Pro Max, kalian sudah mendapatkan pengalaman smartphone premium yang nyaris setara. 

Mulai dari desain kokoh tahan air, ragam fitur AI lengkap di ColorOS 16 yang sangat membantu produktivitas, hingga racikan kamera yang konsisten menghasilkan foto portrait dan selfie ciamik. Belum lagi, kemampuan Oppo menjejalkan baterai 6.500 mAh ke dalam bodi setipis 7,9 mm yang jadi nilai plus-nya. 

Meski, kalau bicara rentang harganya yang mencapai Rp8 jutaan, kami rasa masih ada beberapa opsi lainnya dengan performa lebih baik dan harga lebih terjangkau. Tapi kembali lagi, smartphone ini memberikan kemampuan komplet, dari performa yang andal untuk harian, kamera mumpuni, serta sistem baterai yang luar biasa.