Digilife

Ramai Gambar Garuda Hasil AI: Gak Sesuai Kaidah, Kena Sindir Wikipedia

Vina Insyani
Ramai Gambar Garuda Hasil AI: Gak Sesuai Kaidah, Kena Sindir Wikipedia

Uzone.id — Peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026 kemarin diwarnai dengan kritikan pedas masyarakat Indonesia mengenai lambang Garuda pada postingan beberapa lembaga dan kementerian Indonesia.

Bagaimana tidak, lambang Garuda yang menjadi identitas negara tersebut ketahuan dibuat oleh AI. Lebih parahnya, Garuda bikinan AI ini tidak sesuai dengan kaidah lambang negara menurut ketentuan UU No. 25 Tahun 2009 dimana setiap helaian sayapnya memiliki makna mendalam mengenai sejarah Indonesia.




Salah satu lembaga yang di-call out oleh masyarakat Indonesia adalah BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Lembaga tersebut menampilkan ucapan Hari Pancasila dengan lambang Garuda yang tidak sesuai kaidah.

Dari yang seharusnya 17 helai di masing-masing sayap (tanggal kemerdekaan AI) malah menjadi 16 dan 15 helai saja, helai bagian ekor yang harusnya 8 helai malah menjadi 7 helai saja, lambang dari masing-masing sila Pancasila juga dianggap tidak sesuai.

 



Setelah mendapat kritikan pedas, BRIN pun menyampaikan permintaan maaf mereka atas ‘kesalahan’ dalam postingan soal Hari Lahir Pancasila di platform mereka.

“Hal ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih teliti, cermat, dan berhati-hati dalam proses pembuatan serta penyebaran konten di masa mendatang. Sebagai bentuk tanggung jawab dan evaluasi internal, konten tersebut telah kami perbaiki,” katanya.

Gak cuma BRIN, akun Instagram Sekretariat Wakil Presiden RI (Setwapres.ri) juga ketahuan menggunakan AI dalam poster mereka. Lagi-lagi, Garuda yang ditampilkan dalam postingan tersebut tidak sesuai dengan kaidah, yakni sayap yang berjumlah 18 helai (harusnya 17 helai).




Akun Kementerian Ketenagakerjaan RI dan Divisi Humas Polri juga melakukan kesalahan yang sama, dimana mereka mengunggah lambang Garuda Pancasila dengan komposisi yang tidak sesuai dengan UU yang sudah ditetapkan. 




Lembaga lain seperti pemerintahan daerah DKI Jakarta hingga politisi Ganjar Pranowo juga menggunakan lambang Garuda hasil bikinan AI dengan komposisi yang salah.

Disindir Wikipedia

Penggunaan AI untuk membuat lambang negara yang dilakukan kementerian hingga lembaga pemerintahan ini juga sempat disindir oleh platform ensiklopedia online, Wikipedia.

Dalam postingannya, mereka menyoroti penggunaan AI untuk membuat lambang Garuda yang seharusnya tidak perlu ‘repot-repot’ dilakukan.

“Tidak perlu dibuat menggunakan AI, cukup unduh (download) lambang Garuda Pancasila di Wikimedia Commons. Mudah, cepat, dan gratis,” kata Wikipedia Indonesia dalam akunnya @idwiki.