Gadget

Review Oppo Find X9 Pro: Kameranya Gila, Flagship Nyaris Sempurna

Muhammad Faisal Hadi Putra
Review Oppo Find X9 Pro: Kameranya Gila, Flagship Nyaris Sempurna

Uzone.id - Oppo Find X9 Pro itu bukan cuma ganti prosesor dan komposisi kamera saja, tapi lebih dari itu. Banyak banget ubahan yang disematkan Oppo pada smartphone flagship terbarunya, dari depan, belakang, jeroan, hingga ke sistem operasinya. 

Kami sudah menggunakan Oppo Find X9 Pro sebelum rilis resminya, kurang lebih seminggu sebagai daily driver. Bagaimana rasanya? Berikut kami jelaskan review lengkap Oppo Find X9 Pro berikut ini. 

Mirip iPhone, seperti nggak punya identitas


Buat kami yang pernah pakai Find X8 Series, Oppo Find X9 Pro ini lebih seperti Oppo Find X8 yang digedein lagi ukurannya. Nggak ada lagi lengkungan pada setiap sisi layar (quad-curved) seperti Find X8 Pro, intinya desainnya benar-benar dibuat berbeda oleh Oppo. 

Lantaran Oppo Find X8 pun terinspirasi dari desain iPhone, maka bisa ditebak, iPhone Find X9 Pro juga sangat mengingatkan kami pada bahasa desain iPhone 16 Pro Max atau 17 Pro Max yang serba flat




Bahkan bentuk kamera hingga tombol-tombolnya pun dibuat ke-iPhone-iPhone-an. Bentuk kameranya bukan lagi lingkaran, tapi menjadi persegi. 

Tombolnya, sekarang ada Quick Button, tombol kapasitif yang mirip Camera Control. Lalu ada Snap key, seperti Action Button, yakni pintasan cepat untuk mengakses sejumlah fitur, dari kamera, Do Not Disturb, Recorder, dan sebagainya. 


Wajar kah mirip iPhone? Buat kami pribadi, ada dua sisi berbeda soal desain yang mirip iPhone ini. Sisi positifnya, desain datar ini membuat smartphone lebih mudah dioperasikan, tak gampang terkena mistouch. Desain ini juga terasa kokoh, mantap, serta premium. Dan karena layarnya pun datar, maka gampang untuk pasang tempered glass sendiri. 


Cuma sisi negatifnya, menurut kami Oppo seolah kehilangan identitas uniknya. Terdekat pada Oppo Find X8 Pro saja, desainnya lebih ikonik, kan? Modul kamera lingkaran dengan logo Hasselblad di tengah-tengahnya, lebih kelihatan klasik dan berbeda saja. 

Dan tentu saja, desain baru ini terkesan ikut-ikutan tren yang sedang diadopsi merek-merek Android sekarang, atau kasarnya ‘meniru’ kompetitor. Untuk sekelas smartphone flagship, sejujurnya tak boleh terjadi. 

Kalaupun harus berpikir positif, mungkin desain mirip iPhone ini juga seperti sebuah kompromi yang harus diambil agar bisa menyematkan baterai berkapasitas super besar. Sebab, secara dimensi, smartphone ini 0,1 mm lebih tebal dan 9 gram lebih berat dari Find X8 Pro. 

Oppo Find X9 Pro sendiri dibuat menggunakan kombinasi aluminium untuk sasisnya dan lapisan kaca Corning pada layarnya. Bodi belakang dan bingkainya tidak mudah kotor juga oleh sidik jari, karena diberikan warna bertekstur halus. 


Untuk ketahanan, Oppo Find X9 Pro sudah mengantongi sertifikasi IP68 dan IP69. Artinya, dia tak cuma tahan terendam air hingga kedalaman 1,5 meter selama 30 menit, tapi juga tahan semprotan air bersuhu tinggi.

Sekarang beralih ke depan, Oppo Find X9 Pro pakai panel LTPO OLED seluas 6,78 inci. Layarnya memang tidak banyak berubah dari sebelumnya. Resolusinya pun tetap tinggi, 1.272 x 2.772 piksel yang berlapis Gorilla Glass Victus 2. 


