Gadget

Rebutan Memori Sama Proyek AI, Harga iPhone 18 Bakal Naik?

Muhammad Faisal Hadi Putra
Rebutan Memori Sama Proyek AI, Harga iPhone 18 Bakal Naik?

Uzone.id - Ada kemungkinan harga iPhone di tahun depan naik. Alasannya, menurut analis JPMorgan yang dikutip dari Financial Times, komponen memori diprediksi bakal menguras hingga 45 persen dari total biaya pembuatan iPhone pada 2027 mendatang, naik tajam dari yang saat ini hanya sekitar 10 persen.

Padahal, Apple selama ini rutin memborong memori untuk sekitar 250 juta unit iPhone setiap tahunnya dan selalu jadi salah satu pelanggan terbesar. Sayangnya, posisi Apple bukan lagi sebagai ‘pelanggan utama’ yang bisa mengatur kesepakatan harga dan pasokannya, melainkan harus sikut-sikutan dengan perusahaan lain

Penyebab utamanya adalah proyek infrastruktur AI yang sangat masif, dan disubsidi besar-besaran saat ini. 

Demi membangun pusat data yang sanggup menangani komputasi model AI canggih, para pembeli infrastruktur seperti Nvidia kini berani menawar lebih mahal ketimbang produsen barang elektronik biasa. 

Mereka memperebutkan stok pasokan yang terbatas dari pabrikan raksasa macam Samsung, SK Hynix, dan Micron. Perusahaan-perusahaan cloud bahkan sampai rela membayar uang muka hingga miliaran dolar AS demi mengamankan kuota.

Kondisi ini sangat berbeda dengan kebiasaan industri sebelum terjadinya fenomena ‘AI Bubble’. Sebelumnya, perusahaan mengunci kesepakatan volume pasokan terlebih dahulu, baru menegosiasikan harga belakangan.

Kabarnya, hal ini pun berpengaruh pada perencanaan produk Apple ke depannya, seperti jadwal peluncuran iPhone 18 Series yang kabarnya bakal dipecah. 

Beda dari biasanya, peluncuran iPhone 18 Series tidak lagi dilakukan serentak. Varian Pro, Pro Max, dan iPhone Fold akan dirilis pada September tahun ini, sementara tipe yang lebih terjangkau seperti iPhone 18 reguler baru akan dilepas ke pasaran pada musim semi 2027 mendatang. 

Dilansir dari Macrumors, momen krusial ini juga bertepatan dengan masa transisi di pucuk pimpinan Apple. John Ternus akan resmi menggantikan Tim Cook sebagai CEO pada 1 September nanti, atau tepat sebelum Apple Event 2026 digelar. 

Kemungkinan besar, keputusan besar pertama bos baru Apple adalah memilih antara menaikkan harga iPhone terbaru—membebankannya langsung kepada konsumen, atau membiarkan Apple menelan sendiri beban kenaikan biaya komponen ini.

"Mereka punya dua pilihan: menaikkan harga jual produk, atau mereka bisa bilang, 'mari kita sikat demi merebut pangsa pasar'," ujar Wamsi Mohan, Analis dari Bank of America. 

Mengingat Apple harus bersaing sangat ketat dengan merek smartphone lokal di pasar raksasa seperti India dan China, Mohan memprediksi ada peluang besar Apple bakal ‘mengorbankan’ margin keuntungan dan lebih memilih opsi kedua untuk menjaga market share mereka.