Automotive

Raksasa Minyak Arab Aramco Bikin Mesin Mobil Hybrid

Bagja Pratama
Raksasa Minyak Arab Aramco Bikin Mesin Mobil Hybrid

Uzone.id - Perusahaan minyak raksasa asal Arab Saudi, Aramco, kini menjadi perhatian di industri otomotif setelah memperkenalkan konsep pengembangan mesin khusus untuk mobil hybrid, yang disebut Dedicated Hybrid Engine (DHE). 

Langkah ini dilihat sebagai strategi cerdas Aramco untuk tetap relevan di tengah pergeseran global menuju elektrifikasi, di mana kebutuhan akan bahan bakar minyak (BBM) perlahan menurun.



Kendaraan hybrid dianggap sebagai jembatan yang ideal. Menurut Nayan Engineer, spesialis mesin dan peneliti bahan bakar di Aramco Americas, meskipun banyak konsumen menyukai kendaraan listrik (EV), sebagian besar masih mengandalkan mobil bensin di garasi mereka. 

Kehadiran mobil hybrid—yang masih menggunakan BBM—memastikan perusahaan minyak tetap memiliki eksistensi di pasar otomotif global.

“Banyak orang menyukai EV, tetapi di garasinya masih ada mobil bensin yang jadi andalan mereka. Hybrid dapat menjembatani perbedaan ini,” kata Nayan seperti dikutip dari Carbuzz.

Keunggulan dan Cara Kerja DHE Aramco


DHE dirancang dengan konfigurasi sederhana dan berfokus pada efisiensi bahan bakar. Tujuan utama dari mesin ini adalah mencapai biaya produksi yang lebih rendah sambil memberikan efisiensi bahan bakar yang jauh lebih baik.

Aramco mengklaim DHE mampu mencapai efisiensi bahan bakar 25 persen lebih baik dibandingkan dengan mesin-mesin mobil terkini lainnya.

Mesin ini diklaim memadukan performa mobil bermesin bensin yang sempurna dengan tenaga responsif ala kendaraan listrik murni. 

Hal ini menjawab kebutuhan konsumen, khususnya di Amerika, yang belum sepenuhnya siap beralih ke EV murni karena berbagai pertimbangan.



Ide yang diusung oleh Nayan Engineer ini menghasilkan mesin yang dimensinya lebih kecil dan ringkas. Secara mekanisme, DHE tidak dirancang untuk langsung menggerakkan roda, melainkan bertindak sebagai generator penggerak.

Mesin mengandalkan motor elektrik yang dipasang di ujung poros penggerak—mirip dengan teknologi e-Power milik Nissan. Dengan sistem ini, setiap penggerak pada mobil hanya menerima perintah dari satu motor elektrik. 

Komponen konvensional seperti axle dan transmisi dihilangkan, sehingga desain mesin menjadi lebih kompak.