Gadget

Rasanya Nyoba 'Xbox Handheld' di Asus ROG Xbox Ally X

Muhammad Faisal Hadi Putra
Rasanya Nyoba 'Xbox Handheld' di Asus ROG Xbox Ally X

Uzone.id - Racun baru jelang akhir tahun 2025 dari Asus, apalagi kalau bukan konsol handheld yang baru, duet ROG Xbox Ally dan Xbox Ally X. Keduanya resmi dijual di Indonesia, momen yang pas jelang musim liburan natal dan tahun baru. 

Kami berkesempatan menjajal langsung varian dengan spesifikasi paling tinggi, Asus ROG Xbox Ally X. Jujur, karena kami juga pernah menggunakan ROG Ally X, konsol yang baru ini benar-benar kasih kesan yang berbeda. 


Embel-embel ‘Xbox’ benar-benar terasa, bukan cuma di software tapi juga di desainnya. Saat pertama kali kami memegang Asus ROG Xbox Ally X, feel-nya langsung mengingatkan kami pada kontroler Xbox. 



Layout tombol ABXY, D-Pad, dan trigger-nya terasa familiar. Makin terasa gaming dengan hiasan lampu RGB yang menyala di sekeliling kontrol analognya.


Saat menggenggam konsol ini, rasanya seperti memegang kontroler Xbox. Asus mengatakan, Asus ROG Xbox Ally dan Ally X memang menjadi kombinasi ideal antara ROG Ally dengan Xbox Controller, yang dari sisi desain memang sudah sangat nyaman.


Khusus untuk ROG Xbox Ally X, sensasi gaming-nya ditingkatkan lewat vibration motor pada trigger kiri dan kanan. Haptic feedback bakalan terasa, khususnya saat kalian main game balapan atau perang. 

Secara bobot, konsol ini memang terasa lebih berat dari ROG Ally X. Asus ROG Xbox Ally X punya bobot 713 gram, yang bahkan lebih berat dari Xbox Ally ‘polosan’ yang hanya 678 gram. 


Sebenarnya, peningkatan bobot ini wajar dan terasa sepadan, karena Asus membenamkan baterai 80Wh yang lebih besar, jauh dibanding model standar yang hanya 60Wh.

Di bagian tengah, ada layar LCD 7 inci Full HD 120Hz. Memang agak tanggung rasanya panel ini masih LCD, alih-alih OLED. Namun, kualitasnya tetap jempolan kok.


Panel ini sudah mendukung FreeSync Premium, sangat responsif, dan dilapisi Gorilla Glass Victus dengan lapisan DXC Anti-Reflection yang efektif mengurangi pantulan.



Ditenagai dapur pacu paling gahar

Ini bagian ‘otak’-nya. ROG Xbox Ally X ditenagai prosesor baru AMD Ryzen AI Z2 Extreme. Ini adalah upgrade besar dibanding sebelumnya. 

Prosesor AMD ini juga sudah dilengkapi NPU (Neural Processing Unit). Artinya, kalau ada game yang membutuhkan NPU ke depannya, konsol ini dipastikan sudah siap.

Performanya didukung oleh RAM super lega dan kencang, 24 GB LPDDR5X-8000. Kemudian dipasangkan dengan penyimpanan 1 TB SSD M.2 2280. 


Lagi-lagi, ini lebih gahar dari ROG Xbox Ally versi reguler. Info saja, Asus ROG Xbox Ally versi standar ditenagai AMD Ryzen Z2 A dan RAM LPDDR5X 6400 MHz 16 GB.

Untuk mengatur performanya, tinggal tekan tombol Armoury Crate SE di sisi kiri konsol, tepat di sebelah tombol Xbox Game Bar. Di sini, tersaji 4 mode pertama, dari Windows, Silent, Performance (menjadi default saat konsol tidak tersambung charger), dan Turbo (akan aktif ketika konsol terhubung ke charger).

Peningkatan performa ini membuat kami bisa bermain game lebih lama dan lebih baik. Sebagai perbandingan, Silent Mode di ROG Xbox Ally X diklaim sama kencangnya dengan ROG Ally X generasi sebelumnya saat menggunakan mode Performance.

Ada beberapa pengaturan lain pada Armoury Crate yang bisa diaktifkan. Salah satunya real-time monitor, buat kalian yang ingin tau seberapa tinggi tingkat FPS saat main game favorit. Mengatur Game Profile hingga batasan FPS tiap game-nya, juga bisa dilakukan pada Command Center pada Armoury Crate SE. 


Karena sudah berbasis Windows, konsol ini tentu bisa memainkan semua game Windows, baik dari Epic, Steam, dan tentu saja Xbox. Ini juga menjadi handheld pertama yang langsung terintegrasi ke Xbox UI, sehingga antarmukanya sudah sangat familiar bagi para gamer.

Bicara tentang Xbox Game Bar, ini adalah fitur bawaan di Windows 11 yang menyediakan overlay untuk mengontrol aktivitas saat bermain game. Dengan fitur ini, kalian dapat merekam layar, mengambil screenshot, mengakses library game yang sudah terpasang, hingga terhubung dengan teman. 


Berkat modifikasi di level sistem, Microsoft dan Asus juga mengoptimalkan game Xbox pada layar touchscreen yang lebih kecil pada ROG Xbox Ally dan Ally X. Juga, game-game yang dimainkan di konsol ini bisa optimal untuk konsol handheld, terkhusus soal kontrolnya. 

OS Windows-nya juga dirancang khusus untuk meminimalkan aktivitas latar belakang dan menunda tugas yang tidak penting, sehingga lebih banyak sumber daya sistem didedikasikan khusus untuk gaming. 



Port berbeda dengan ROG Xbox Ally


Asus juga kasih pembeda pada ROG Xbox Ally X. Konsol ini punya dua port USB-C. Satu port adalah USB 4 yang sudah kompatibel dengan Thunderbolt 4, mendukung DisplayPort 1.4, dan Power Delivery 3.0. Satu port lagi adalah USB 3.2 Gen 2 Type-C.

Port USB 4 ini tak tersedia pada ROG Xbox Ally standar. Sebagai gantinya, tetap ada sepasang USB-C dengan standar USB 3.2 Gen 2. Kemudian tepat di sebelahnya, masih ada jack audio 3,5mm dan slot microSD card reader UHS-II.



Harga dan ketersediaan


Asus ROG Xbox Ally dibanderol dengan harga Rp9.999.000 di Indonesia, sementara ROG Xbox Ally X dijual Rp14.999.000.