Ramai Fake BTS di Sekitar MRT, SMS Penipuan Catut Nama Bank
Highlight Artikel
- Modus penipuan Fake BTS menyasar pengguna MRT Jakarta di rute Blok M hingga Bundaran HI.
- Pelaku menyebarkan 20 ribu SMS penipuan massal per hari dengan meniru nama resmi bank dan operator seluler.
- Polda Metro Jaya berhasil menangkap 5 pelaku yang memiliki peran berbeda dalam operasi kejahatan siber ini.
- Para pelaku meraup keuntungan hingga Rp50 juta dalam tiga bulan beroperasi secara otodidak.
Uzone.id – Sebuah modus
penipuan kembali muncul ke tengah masyarakat. Kali ini, pelaku siber
memanfaatkan perangkat canggih yang bisa dimanfaatkan untuk menyebarkan
pesan/SMS penipuan di kawasan tertentu, salah satunya di sekitar MRT Jakarta.
Modus ini dibongkar oleh Polda Metro Jaya dimana ada sekitar
5 orang yang menjadi pelaku dalam modus penipuan terbaru ini. Lantas bagaimana modus penipuan ini bekerja?
Berikut penjelasannya.
Modus Penipuan Fake BTS di MRT
SMS penipuan ini
ternyata dikirim secara massal (di-blast) ke masyarakat di sekitaran MRT
Jakarta dari Stasiun Blok M hingga Bundaran HI (dan sebaliknya) menggunakan
teknologi Fake BTS.
Bagi yang belum
familiar, Fake BTS ini memanfaatkan tower BTS yang palsu lalu memancarkan
sinyal palsu agar bisa menyambungkan perangkat korban ke antena mereka.
Selanjutnya, setelah tersambung, pelaku akan mem-blast SMS-SMS palsu agar bisa
masuk ke perangkat korban dan dibaca oleh mereka.
SMS penipuan
tersebut mengatasnamakan beberapa nama perusahaan, termasuk brand gerai kopi,
lalu mencatut nama operator seluler dan terakhir mencatut nama bank terkenal di
Indonesia.
Kronologi Pengungkapan dan Penangkapan Pelaku
Direktorat Tindak
Pidana Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya mengatakan bahwa pihaknya menerima
laporan dari warga mengenai SMS penipuan saat beraktivitas di sekitaran rute
MRT tersebut.
“Awalnya, kami mendapat laporan atau keluhan dari masyarakat terkait dengan adanya penerimaan SMS palsu atau fake SMS yang disebarkan atau di-blasting ketika beraktivitas sekitar rute MRT, mulai dari Bundaran HI sampai dengan Blok M," kata Kasubdit 4 Ditressiber Polda Metro Jaya, AKBP Grawas Sugiharto dikutip dari berbagai sumber.
Fake BTS ini
mampu meniru sinyal resmi dari masing-masing operator. Setelah terpasang,
teknologi ini bisa membuat SMS yang disebar ke masyarakat tampil dengan nama
pengirim resmi, termasuk nama bank dan operator seluler.
Salah satu yang sering ditemukan oleh korban adalah berupa pemberitahuan poin dari bank yang akan kadaluarsa. Karena dianggap sebagai pengirim yang sah dan valid, SMS tersebut pun banyak memakan korban.
Terkait modus yang seringkali mencatut nama bank hingga
operator seluler, Grawas menjelaskan bahwa pelaku tidak mengincar momen
tertentu dan hanya menggunakan pola atau template pesan yang sama.
5 Pelaku dengan inisial GM, NL, AGW, JYI, dan AD ini
memiliki peran yang berbeda-beda. Penangkapan kelimanya dimulai dari GM yang
merupakan operator fake BTS pada Jumat, 31 September 2026.
Kala itu, dirinya sedang mengemudikan mobil di sekitaran MRT
untuk memancarkan sinyal palsu dari BTS tersebut.
“Untuk mengoperasikannya, cukup butuh satu orang dan orang
tersebut juga merangkap sebagai driver,” kata Grawas.