Kemampuan layarnya lengkap, dari Dolby Vision, HDR10+, Ultra HDR, tingkat kecerahan sampai 3.600 nits, hingga sensor sidik jari di bawah layar yang berjenis ultrasonic. Ya, selain mengenali sidik jari lebih cepat, sistem biometrik ini juga lebih aman dari sebelumnya.

Selain kualitas visualnya yang memang memuaskan, ada satu lagi yang bikin kami terpukau dengan Find X9 Pro ini, yakni bezel-nya yang amat-sangat tipis. Kalau lagi nonton YouTube atau Netflix di posisi landscape, tampilannya bak layar semua, karena memang setipis dan se-simetris itu bingkai layar ponsel ini. 

Pertama dengan ColorOS 16


Oppo Find X9 Pro jadi smartphone pertama dengan ColorOS 16 berbasis Android 16. Di OS ini, lagi-lagi, Oppo terinspirasi dengan iOS dari Apple. Kalian tentu tau material Liquid Glass, di ColorOS 16 pun, desain ini bisa kalian rasakan. 

Seperti pada pengaturan, di bagian penyesuaian desain Home Screen, transisi perpindahan saat memilih tema, menampilkan efek tembus pandang seperti kaca. Mengakses App Drawer pun, ketika deretan aplikasi melewati bagian All/Categories di atas atau bar pencarian di bagian bawah, warna ikon aplikasi akan terlihat seperti menembus dua fitur tadi.

Buka aplikasi bawaan seperti kalkulator, desain seperti Liquid Glass juga akan tampil. Plus-nya, desain ini membuat UI terasa futuristik dan dinamis, terlebih OS ini juga dibuat mulus, lebih enak buat nge-scroll atau berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.


Ada beberapa fitur baru, seperti Snap Key (sampai bosan ngetiknya) yang lagi-lagi animasinya mirip iOS 26. Kalian bisa memilih berbagai shortcut di sini, seperti mengakses Mind Space, Do Not Disturc, Camera, Torch, Recorder, Translate, Screenshot, atau tak memilih aksi sama sekali.

Di bagian personalisasi, kalian bisa memilih tema via Flux Themes, mengatur Always on Display yang banyak sekali pilihannya, termasuk menggunakan wallpaper pada opacity tertentu. Kalian juga dapat menyesuaikan ikon, yang bagi kami, kembali mirip iOS 26. 

Bila memilih opsi Flux, warna ikonnya bisa disesuaikan dengan wallpaper yang kalian pasang. Jadi, ada dua opsi pewarnaan, biarkan sistem memilihkan warnanya atau kalian sendiri yang pilih latar warna untuk ikon sesuai keinginan.


Pembeda signifikan dengan iOS 26 pada ColorOS 16 adalah ketersediaan AI yang lengkap dan benar-benar membantu kami dalam pekerjaan. Selain ada Bahasa Indonesia, fitur AI-nya memang banyak banget. 

Di luar Circle to Search dan Gemini, ada AI Writer yang membantu kalian untuk memoles tulisan yang sudah dibuat, atau meminta AI membuatkan tulisan maupun caption untuk medsos. Ada juga AI Translate, hingga AI VoiceScribe. 


Fitur terakhir sangat berguna buat kami, bukan saja bisa transkrip rekaman suara, dokumen, atau tulisan pada gambar saja, hasil transkrip pun dapat diringkas secara otomatis. Khusus untuk rekaman suara, AI dapat membedakan orang atau speaker yang berbicara. 

Kemudian ada AI Editor di Photos. AI Editor adalah kumpulan fitur editing gambar berbasis AI yang bisa kalian akses. Ada AI Eraser, AI Enhanced Clarity, AI Recompose, AI Relight, dan sebagainya. Hebatnya, fitur-fitur ini tidak hanya berlaku pada gambar yang diambil Find X9 Pro saja, foto-foto yang kalian simpan di Google photos pun bisa diedit dengan AI Editor.

Waduh, gampang kena throttling?


Oppo Find X9 Pro jadi smartphone pertama di Indonesia yang ditenagai MediaTek Dimensity 9500. Prosesor ini dibuat dengan fabrikasi 3nm dan mengadopsi konfigurasi CPU ‘All big Core’, sehingga bakal kasih performa mentah yang tinggi. 

