Digilife

Rahasia Discord Bisa Atur 130 Ribu Aktivis Nepal Lawan Pemerintah

Muhammad Faisal Hadi Putra
Rahasia Discord Bisa Atur 130 Ribu Aktivis Nepal Lawan Pemerintah

Uzone.id - Gelombang protes besar yang dipicu oleh pemblokiran media sosial oleh pemerintah Nepal justru melahirkan sebuah fenomena yang tak terduga. Saat akses ke platform medsos seperti Facebook dan Instagram ditutup, anak-anak muda di Nepal beralih ke Discord untuk mengorganisir perlawanan hingga memilih pemimpin interim. 

Padahal, Discord adalah platform yang selama ini dikenal sebagai ‘markas’ para gamer. Namun kini, aplikasi tersebut punya satu usecase baru yang tidak terduga, menjadi ruang pemungutan suara darurat di tengah krisis politik di Nepal. 

Akar masalah dari gejolak di Nepal adalah keputusan pemerintah untuk melarang beberapa platform media sosial populer. Kebijakan ini menyulut kemarahan besar, terutama di kalangan anak muda atau Gen Z di Nepal.




Seperti dikutip dari Independent, protes yang awalnya hanya menentang sensor ini dengan cepat meluas menjadi gerakan melawan korupsi dan pengangguran. Aksi massa berhasil menumbangkan pemerintah yang berkuasa, meski diwarnai kekerasan yang menewaskan sedikitnya 51 orang dan lebih dari 1.300 orang terluka.

Di tengah kekosongan kekuasaan dan lumpuhnya media sosial besar, para aktivis membutuhkan markas digital baru, dan pilihan mereka jatuh pada Discord.

Kenapa harus Discord?





Tidak seperti platform chatting pada umumnya, Discord menawarkan struktur yang ideal untuk koordinasi massa dalam skala besar. Menurut laporan India Today, setidaknya ada lebih dari 130 ribu anggota yang masuk ke dalam server bernama ‘Youth Against Corruption’ di Discord.

Saat ada grup berisi ratusan ribu anggota di dalamnya yang perlu berkoordinasi secara cepat, bukannya terkendali, pasti akan kacau, benar? 

Nah, Discord memiliki keunggulan utama yang terletak pada struktur server yang memungkinkan diskusi dipecah menjadi banyak kanal terpisah. Dilansir dari Live Mint, para aktivis bisa membuat ruang khusus untuk strategi, laporan lapangan, hingga polling, sehingga informasi tidak tumpang tindih.

Selain itu, untuk mengelola anggota yang bejibun, Discord menyediakan sistem Peran atau Roles dan bot untuk moderasi yang ketat. Fitur ini krusial untuk menyaring provokator dan menjaga agar diskusi tetap fokus. Semua ini didukung oleh skalabilitasnya yang mampu menampung ratusan ribu anggota dalam satu server, jauh melampaui kapasitas platform pesan instan pada umumnya.






Sumber foto: AFP via Getty Images

Melalui serangkaian polling yang diadakan di server tersebut, para demonstran akhirnya mencapai sebuah konsensus. Sushila Karki, seorang mantan hakim agung berusia 73 tahun, terpilih menjadi pemimpin interim.

Penunjukannya ini menjadi momen bersejarah, menjadikannya perempuan pertama yang akan memimpin negara Nepal. Perannya sebagai pemimpin sementara akan berlangsung hingga pemilu untuk memilih perdana menteri definitif yang digelar pada 5 Maret 2026.