Ramai Soal Pengawalan Pejabat, Perlu Contoh dari Presiden?
Uzone.id - Gerakan "Stop Tot Tot Wuk Wuk" yang menggambarkan penggunaan pengawalan dengan sirene dan rotator mendapatkan perhatian lebih lanjut. Kali ini pejabat diminta bijak untuk pakai pengawalan dan bisa mencontoh Prabowo Subianto selaku presiden.
Permintaan ini datang dari Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari yang menyebut pejabat yang menggunakan pengawalan bisa mencontoh Presiden Prabowo.
Qodari mengklaim, pengawalan Presiden Prabowo Subianto yang menjadi orang nomor satu di Indonesia saat ini minim suara bising sirene saat melintas di jalan umum.
Dari pengalaman Uzone.id saat Test Drive Mitsubishi Destinator di Sentul, Jawa Barat, sempat bertemu dengan rombongan Presiden Prabowo.
Kala itu, memang banyak pengawal yang mengamankan sesuai protokoler Kepresidenan, namun tidak ada satupun suara sirene yang terdengar.
Pengawal memang meminta dibukakan jalan kepada pengendara lain, namun menggunakan gestur tubuh saja tanpa bermain sirene.
"Pak Mensesneg, Mas Pras, sudah menegaskan bahwa pejabat publik harus bijak menggunakan pengawalan, dan mencontoh Presiden Prabowo yang hormat kepada pengguna jalan lain. Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto juga mengakui jarang menggunakan strobo, karena merasa terganggu, dan ingin memberikan contoh kepada masyarakat," ujar Qodari seperti dikutip dari Antara.
Qodari mengaku dirinya hampir tidak pernah menggunakan pengawalan dengan strobo dan sirene saat di perjalanan saat menjabat sebagai Wakil kepala Staf Kepresidenan.
Bukan cuma itu, Qodari juga mengaku lebih sering menyetir sendiri tanpa adanya pengawalan.
"Tetap ada mobil walpri tetapi hanya pada kondisi-kondisi tertentu saja menggunakan strobo. Misalnya, kalau harus mengejar meeting dan yang lain-lain. Selebihnya tidak dipakai," jelasnya.
Memang saat ini pejabat yang mendapatkan pengawalan sedang menjadi sorotan netizen. Pasalnya sinar lampu rotator dan suara sirene yang melekat pada pengawalan pejabat dianggap mengganggu.
Korlantas Polri pun bergerak cepat menanggapi keluhan netizen di jalan raya. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho pun membekukan sementara penggunaan sirene dan rotator alias strobo ini.
Namun pengawalan terhadap kendaraan pejabat tertentu tetap dilaksanakan, hanya saja penggunaan strobo hanya boleh dilakukan pad akondisi tertentu yang benar-benar prioritas.
"Kami menghentikan penggunaan suara-suara itu, sembari dievaluasi secara menyeluruh. Pengawalan tetap bisa berjalan, hanya saja untuk penggunaan sirene dan strobo sifatnya dievaluasi. Kalau memang tidak prioritas, sebaiknya tidak dibunyikan," ujar Irjen Pol Agus Suryonugroho seperti dikutip dari Korlantas Polri.
Irjen Pol Agus pun berterima kasih atas kepedulian publik atas kritik terhadap pihaknya, langkah selanjutnya adalah dengan menyusun ulang aturan penggunaan sirene dan rotator untuk mencegah penyalahgunaan di jalan raya.