Ragam Inovasi di GoZero% Goes to Yogyakarta, Fokus Kelola Limbah
Uzone.id — Rangkaian GoZero
Goes to Yogyakarta dibuka dengan acara GoZero Innovation Festival yang hadir
sebagai ruang kreasi dan kompetisi inovasi bagi para karyawan Telkom khususnya
karyawan di Witel Regional III.
Digelar pada Selasa, (23/12), acara ini dibuka oleh sambutan
dari Rachmad Dwi Hartanto selaku EVP Telkom Regional III dan Gunawan Wasisto
selaku VP Sustainability Telkom Indonesia.
Dalam sambutannya tersebut, Gunawan Wasisto menyampaikan
bahwa rangkaian kegiatan di GoZero% ini diharapkan bisa memacu kesadaran semua
pihak–khususnya karyawan Telkom untuk turut meningkatkan kesadaran mereka dalam
aspek-aspek ESG, khususnya dalam hal menjaga lingkungan.
“Aktivitas manusia ternyata bisa mendatangkan dampak yang negatif, dan tentunya itu berjalan bertahun-tahun sehingga dampaknya terasa seperti sekarang. Harapannya ini tidak terjadi lagi,” kata Gunawan.
Ia melanjutkan, “Apa yang kita lakukan di GoZero ini adalah
langkah kecil untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan.”
Innovation Festival kali ini masih berfokus pada tantangan
dalam mengelola limbah di Indonesia, khususnya limbah sampah di Indonesia. Saat
ini, limbah sampah rumah tangga hingga limbah fiber optik masih menjadi masalah
bersama.
Oleh karena itu, kehadiran festival inovasi ini diharapkan memberi ide dan gagasan untuk mengelola limbah tersebut dan lebih jauh, bisa langsung diterapkan di lingkungan Telkom maupun di regional setempat.
“Teman-teman perwakilan inovator inilah yang akan menjadi
agent of change, jadi agen untuk mengimplementasikan ESG di masing-masing
areanya,” tambahnya.
Di GoZero% kali ini, terdapat 9 tim yang akan mempresentasikan ide dan inovasi mereka terkait pengelolaan limbah. Tim-tim ini antara lain tim DauRimba dari WITEL Solo Jateng Timur, tim Eco Smart Bin dari Witel Yogya Jateng Selatan, Forec dari Divisi Telkom Regional III.
Ada juga tim ‘GreenEst’ dari Jejak Hijau Plastik Menuju Ekonomi Berkelanjutan dari Witel Semarang Jateng Utara, tim Maggot Lab dari Witel Jatim Timur, Oil Create Diamond (OCD) dari Witel Jatim Barat, Ourbin dari Witel Nusa Tenggara, Smart Waste in Telkom (SWIT) dari Witel Bali, serta Telkom Eco Pore dari Witel Suramadu.
Masing-masing dari tim ini menyampaikan ide untuk mengelola
limbah-limbah hingga nantinya memiliki nilai dan tidak menyebabkan kerusakan di
lingkungan.
Salah satunya adalah tim OCD yang memberikan ide untuk mengelola sampah minyak jelantah sehingga tidak mencemari lingkungan, ada juga ada Eco Smart Bin, Ourbin serta Swit yang menghadirkan teknologi serta sistem monitor untuk mengelola sampah berdasarkan jenisnya.
Ada juga DauRimba yang menghadirkan ide pengelolaan sampah
di sekitar pegunungan sebagai solusi mengurangi limbah sampah akibat banyaknya
orang-orang tidak menjaga lingkungan saat hiking.
Nantinya, sampah-sampah yang sudah dipilah akan diproses
hingga akhirnya menjadi cinderamata untuk bernilai jual.
Kemudian ada GreenNest yang berinovasi untuk mengubah sampah
plastik menjadi bantal tidur yang didesain berbasis ergonomi dan biomekanika
sehingga menjaga posisi leher tetap netral dan nyaman sepanjang malam.
Lanjut ke Forec yang mengusung ide untuk mendaur ulang sampah fiber optik di lingkungan Telkom, kemudian Maggot Lab menghadirkan teknologi monitoring sampah rumah tangga yang kemudian akan diproses menggunakan maggot.
Selanjutnya, Telkom Eco Pore yang mengusung inovasi untuk mengelola sampah dengan cara membuat fasilitas pengolahan limbah mandiri menggunakan jaringan Lubang Resapan Biopori terintegrasi.
Inovasi-inovasi ini sendiri sudah diterapkan oleh
masing-masing tim di tempat mereka dan melalui Festival Innovation ini, tim-tim
ini berkesempatan untuk menerapkan ide mereka secara lebih luas, termasuk di
seluruh perusahaan Telkom.
Rachmad Dwi Hartanto selaku EVP Telkom Regional III berpesan
pada para peserta inovasi ini, bahkan kompetisi ini bukan hanya sekedar
merebutkan siapa yang menjadi juara namun lebih dari itu.
“Juara impact-nya kan hanya hadiah. Tapi yang penting adalah
bagaimana impact inovasi yang rekan-rekan bikin itu benar-benar bisa
implemented, bukan hanya sekedar jargon, tapi implemented,” tambahnya.
Terakhir, kehadiran inovasi-inovasi ini diharapkan memiliki
dampak baik itu untuk GoZero di Telkom, perusahaan, serta lingkungan di
Yogyakarta.