Di Indonesia, hanya ada satu varian Oppo Find X9 Pro yang dijual, yakni RAM 16 GB LPDDR5X dan penyimpanan 512 GB UFS 4.1. 



Secara teori, MediaTek menjanjikan peningkatan performa yang signifikan. Tapi dalam pengujian kami, performa HP ini ibarat dua sisi mata uang, karena sangat bergantung pada suhu lingkungan. Ya, kami melakukan dua pengujian, pada ruangan ber-AC dan ruangan non-AC, berikut hasilnya:

Ruangan ber-AC (suhu 16-18°C)



  • AnTuTu Benchmark v11: 3.500.777 poin
  • PCMark: 13.705 poin
  • 3DMark Wild Life Stress Test: 13.021 (best loop), 12.986 (lowest loop), stability 99,7 persen, frame rate: 76 - 104 FPS 
  • Geekbench 6 CPU: 3.073 poin (single-core) dan 9.389 poin (multi-core)
  • Geekbench 6 GPU: 23.622 poin

Ruangan non-AC (suhu 31°C ke atas)


  • AnTuTu Benchmark v11: 3.066.588 poin
  • PCMark: 13.357 poin
  • 3DMark Wild Life Stress Test: 13.245 (best loop), 6.194 (lowest loop), stability 46,8 persen, frame rate: 22 - 115 FPS 
  • Geekbench 6 CPU: 2.987 poin (single-core) dan 8.673 poin (multi-core)
  • Geekbench 6 GPU: 16.962 poin

Di AnTuTu Benchmark, selisih skornya bisa lebih dari 400 ribu poin. Sementara saat menguji di 3DMark, stabilisasi saat dites di ruangan yang dingin, bisa nyaris sempurna. Jauh berbeda saat dites pada kondisi lainnya, yang langsung mengalami throtlling pada putaran ke-11, mengakibatkan stabilisasinya anjlok ke 46,8 persen.

Dari perbedaan skor benchmark pun terlihat jelas, kalau performa smartphone ini sangat mudah turun ketika suhunya naik. Dari pengujian kami, suhu tertinggi ponsel ini bahkan bisa mencapai lebih dari 43°C, yang akan sangat terasa di sekitar modul kamera dan bagian layar.

Kalau performanya tinggi tapi punya ‘tapi’, di sektor daya tahan baterai, Oppo Find X9 Pro justru jadi juaranya. Oppo benamkan baterai silicon-carbon dengan kapasitas yang sangat besar di kelasnya, yakni 7.500 mAh yang jelas jauh lebih besar dari Find X8 Pro yang cuma 5.910 mAh.

Baterainya sudah mendukung fast charging 80W dengan adaptor SuperVOOC yang tersedia dalam paket pembelian. Kemampuan 50W wireless charging pun hadir di ponsel ini, termasuk 10W reverse charging


Dari pengujian kami, mengisi 10-100 persen, butuh waktu 64 menit saja. Mungkin catatan ini tidak terdengar ngebut, tapi yang harus diingat adalah, durasi tersebut untuk mengisi baterai yang hampir setara powerbank. 

Bagaimana daya tahannya? Dari pengujian langsung, saat ponsel ini dijadikan daily driver, catatan screen on time tertinggi bisa mencapai lebih dari 9 jam. Itupun kami menggunakannya secara aktif, sesuai kebiasaan kami, dari main game, bekerja, scrolling medsos, aktif menggunakan AI, dan memotret. 

Kameranya edan!


Upgrade lain dari Oppo Find X9 Pro adalah sistem kameranya yang kian mantap. Kalau sebelumnya ada empat kamera, sekarang ‘hanya’ tiga kamera saja, tapi lebih powerful. Kini tak ada lagi dua lensa tele seperti sebelumnya, tapi hanya ada satu periscope telephoto bersensor 200 MP Samsung ISOCELL HP5.