Polisi mencurigai gerak-gerik mobil GM yang terlihat
bolak-balik di sekitaran MRT saat rush hour dengan laju yang lambat–yaitu 30
sampai 40 km per jam.
Peran dan Teknis Operasi Pelaku
Selain pemancar sinyal palsu atau fake BTS, pelaku GM juga
membawa beberapa alat lainnya untuk melancarkan tindakannya tersebut. Alat
tersebut diantaranya amplifier Uninterruptible Power Supply (UPS), dan
aki sebagai sumber daya.
Dalam kondisi daya penuh, jangkauan alat fake BTS ini
diperkirakan bisa mencapai sekitar 1 hingga 1,5 kilometer dari tempat asalnya.
Selain GM, ada juga pelaku lain dengan peran yang berbeda,
yaitu JYI sebagai teknisi yang memasang perangkat fake BTS ke mobil, AD dengan
tugas mengatur isi dan jumlah SMS yang dikirim, NL yang berperan untuk mencari
mobil serta AGW yang memberikan gaji pada NL dan GM.
Melihat jangkauan fake BTS yang bisa menyentuh 1,5 km dan
kondisi lokasi MRT yang ramai, SMS palsu yang di-blasting oleh para pelaku
diperkirakan mencapai 20 ribu SMS penipuan per harinya.
Dari dari jumlah tersebut, tak sedikit korban yang
kemungkinan terperangkap karena nama kontak yang sekilas terlihat valid.
Keuntungan SMS Penipuan dengan Fake BTS
Polisi mengungkap kalau tersangka berhasil memperoleh
‘pendapatan’ hingga Rp50 juta selama tiga bulan beroperasi menyebarkan SMS
palsu tersebut.
Di tengah pemeriksaan yang terus dilakukan oleh pihak
berwajib, terungkap juga bahwa para tersangka ini mempelajari modus fake BTS
secara mandiri atau otodidak.
Dari pengakuan pelaku berinisial JYI, dirinya mulai
mendalami modus penipuan ini setelah ditawari metode pengiriman SMS massal di
Telegram. Ketertarikan tersebut kemudian berlanjut hingga dirinya mulai
menggunakan peralatan teknis untuk bertindak lebih lanjut.
Saat ini, kasus SMS penipuan ini sudah ditangani oleh pihak
berwajib dan 5 tersangka pun sudah ditangkap.
FAQ Artikel
Apa itu modus penipuan Fake BTS?
Modus penipuan Fake BTS adalah metode penyebaran SMS palsu secara massal menggunakan tower BTS palsu yang memancarkan sinyal untuk menyambungkan perangkat korban, lalu mengirimkan SMS penipuan yang terlihat resmi.
Di mana lokasi modus penipuan ini beroperasi?
Modus penipuan ini beroperasi di sekitar rute MRT Jakarta, khususnya dari Stasiun Blok M hingga Bundaran HI dan sebaliknya.
Siapa saja pihak yang dicatut namanya dalam SMS penipuan ini?
SMS penipuan ini mengatasnamakan beberapa perusahaan, termasuk brand gerai kopi, operator seluler, dan bank terkenal di Indonesia.
Berapa banyak pelaku yang ditangkap dalam kasus ini?
Polda Metro Jaya berhasil menangkap 5 orang pelaku dengan inisial GM, NL, AGW, JYI, dan AD yang memiliki peran berbeda-beda.
Berapa estimasi SMS penipuan yang disebarkan setiap harinya?
Diperkirakan sekitar 20 ribu SMS penipuan disebarkan setiap harinya oleh para pelaku di area operasi mereka.
Berapa keuntungan yang diperoleh para pelaku dari penipuan ini?
Para tersangka berhasil memperoleh keuntungan hingga Rp50 juta selama tiga bulan beroperasi menyebarkan SMS palsu.
Bagaimana para pelaku mempelajari modus penipuan Fake BTS?
Para tersangka mempelajari modus Fake BTS secara mandiri atau otodidak, salah satunya dimulai dari tawaran metode pengiriman SMS massal di Telegram.