Rekayasa Lalu Lintas dan Jam Rawan Saat Aksi Demo 28 Agustus
Uzone.id - Jakarta akan kembali dikepung demonstrasi. Itu klaim dari massa buruh. Sebagai antisipasi, kalian yang tetap beraktifitas hari ini (28/8) baiknya melakukan tindakan antisipasi agar tidak terjebak.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, mengatakan titik utama unjuk rasa di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Aksi unjuk rasa dijadwalkan dimulai pukul 10.15 WIB. Sehingga setelah jam tersebut sampai sekitar pukul 16.00 WIB sangat berpotensi terjadi kemacetan dan penutupan jalan, serta pada pukul 16.00 - 20.00 WIB dimana biasanya terjadi bubaran massa.
Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin mengatakan, skenario rekayasa arus lalu lintas sudah disiapkan. Namun pengalihan arus lalu lintas bersifat situasional tergantung jumlah massa yang hadir.
"Untuk konsep pelayanan penyampaian pendapat di muka umum, ini konsepnya masih sama, jadi silakan masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum ya, diatur oleh undang-undang," kata Komarudin dikutip Uzone.id.
Bila massa demo bisa berbagi ruas jalan dengan pengguna jalan lain, maka arus lalu lintas tetap berjalan normal. Namun jika massa sampai memakan badan jalan, maka akan dilakukan pengalihan arus.
"Kalau pun jumlah massa nya banyak, yang mengharuskan menggunakan kapasitas ruas jalan, maka kami akan melakukan pengalihan. Jadi sifatnya situasional," ujar dia.
Pendemo Diimbau Tak Masuk Jalur Tol
Komarudin mengingatkan massa aksi untuk tidak masuk jalan tol. Sebab bisa menyebabkan kemacetan panjang dan membahayakan pengendara lain.
"Kami tentunya sangat menyayangkan ya kalau sampai massa aksi itu masuk jalan tol, apalagi sampai mengganggu aktivitas jalan ya, ini yg tentu sangat sangat disayangkan," ujar dia.
Komarudin menegaskan pihaknya akan menindak tegas jika massa nekat memasuki jalur tol dan mengganggu aktivitas masyarakat. “Massa yang masuk ke tol akan kita lakukan penegakan hukum,” ujarnya
Said Iqbal pun sudah menghimbau agar massa tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat merugikan citra buruh juga menodai kesucian perjuangan mereka.
Potensi Transportasi Terdampak
Sejumlah layanan transportasi umum diprediksi bakal terdampak aksi demo 28 Agustus ini. KRL jalur Tanah Abang - Palmerah harus diwaspadai, kemudian Transjakarta rute sekitaran Palmerah dan Senayan berpotensi dialihkan atau distop. Lalu MRT Jakarta juga berpotensi mengalami lonjakan penumpang.
Sejumlah pengguna KRL Commuter Line Jabodetabek mengaku bakal kerepotan jika Stasiun Karet nantinya akan ditutup. Pasalnya, tempat itu jadi titik pemberhentian terdekat dari dan ke kantornya.
Opsi rekayasa juga disiapkan KAI Commuter di lintas Tanah Abang–Palmerah untuk hari ini. Rekayasa jalur tersebut buntut rencana Demo Buruh 28 Agustus 2025.
“Sebagai antisipasi perjalanan Commuter Line dari rencana aksi penyampaian aspirasi massa di wilayah Gedung DPR/MPR RI pada Kamis, 28 Agustus 2025. KAI Commuter akan melakukan rekayasa pola operasi perjalanan Commuter Line Rangkasbitung jika kondisi di lintas jalur rel antara Tanah Abang - Palmerah tidak kondusif dan membahayakan perjalanan kereta api,” demikian pengumuman resmi KAI Commuter dikutip dari akun X resmi @CommuterLine.
KAI Commuter juga menyarankan warga memilih stasiun alternatif yakni Stasiun Kebayoran untuk perjalanan kereta menuju Rangkasbitung.
“Stasiun alternatif keberangkatan selain Stasiun Palmerah #RekanCommuters dapat berangkat dari Stasiun Kebayoran,” demikian kutipan KAI Commuter.