Automotive

Purbaya Guyur Industri Otomotif, Gaikindo: Efektif untuk Mobil Baru

Bagja Pratama
 Purbaya Guyur Industri Otomotif, Gaikindo: Efektif untuk Mobil Baru

Uzone.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa akan memberikan insentif untuk sektor otomotif dan properti. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia menyambut baik rencana tersebut.

Insentif tersebut berupa kredit yang disalurkan oleh bank-bank BUMN. Ini menyusul guyuran likuiditas dari duit pemerintah senilai Rp200 triliun yang selama ini nganggur di Bank Indonesia (BI).



"Saya monitor dari uang yang kita kasih ke mereka (Mandiri), 70 persen sudah keserap, sudah disalurkan. Mungkin mereka minta lagi, kalau bisa ada tambahan yang bisa disalurkan ke sektor yang lain, mungkin ke properti dan otomotif," ungkapnya dalam video TikTok @purbayayudhis, dikutip Uzone.id.

Gaikindo menyambut baik

Kucuran pendanaan sebesar Rp 200 triliun ke sejumlah Himpunan Bank Negara (Himbara) oleh pemerintah akan jadi sinyal positif bagi industri otomotif, kahususnya segmen mobil baru. 

Meski begitu, Gaikindo menyebut masih terlalu cepat untuk tahu dampaknya ke industri kendaraan bermotor. 

“Harus dimonitor dulu, karena [kucuran dana ke bank Himbara] baru di Bulan September bulan lalu,” kata Kukuh Kumara, Sekretaris Umum GAIKINDO di website resmi Gaikindo.

Kukuh mengatakan meski tipis, industri otomotif sudah mulai mencatatkan kenaikan. Ini tercermin dari penjualan otomotif bulan September yang kemungkinan sedikit banyak dipengaruhi oleh kucuran dana pemerintah Rp 200 triliun. 

Pengucuran dana pemerintah tersebut digagas oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sekitar pertengahan September 2025. 

Tujuannya, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan perputaran uang di masyarakat.

Di bulan September, penjualan otomotif naik 0,5 persen dibanding bulan sebelumnya. Kukuh mengapresiasi pihak perbankan yang disebutnya ikut melakukan “jemput bola”.  Dengan begitu, penyaluran kredit di bidang otomotif bisa dengan lebih masif dilakukan. 

“Itu sudah dilakukan perbankan dengan jemput bola, one stop solution, untuk asuransi dan kredit nya” kata Kukuh.



Salah satu kekhawatiran Kukuh adalah bila masyarakat lebih memilih untuk membeli mobil bekas dengan insentif tersebut. Pasalnya, penggerak industri otomotif adalah pembelian di segmen mobil baru. 

“Kita harapannya mobil baru, kalau [mobil baru] berdampaknya ke industri, industri kan lapangan kerja” kata Kukuh.