Gadget

Review Asus ROG Flow Z13-KJP: Tablet Gaming Langka, Gahar tapi Mahal

Muhammad Faisal Hadi Putra
Review Asus ROG Flow Z13-KJP: Tablet Gaming Langka, Gahar tapi Mahal

Uzone.id - Laptop gaming harga di atas Rp50 juta mungkin tetap menarik di mata gamer, apalagi kalau spesifikasinya dibuat ‘rata kanan’. Pertanyaannya sekarang, bagaimana kalau ada tablet gaming dibanderol Rp59.999.000, masih tampak worth to buy nggak sih?

Inilah Asus ROG Flow Z13-KJP, laptop gaming detachable hasil kolaborasi eksklusif Asus dengan Kojima Productions. Lantaran eksklusif, jumlah unitnya di Indonesia amat-sangat terbatas, cuma 50 unit! Dan, salah satu perangkatnya sudah tiba di meja redaksi Uzone.id. 

Seminggu menggunakan Asus ROG Flow Z13-KJP atau edisi Kojima ini, kami benar-benar dibuat terkesima. Bukan saja soal desain yang jauh berbeda dari ROG Flow Z13 standar, tapi juga performanya yang bikin kesengsem, khususnya saat dipakai main game berat. 

Berikut ini review lengkap Asus ROG Flow Z13-KJP.

Desain ala Ludens, sayang layarnya IPS-level


Dari semua hal yang ditawarkan Asus ROG Flow Z13 edisi Kojima Productions ini, desain jelas jadi bagian yang paling pertama mencuri perhatian. 

Laptop ini bukan sekadar logo Kojima Productions yang ditempelkan di bodi ROG Flow Z13 saja, tapi lebih dari itu. Kolaborasi ini mengadopsi desain dari karakter Ludens, maskot resmi sekaligus ikon utama dari Kojima Productions. 

Buat kalian yang nggak tau, Ludens digambarkan sebagai sosok penjelajah luar angkasa dengan setelan pelindung canggih atau Extra-Vehicular Activity (EVA) suit. Tampilannya ikonik, dengan gaya futuristis dan wajah tengkorak di balik visor helmnya. 


Nah, nuansa ini diaplikasikan pada bodi Asus ROG Flow Z13-KJP. Laptop ini memadukan warna hitam, silver, dan aksen keemasan, lengkap dengan panel bertekstur ala carbon fiber, garis-garis teknis, ventilasi besar, sampai motif abstrak pada bodi belakangnya. 

Tema Ludens juga diterapkan pada area keyboard. Tombolnya memadukan warna hitam dan putih, sementara W A S D diberi aksen keemasan. Detail ini kelihatan kecil, tapi efektif untuk memberi kesan gaming tanpa membuat desainnya terlihat norak.


Sebagai pelengkap, tepat di bawah kickstand-nya, terdapat logo ROG dengan ikon Ludens berukuran kecil. Bukan cuma itu, ada juga tulisan ‘FOR LUDENS WHO DARE’ di bagian atas bodi, tepat di dekat jalur ventilasi. 


Detail-detail ini membuat edisi Kojima terasa lebih berkarakter. Asus ROG Flow Z13-KJP seolah-olah bukan sekadar laptop gaming, melainkan semacam perlengkapan eksplorasi dari dunia fiksi ilmiah. Ya, buat kami, secara desain laptop ini memang terlihat ramai, tapi tetap punya arah yang jelas. 


Sebagai laptop detachable, pengalaman pakainya juga berbeda dari laptop gaming biasa. Saat keyboard dilepas, ROG Flow Z13-KJP berubah menjadi tablet Windows berukuran besar. Bobotnya memang tidak seringan tablet Android atau iPad, tapi masih terasa masuk akal untuk perangkat gaming dengan hardware sekencang ini.


Kickstand di bagian belakang terasa kokoh saat dibuka. Sudutnya juga cukup fleksibel untuk dipakai mengetik, menonton, atau main game di atas meja. Begitu keyboard magnetiknya dipasang, perangkat ini langsung terasa seperti laptop gaming yang lumayan ringkas.

Bicara soal keyboard, awalnya memang agak skeptis, karena rasanya seperti aksesori keyboard yang biasa dipasangkan pada tablet Android. Tapi ternyata, keyboard ini nyaman buat mengetik karena jarak antar tombolnya yang pas, meski rasanya tidak sepenuh keyboard laptop pada umumnya.


Touchpad-nya juga cukup luas untuk ukuran perangkat 13 inci. Permukaannya responsif, dan secara umum masih nyaman dipakai tanpa mouse. Tapi untuk gaming, jelas mouse tambahan tetap jadi pilihan paling masuk akal.