Sensor ini berukuran 1/1.56 inci yang terbilang besar untuk kamera tele. Lensa ini setara dengan focal length 70mm atau 3x zoom dengan bukaan f/2.1 yang sensitif terhadap cahaya. Kalian juga bisa melakukan perbesaran 308mm atau setara 13,2x zoom dengan kamera ini secara hybrid-zoom

Kalau perbesaran digital-nya agak kurang, karena dibantu oleh AI, sebenarnya Oppo juga menyediakan aksesori opsional berupa kit telephoto yang bisa memperpanjang jangkauan perbesaran optik sampai 230mm. 

Yang edan dari kamera tele ini adalah kemampuan tele-macro yang bisa mengunci fokus sedekat 9 cm. Fitur ini bisa diaktifkan lewat opsi Macro Shot di kamera. 

Kamera utamanya juga gunakan 50 MP sensor Sony LYT-828 yang lebih besar 1/1.28 inci dengan bukaan lensa f/1.5 yang lebih sensitif terhadap cahaya. Sementara kamera ultrawide-nya gunakan sensor 50 MP yang sama seperti sebelumnya. 

Di depan, kamera selfie Oppo Find X9 Pro gunakan sensor 50 MP Samsung ISOCELL JN5 dengan autofokus. Sebelumnya, hanya 32 MP fixed-focus, jadi ini upgrade signifikan. 

Sebenarnya, ada satu kamera lagi yang nyempil di belakang, yakni 2 MP yang disebut True Color Camera. Sensor ini tugasnya satu, yakni menganalisis pencahayaan agar dapat menghasilkan warna kulit yang lebih akurat di segala kondisi.



Untuk memudahkan mengambil gambar, ada Quick Button yang mirip Camera Control di iPhone. Tekan dua kali untuk akses kamera, tekan sekali untuk mengambil foto atau merekam video, serta geser kiri-kanan untuk mengatur perbesaran kamera. 

Bagaimana hasilnya?


Kamera utama Oppo Find X9 Pro sangat bisa diandalkan untuk memotret cepat, apalagi di kondisi outdoor dengan cahaya yang melimpah. Kemampuan dynamic range-nya konsisten, dapat menangani area bayangan dan area yang terang dengan sangat baik. 

Warnanya pun tetap dibuat detail, meskipun ada beberapa area gelap seperti bayangan yang diambil, detailnya tidak berkurang sama sekali. Warnanya pun cenderung natural dan sedikit vibrant yang enak dilihat—tidak berlebihan. 

Perpaduan sensor kamera yang bagus dan sistem pencitraan yang andal, membuat gambar tidak mengalami over-sharpening yang berlebihan, sehingga terlihat apa adanya. Ibaratnya, what you see is what you get

Pun demikian saat memotret dengan perbesaran 2x dari kamera utama. Kualitasnya detailnya tetap padat, tajam, dan bersih. Tidak ada kesan ‘pecah’ atau detail yang halus, baik saat memotret di kondisi cahaya yang ideal ataupun yang agak temaram. 

Oh ya, perbesaran 2x juga ideal untuk foto portrait, karena mampu memberikan separasi subjek yang rapi dan detail yang pas pada wajah, tanpa distorsi. 

Beralih ke kamera periscope telephoto, kualitasnya memang nggak main-main. Pada perbesaran 3x (70mm), detail yang dihasilkan benar-benar bagus. Kalian bisa lihat tekstur pada bodi kereta misalnya, atau detail-detail jendela gedung yang ditangkap secara tajam, tanpa ada kesan sharpening buatan. 


Dynamic range-nya juga istimewa, mampu menyeimbangkan area bayangan di peron dengan langit biru yang cerah. Saat dipakai memotret orang, seperti pada foto model yang sedang berjalan, lensa ini memberikan separasi subjek yang natural, menghasilkan foto yang enak dilihat. 

Beralih ke perbesaran yang lebih jauh, pada 6x atau 140mm, kualitasnya juga masih sangat solid. Detail pada tekstur gedung dan dedaunan di depannya, detailnya masih bisa ditangkap dengan jelas. Malah, kamera ini juga mampu memotret objek di langit dengan sinar yang terik, dengan kualitas warna yang baik. 

Kalau diperbesar, detailnya bagus dengan dynamic range yang luas. Warna dari helikopter yang jauh, serta biru terang pada langit, bisa digambarkan dengan bagus. 

