Review Acer Aspire 7 Pro: Bisa Buat Gaming, FC 26 Lancar 60 FPS
Highlight Artikel
- Acer Aspire 7 Pro ditenagai prosesor Intel Core 5 210H dan Nvidia GeForce RTX 3050 dengan MGP 95W.
- Menghadirkan desain minimalis berwarna hitam matte dengan keyboard RGB yang memiliki 15 pilihan warna.
- Dukungan layar IPS 15,6 inci Full HD dengan refresh rate tinggi mencapai 144Hz.
- Mampu menjalankan game berat seperti EA Sports FC 26 dengan lancar pada frame rate 60 FPS ke atas.
Uzone.id - Acer Aspire 7 Pro bukan laptop gaming ‘murni’ seperti seri Nitro atau Predator. Namun kalau melihat spesifikasi utamanya, Acer Aspire 7 Pro ditenagai Intel Core 5 210H dan Nvidia GeForce RTX 3050 dengan MGP 95W, membuatnya sudah cukup bertenaga buat ngerjain tugas berat sampai bermain game.
Sebelumnya, kami sempat menjajal laptop ini secara singkat. Kini, kami berkesempatan untuk review performanya lebih jauh menggunakan sejumlah aplikasi benchmark, sekaligus bermain game di Acer Aspire 7 Pro. Berikut review lengkapnya.
Desainnya Kalem, Sedikit Sentuhan Gaming
Karena tidak di-plot sebagai laptop gaming, desain Acer Aspire 7 Pro tidak dibuat eye-catching seperti seri Nitro atau Predator. Masih ada RGB-RGB-an, cuma seluruh bodinya didominasi warna hitam dengan permukaan matte, kemudian dibubuhi pola garis geometris, mungkin biar kelihatan beda dari laptop mainstream.
Jujur, suka sih dengan desain minimalis seperti ini. Aman saja rasanya buat dibawa ke mana-mana, termasuk ke ruang kerja.
Seperti yang kami sebut di atas, laptop ini masih punya area yang ada RGB-nya, meski tampilan warnanya tidak bisa diatur per zona atau tombol.
Setidaknya, tombol W, A, S, dan D sudah dibuat transparan—berbeda dari tombol lainnya. Kemudian lampu latar di keyboard bisa diatur melalui Control Center dengan pilihan hingga 15 warna. Adapun, layout keyboard-nya sudah full-size dan dilengkapi numpad, serta dimensi touchpad-nya juga sudah lebar.
Bicara dimensi laptop, Acer Aspire 7 Pro memiliki ketebalan 22,7 mm dengan bobot sekitar 1,9 kg. Memang bukan laptop yang tipis dan ringan, tapi dimensinya masih terbilang wajar mengingat terdapat kartu grafis diskrit serta sistem pendingin dengan dua kipas dan dua heatpipe di dalamnya.
Konektivitasnya juga terbilang lengkap, dengan port di sisi kiri-kanan dan belakang. Laptop ini menyediakan USB-C full-function, beberapa port USB-A, HDMI 2.1, RJ-45 untuk Ethernet, slot microSD, dan jack audio 3,5 mm.
Membuka laptop ini, langsung terpampang layar IPS berukuran 15,6 inci dengan resolusi Full HD. Menariknya, walau bukan laptop gaming, Acer masih memberikan fitur refresh rate sampai 144Hz.
Cuma kurangnya, panel layar ini belum mencakup 100 persen ruang warna sRGB. Artinya, layarnya nggak cocok buat para kreator konten yang butuh akurasi warna tinggi.
Performa Lancar, Bisa Main FC 26
Acer Aspire 7 Pro yang kami uji ditenagai Intel Core 5 210H. Prosesor tersebut memiliki 8-core dan 12-thread dengan clock-speed mencapai 4,8 GHz.
Prosesornya dipasangkan dengan kartu grafis diskrit Nvidia GeForce RTX 3050 Laptop GPU berkapasitas VRAM 4 GB. Acer memberikan maximum graphics power (MGP) hingga 95W.
RAM bawaannya berkapasitas 16 GB DDR4 dan dapat ditingkatkan hingga 32 GB. Acer menyediakan dua slot RAM yang bisa di-upgrade, begitu juga dua slot SSD NVMe PCIe Gen 4.
Unit yang kami uji menggunakan SSD 512 GB. Kapasitas tersebut sebenarnya cukup untuk kebutuhan kerja dan menyimpan beberapa game, tetapi bakal cepat penuh kalau memasang game AAA seperti EA Sports FC 26 yang kami install ini.
Berikut hasil benchmark Acer Aspire 7 Pro:
| Pengujian | Skor |
|---|---|
| PCMark 10 | 7.103 poin |
| PCMark 10 Essentials | 9.023 poin |
| PCMark 10 Productivity | 13.872 poin |
| PCMark 10 Digital Content Creation | 7.769 poin |
| 3DMark Solar Bay | 23.218 poin |
| 3DMark Solar Bay Graphics Test | 88,28 FPS |
| 3DMark Solar Bay Extreme | 4.723 poin |
| 3DMark Solar Bay Extreme Graphics Test | 33,03 FPS |
| 3DMark Steel Nomad Light | 5.174 poin |
| 3DMark Steel Nomad Light Graphics Test | 38,33 FPS |
Skor PCMark 10 sebesar 7.103 poin menunjukkan laptop ini punya performa yang sudah mumpuni untuk penggunaan harian. Skor Productivity-nya juga mencapai 13.872 poin.
Kalau dirinci lagi, Spreadsheet mencatat skor 15.849 poin dan Writing sebesar 12.142 poin. Sementara untuk pembuatan konten, Photo Editing menghasilkan skor 9.430 poin, Rendering and Visualization 9.381 poin, serta Video Editing 5.301 poin.