Port yang disediakan juga cukup lengkap untuk sebuah tablet gaming. Di bodinya tersedia dua port USB-C USB4 dengan dukungan DisplayPort dan power delivery, HDMI 2.1, USB-A 3.2 Gen 2, audio jack 3,5 mm, serta microSD card reader UHS-II. 



Beralih ke sektor layar, Asus ROG Flow Z13-KJP menggunakan panel ROG Nebula Display seluas 13,4 inci dengan resolusi 2,5K atau 2.560 x 1.600 piksel. Rasio layarnya 16:10 dengan refresh rate 180Hz, serta sudah mendukung Adaptive-Sync, cakupan warna 100% DCI-P3, dan sudah Pantone Validated.


Kurangnya satu, laptop semahal ini belum pakai panel OLED—masih IPS-level. Memang, secara visual tetap terasa tajam dengan warna yang enak dipandang. Apalagi, layarnya pun sudah mendukung input sentuhan. Tapi rasanya, agak nggak rela saja laptop yang tembus Rp60 juta masih pakai panel yang ‘biasa’.

Stabil, kencang!


Di balik bodinya yang ringkas, Asus ROG Flow Z13 edisi Kojima Productions membawa spesifikasi gahar. Unit yang kami review ditenagai AMD Ryzen AI Max+ 395 yang punya konfigurasi 16-core dan 32-thread dengan boost clock sampai 5,1 GHz.

Untuk kebutuhan AI, chip ini juga disematkan neural processing unit (NPU) AMD XDNA dengan kemampuan hingga 50 TOPS. Sementara untuk pengolahan grafis, ada AMD Radeon 8060S Graphics.

Ya, ini bukanlah GPU diskrit seperti Nvidia GeForce RTX Series yang biasanya ditemukan pada laptop gaming ROG, melainkan GPU terintegrasi di dalam platform Ryzen AI Max+ 395.

Tapi, jangan langsung mengernyitkan dahi kalian, apalagi meragukan kemampuannya. AMD Radeon 8060S membawa 40 Compute Units berbasis RDNA 3.5, membuat performanya jauh di atas iGPU laptop mainstream. Di ROG Flow Z13-KJP, GPU ini juga ditopang memori besar dengan sistem unified memory.


RAM yang digunakan berkapasitas 128 GB LPDDR5X 8000. Kapasitas sebesar ini bukan cuma untuk multitasking, tapi juga untuk memberi ruang lebih besar bagi sistem dan GPU. Karena Radeon 8060S tidak punya VRAM terpisah seperti GPU diskrit, kehadiran RAM sebesar ini jadi sangat penting. Sementara untuk penyimpanan, perangkat ini memakai SSD 1TB PCIe 4.0 NVMe M.2 2230. 

Pada form factor yang terbatas, Asus juga masih bisa menyematkan sistem pendingin yang dibuat serius. Tablet gaming ini memiliki sistem pendingin perpaduan antara vapor chamber dengan senyawa termal logam cair, serta kipas Arc Flow generasi kedua. 

Sekarang, bagaimana dengan performanya?

Selama review, kami menjalankan sejumlah benchmark menggunakan 3DMark untuk melihat kemampuan grafis dan stabilitas performanya.

Hasilnya, Asus ROG Flow Z13-KJP mencatat skor 9.995 poin di 3DMark Time Spy, dengan Graphics Score 9.908 poin dan CPU Score 10.524 poin. Pengujian Time Spy sendiri masih cukup relevan untuk menguji kemampuan tablet gaming ini, terlebih untuk menggambarkan performa gaming modern di resolusi 1440p.

Buat perangkat yang mengandalkan GPU terintegrasi, skor nyaris 10 ribu poin di Time Spy bukan angka yang kecil, hal ini justru menunjukkan kalau AMD Radeon 8060S memang bukan iGPU biasa. Setidaknya, tes ini menunjukkan kalau performa mentahnya sanggup meladeni game-game beresolusi tinggi dengan lancar. 

Pengujian berikutnya adalah 3DMark Steel Nomad. Di tes ini, Asus ROG Flow Z13 edisi Kojima yang kami review mencatat skor 2.001 poin, dengan rata-rata 20,02 FPS. Sementara pada 3DMark Speed Way, skornya mencapai 1.897 poin, dengan rata-rata 18,98 FPS.

Performa tablet gaming ini pun tidak cuma kencang di awal. Saat kami menjalankan stress test untuk melihat konsistensi performanya dalam beban panjang, tingkat stabilitasnya tinggi.