Ditekan lagi, maka kalian dapat perbesaran 13,2x atau setara 308mm. Kalau di smartphone lain mungkin bakalan halus banget detailnya, beda banget di Oppo Find X9 Pro. 

Menangkap subjek dari kejauhan, lagi-lagi seperti helikopter, bodinya terlihat jelas dan tajam dengan latar langit biru yang bersih. Memotret candid juga asyik pakai kamera ini, seperti foto para pengemudi ojek online yang sejujurnya, kami ambil dari jarak yang jauh.

Diambil dari seberang jalan, bahkan terhalang pagar, wajah mereka masih bisa terlihat jelas dengan suasana candid yang tertangkap dengan baik. 

Jika kemampuan zoom jarak jauhnya sudah impresif, pakai lensa 200 MP ini juga bisa memotret dari jarak yang super dekat, alis tele-macro. Pakai sensor berkualitas tinggi untuk mengambil foto close-up memang bikin ketagihan, karena kami bisa menangkap detail daun, tatapan mata, detail lego, jarum pentul, mainan pesawat, bahkan ujung pulpen sekalipun, dengan detail yang tajam.

Yang paling kami suka, bokeh di latar belakangnya itu sangat natural. Ini bukan hasil potongan AI yang kaku, melainkan bokeh optik dari lensa tele yang punya bukaan f/2.1. Separasi antara subjek dan background terlihat profesional. 

Beralih ke kamera ultrawide, kualitasnya tak kalah oke. Dynamic range-nya bekerja dengan baik, mampu menyeimbangkan langit biru cerah, menghasilkan warna yang juga tampak hidup, terutama pada warna hijau pepohonan dan biru langit. 

Untuk sebuah lensa super lebar, distorsi di bagian pinggir gambar juga terlihat sangat minim dan terkontrol, membuat arsitektur gedung dan tiang lampu tetap terlihat lurus dan proporsional.

Sementara kamera selfie, peningkatan di sektor ini benar-benar terasa. Kamera 50 MP yang kini punya autofokus, menghasilkan foto yang tajam dan jernih. Detail wajah, tekstur pakaian, dan separasi antara subjek dengan latar belakang, berhasil dieksekusi dengan baik.

Kemampuannya di dalam ruangan juga bisa diandalkan. Ketajaman wajah dan skin tone-nya tetap terlihat natural, serta noise-nya pun bisa diredam dengan baik, tanpa menghasilkan efek detail yang halus. 

Kesimpulan


Oppo Find X9 Pro adalah HP flagship yang hampir sempurna sebenarnya, karena Oppo berhasil menjejalkan berbagai upgrade signifikan dari A-Z ibaratnya, pada smartphone ini. 

Sektor pertama yang menurut kami berhasil dieksekusi secara brilian oleh Oppo adalah baterai. Kapasitas 7.500 mAh-nya adalah monster yang susah banget dibikin habis. Baterai besar ini memberikan daya tahan yang luar biasa tanpa membuat bodi ponsel terasa seperti batu bata.

Sektor kedua, dan yang paling impresif, adalah kameranya. Lensa periscope telephoto 200MP-nya adalah bikin kami lebih ketagihan motret dari jarak jauh, ketimbang pakai kamera utama yang juga kasih kualitas bagus. 



Dengan kamera ini pun, kami jadi suka motret tele-macro dari jarak yang sangat dekat. Kemampuannya mengunci fokus di jarak super dekat menghasilkan foto close-up berkualitas profesional dengan bokeh optik yang cantik.

Namun, HP ini punya satu ganjalan besar, yakni performa. Performanya tinggi, gak usah diperdebatkan lagi deh kemampuan Dimensity 9500 di dalamnya. Namun, kalau diberikan beban yang berat, Oppo Find X9 Pro mudah panas dan mengalami gejala throttling

Jadi, kami rasa, ponsel ini tak cocok bila kalian seorang gamer yang butuh performa stabil. Namun, Oppo Find X9 Pro sangatlah pas buat kalian seorang kreator konten, fotografer, atau pengguna yang mencari daya tahan baterai terbaik dan kamera paling serbaguna di pasaran.