Regulasi Baru MotoGP 2027 Bikin Motor Lebih Lambat, Jadi Kurang Seru?
Uzone.id - Motor MotoGP tahun 2027 bakal lebih lambat karena perubahan regulasi dari 1.000 cc jadi 850 cc. Apakah motor yang makin lambat bikin balapan jadi kurang seru?
Menurut legenda MotoGP sekaligus kepala keselamatan Dorna, Loris Capirossi, motor MotoGP 850 cc diprediksi akan lebih lambat hingga 2,5 detik per lap dibandingkan motor generasi saat ini.
Pernyataan tersebut ia sampaikan berdasarkan data simulasi awal yang dilakukan para insinyur pabrikan.
Musim 2027 memang akan menjadi salah satu titik balik paling radikal dalam sejarah MotoGP dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Setelah sejak 2012 menggunakan mesin 1.000 cc, MotoGP memutuskan beralih ke 850 cc demi alasan keselamatan dan kualitas balapan.
Bukan cuma mesin, regulasi baru juga memangkas penggunaan perangkat pengatur ketinggian motor serta mengurangi elemen aerodinamika seperti sayap dan spoiler yang selama ini berperan besar dalam menciptakan kecepatan tinggi.
Selain itu, MotoGP 2027 juga akan menandai pergantian pemasok ban resmi. Michelin yang selama ini menjadi partner utama akan digantikan oleh Pirelli. Perubahan ban ini tentu akan menambah tantangan baru bagi tim dan pembalap dalam proses adaptasi.
Alasan utama di balik seluruh perubahan ini adalah untuk menekan kecepatan puncak motor yang sudah terlalu ekstrem.
Perlu diingat, motor MotoGP era 1.000 cc saat ini merupakan yang tercepat sepanjang sejarah. Bahkan hingga musim 2025, rekor lap time terus dipecahkan di hampir semua sirkuit.
"Motor (MotoGP) itu akan lebih lambat hingga 2,5 detik," katanya di podcast Mig Babol, seperti dikutip dari Crash.
Capirossi membandingkan situasi ini dengan era 2007, ketika MotoGP beralih dari mesin 990 cc ke 800 cc. Saat itu, kecepatan motor juga sempat menurun di awal penerapan regulasi.
"Data yang dikumpulkan oleh para insinyur di pabrikan yang terlibat dalam simulasi awal menunjukkan bahwa sepeda motor pada tahun 2027 akan 1,5 hingga 2,5 detik lebih lambat daripada sepeda motor saat ini. Alasan utamanya adalah kurangnya spoiler dan sayap, serta mesin 850 cc," terang Capirossi.
Meski begitu, ia yakin sejarah akan terulang. Pada awal penerapan regulasi, performa memang cenderung turun. Namun seiring waktu dan perkembangan teknologi, motor akan kembali menjadi lebih kencang. Pengembangan berkelanjutan selalu menjadi ciri khas MotoGP.
"Menurut saya, sejarah akan terulang kembali. Awalnya, segala sesuatunya biasanya akan berjalan lebih lambat: peraturan-peraturan tersebut dirancang justru untuk alasan ini, tetapi dengan tahap pengembangan selanjutnya, prosesnya akan kembali dipercepat," tambahnya.
Beberapa pabrikan seperti KTM dan Honda bahkan sudah mulai menguji prototipe mesin 850 cc sejak musim dingin ini. Artinya, proses adaptasi sudah berjalan, meski masih dalam tahap awal.
Dengan semua perubahan tersebut, MotoGP 2027 bukan berarti akan kehilangan daya tarik. Justru, persaingan bisa semakin ketat karena pembalap dituntut lebih mengandalkan skill, konsistensi, dan kemampuan beradaptasi. Siapa yang paling cepat memahami karakter motor baru, dialah yang akan unggul.
Ditambah lagi, pengembangan motor 850 cc masih punya potensi besar. Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun, MotoGP generasi baru ini kembali mencetak kecepatan luar biasa dengan teknologi yang terus disempurnakan. Jadi, meski lebih lambat di atas kertas, keseruan balapan MotoGP tampaknya tetap terjaga.