Pada Speed Way Stress Test, Asus ROG Flow Z13-KJP mencatat stabilitas frame rate 98,3 persen, dengan skor best loop 1.890 poin dan skor lowest loop 1.858 poin dari total 20 kali pengulangan tes.

Hasil serupa juga terlihat di Steel Nomad Stress Test. Tablet gaming ini mencatat tingkat stabilitas frame rate pada 97,7 persen, dengan skor best loop 2.002 poin dan skor lowest loop 1.955 poin. 

Dari dua tes ini, penurunan performanya selama pengujian panjang terbilang kecil. Selisih antara loop tertinggi dan terendah juga tidak jauh, sehingga performanya cenderung stabil dari awal sampai akhir—cocok untuk sesi gaming yang lama.

Pengalaman main game-nya pun sejalan dengan hasil benchmark tersebut. Saat kami memainkan Death Stranding 2: On the Beach dengan pengaturan grafis High, posisi perangkat sambil dicas, dan mode Turbo aktif di Armoury Crate, game bisa berjalan stabil di atas 100 FPS.


Frame rate yang kami dapat berada di kisaran 100 sampai 138 FPS. Bahkan di beberapa cutscene, angkanya masih berada di atas 100 FPS, biasanya di sekitar 100 sampai 110 FPS. 

Saat perangkat tidak dicas, mode Turbo memang tidak bisa diaktifkan. Asus ROG Flow Z13-KJP otomatis masuk ke mode Performance. Meski begitu, Death Stranding 2 masih bisa dimainkan di pengaturan grafis High dengan frame rate rata-rata 80 sampai 114 FPS.

Penurunan performanya memang tidak signifikan. Hanya saja, konsekuensinya terasa di daya tahan baterai. 


Asus ROG Flow Z13-KJP yang membawa baterai 70 WHrs, hanya bertahan selama 49 menit untuk main Death Stranding 2: On the Beach, di mana baterainya turun dari 100 ke 10 persen.

Untuk pengisian daya, adaptor yang disertakan punya output 200W. Dari kondisi baterai 10 persen ke 100 persen, waktu yang dibutuhkan sekitar 90 menit. 

Kesimpulan


Setelah seminggu review Asus ROG Flow Z13-KJP atau edisi Kojima Productions, kami bisa bilang kalau tablet gaming ini memang bukan perangkat untuk semua orang. Harganya mahal, jumlahnya sedikit banget, dan konsep detachable-nya yang rasanya tidak cocok untuk semua gamer, apalagi yang hardcore.

Yang membuat perangkat ini justru spesial adalah kolaborasinya dengan Kojima Productions, membuatnya punya karakter desain khas Ludens yang sangat kuat—mengombinasikan warna-warna yang mewah dan futuristik.

Sebagai perangkat hybrid, Asus ROG Flow Z13-KJP juga bukan sekadar jadi tablet gaming, tapi juga bisa diposisikan sebagai laptop kerja maupun perangkat kreatif yang bisa diandalkan kapan saja.

Spesifikasi dapur pacunya yang kencang dengan AMD Ryzen AI Max+ 395 dan Radeon 8060S, membuat kami bisa main game AAA bergrafis tinggi secara stabil. Dari hasil benchmark pun, laptop ini memang mampu semburkan tenaga tinggi, dan siap diberi beban berat dalam waktu yang lama. 

Cuma, kurangnya ada di beberapa sektor. Untuk gaming berat, Asus ROG Flow Z13-KJP memang bukan perangkat yang ideal untuk main game berat tanpa charger. Bisa, dan performanya pun tetap enak, tapi durasinya pendek. Main game kurang dari satu jam saja sudah cukup untuk menguras baterainya dari penuh ke nyaris habis (10 persen).


Selain itu, absennya panel OLED juga terasa agak disayangkan, mengingat harga perangkat ini sudah berada di kelas yang sangat premium.

Sekarang, kalau pertanyaannya apakah Asus ROG Flow Z13-KJP masih tampak worth to buy di harga Rp59.999.000, jawabannya tergantung siapa yang membelinya.

Kalau kalian hanya mencari perangkat gaming dengan performa paling tinggi di harga tersebut, tentu ada pilihan laptop gaming lain yang menawarkan GPU diskrit lebih bertenaga. 

Tapi kalau yang dicari adalah perangkat gaming detachable yang unik, langka, punya desain kolektor, performa tinggi, dan membawa identitas Kojima Productions secara serius, Asus ROG Flow Z13-KJP jelas punya daya tarik yang sulit ditandingi.

Buat kami, Asus ROG Flow Z13-KJP bukan perangkat yang dibeli hanya pakai logika spesifikasi. Ada faktor desain, eksklusivitas, dan rasa ‘beda’ yang ikut dijual di dalamnya.