Kami juga menjalankan Geekbench AI pada CPU dan GPU. Pengujian ini bukan dilakukan melalui neural processing unit (NPU), karena Intel Core 5 210H memang tidak dilengkapi unit pemrosesan AI khusus seperti jajaran Core Ultra. Berikut hasil pengujiannya:
| Geekbench AI | CPU | GPU |
|---|---|---|
| Single Precision | 2.545 poin | 2.695 poin |
| Half Precision | 2.578 poin | 4.006 poin |
| Quantized | 6.920 poin | 6.320 poin |
Untuk menguji kemampuan gaming-nya, kami memainkan EA Sports FC 26 di Acer Aspire 7 Pro. Bermain game ini, Acer Aspire 7 Pro wajib disambungkan ke charger agar prosesor dan kartu grafisnya dapat bekerja di performa maksimal.
Kami juga mengaktifkan mode Performance di aplikasi Control Center. Jadi, karena bukan masuk ke jajaran laptop gaming Acer, Aspire 7 Pro tidak dilengkapi fitur PredatorSense untuk mengatur performanya.
Di Control Center sendiri, tersedia empat mode performa yang dapat dipilih, yakni Performance, Entertainment, Power Saving, dan Quiet. Di aplikasi ini juga, kami bisa mengatur putaran kipasnya, bisa ke Auto atau Maximum, malah ada juga opsi Custom.
Saat pertama dimainkan, FC 26 berjalan mulus pada 60 FPS ke atas. Gameplay-nya lancar, pergerakan pemain juga tidak patah-patah, dan perpindahan antara pertandingan maupun menu juga berjalan mulus.
Lagian, secara spesifikasi, Acer Aspire 7 Pro memang seharusnya sanggup menjalankan FC 26. Info saja, EA menetapkan Intel Core i5-6600K atau AMD Ryzen 5 1600, RAM 8 GB, serta GeForce GTX 1050 Ti atau Radeon RX 570 sebagai persyaratan minimum.
Sementara spesifikasi yang direkomendasikan EA adalah Intel Core i7-6700 atau Ryzen 7 2700X, RAM 12 GB, dan GeForce GTX 1660 atau Radeon RX 5600 XT.
Nah, Intel Core 5 210H and RAM 16 GB yang digunakan Acer Aspire 7 Pro sudah melampaui rekomendasi tersebut. RTX 3050 Laptop GPU 95W juga berada jauh di atas batas minimum dan memang mampu menjalankan FC 26 pada resolusi Full HD dengan frame rate 60 FPS ke atas.
Namun, masalah baru muncul setelah kami bermain lebih dari 90 menit secara terus-menerus. Gameplay FC 26 langsung nge-lag parah, padahal laptop masih berada di mode Performance, putaran kipas Maximum, serta tersambung ke charger.
Alhasil, satu-satunya cara yang berhasil kami lakukan adalah menutup FC 26, lalu membuka kembali game tersebut. Setelah game dijalankan ulang, performanya langsung kembali normal dan gameplay kembali berjalan mulus.
Dugaan awal kami, masalahnya mungkin berkaitan dengan software atau pengelolaan sumber daya game setelah dimainkan cukup lama, bukan karena spesifikasi Acer Aspire 7 Pro tidak sanggup menjalankannya.
Kesimpulan
Acer Aspire 7 Pro kasih performa yang mumpuni buat mahasiswa, pekerja, atau pengguna yang memang butuh laptop bertenaga tanpa tampilan gaming yang terlalu mencolok. Buat kami, kombinasi Intel Core 5 210H, RAM 16 GB, dan RTX 3050 95W sanggup menangani pekerjaan produktivitas, pengolahan konten, sampai bermain game.
Layar 144Hz, konektivitas yang lengkap, serta RAM dan penyimpanan yang masih bisa di-upgrade juga menjadi nilai tambah.
Catatannya, layarnya belum mencakup 100 persen sRGB, sehingga kurang ideal untuk pekerjaan visual profesional yang membutuhkan akurasi warna tinggi.
Selain itu, kemampuan gaming-nya sebenarnya cukup meyakinkan. FC 26 dapat berjalan mulus pada 60 FPS ke atas, meski kami mengalami penurunan performa setelah bermain lebih dari 90 menit.
Belum diketahui apakah masalah tersebut berasal dari game, driver, suhu, atau software bawaan laptop. Terlepas dari catatan itu, Acer Aspire 7 Pro tetap menarik bagi pengguna yang mencari satu laptop untuk kuliah, bekerja, dan sesekali bermain game.
FAQ Artikel
Apakah Acer Aspire 7 Pro laptop gaming murni?
Bukan, laptop ini tidak dirancang sebagai laptop gaming murni seperti seri Nitro atau Predator, melainkan sebagai laptop harian berkinerja tinggi yang bertenaga.
Berapa kapasitas MGP kartu grafis Acer Aspire 7 Pro?
Acer Aspire 7 Pro menggunakan kartu grafis Nvidia GeForce RTX 3050 Laptop GPU dengan Maximum Graphics Power (MGP) mencapai 95W.
Apakah layar Acer Aspire 7 Pro cocok untuk editor konten profesional?
Kurang cocok, karena panel layar IPS pada laptop ini belum mencakup 100 persen ruang warna sRGB sehingga kurang ideal untuk akurasi warna yang presisi.
Mengapa game EA Sports FC 26 tiba-tiba lag setelah dimainkan 90 menit?
Masalah tersebut diduga terkait dengan software sistem atau manajemen sumber daya game yang dijalankan terlalu lama, bukan akibat keterbatasan spesifikasi hardware.