Realme 'Rujuk' dengan Oppo, Posisinya Kembali Jadi Sub-brand
Uzone.id - Setelah sempat berpisah dan jalan sendiri selama beberapa tahun, Realme dilaporkan bakal kembali berada di bawah naungan Oppo. Kabarnya, status Realme akan berubah lagi menjadi sub-brand Oppo, sama seperti saat pertama kali mereka muncul di 2018.
Dilaporkan media asal China, Leifeng.com, meski struktur perusahaan kembali berubah, Founder dan CEO Realme, Sky Li, disebut tetap memegang kendali dan tanggung jawabnya seperti biasa, hanya saja kini ia harus melapor ke manajemen Oppo dalam penyelarasan organisasi baru ini.
Katanya, berdasarkan bocoran dari orang dalam Oppo langsung, langkah ini diambil untuk memperkuat kolaborasi antara tiga merek, yakni Oppo, Realme, dan OnePlus. Tujuannya supaya manajemen sumber daya lebih efisien dan strategi ekspansi global Oppo makin tajam.
Nantinya, Oppo akan berperan sebagai merek utama, sementara OnePlus dan Realme bakal beroperasi sebagai sub-brand pelengkap yang punya gaya marketing dan target pasar masing-masing.
Kabar baiknya, pergeseran manajemen ini tidak akan mengganggu jadwal rilis produk. Ponsel-ponsel baru Realme yang sudah antre untuk rilis tetap akan meluncur sesuai jadwal.
Kembalinya Realme ke dalam organisasi Oppo juga memberikan keuntungan buat konsumen. Realme kabarnya bakal diintegrasikan ke dalam sistem layanan purna jual Oppo. Jadi, pengguna Realme, khususnya di China, nantinya bisa servis perangkat mereka di lebih dari 5.000 toko fisik milik Oppo.
Sekadar info, Realme awalnya memang lahir sebagai sub-brand Oppo pada Mei 2018, sebelum akhirnya ‘pisah di akhir tahun yang sama.
Strategi ini sebenarnya tak lepas dari induk usaha mereka terdahulu, BBK Electronics. Dikutip dari GSMArena, grup yang menaungi Oppo, Vivo, OnePlus, iQOO, dan Realme ini akhirnya resmi bubar jalan pada 2023.
Posisi konglomerasi tersebut kini digantikan oleh tiga entitas bisnis yang berdiri sendiri, yakni Oppo, Vivo, dan Imoo, brand yang populer lewat produk smartwatch anak.