Gadget

ProRes Apple Disenggol, Qualcomm Pamer Codec Video Barunya

Muhammad Faisal Hadi Putra
ProRes Apple Disenggol, Qualcomm Pamer Codec Video Barunya

Maui, Hawaii, Uzone.id - Snapdragon 8 Elite Gen 5 bukan saja menjanjikan performa kencang, hemat daya, serta AI yang lebih pintar, tapi juga membawa kemampuan baru khusus para kreator video, yakni Advanced Profesional Video (APV), codec video profesional yang klaimnya bisa menyaingi ProRes besutan Apple.

Judd Heape, VP Product Management Qualcomm, mengatakan bahwa APV adalah codec video baru yang definisinya dirumuskan oleh Samsung dan kemudian dikembangkan oleh Qualcomm di level hardware.

Dalam sesi 'Snapdragon Elite Experiences' di Snapdragon Summit 2025 yang berlangsung di Maui, Hawaii, Amerika Serikat (AS), Judd bahkan secara spesifik melontarkan pernyataan yang ditujukan langsung pada codec yang dikembangkan oleh Apple.



“Saya punya satu hal untuk dikatakan. Kalian (kameramen) bisa menyorot saya. ProRes, anggap ini sebagai peringatan (ProRes, you were on notice)!,” ujarnya.


Menurutnya, APV dirancang untuk menjadi standar video profesional baru di platform Android dan Windows dengan menawarkan empat keunggulan utama.

Pertama, codec ini memiliki bit-rate tinggi dan bersifat perceptually lossless. Ini berarti kualitas video tetap terjaga dengan detail yang sangat kaya, bahkan setelah melalui proses penyuntingan berulang kali.

Kedua, APV merupakan standar terbuka dan bebas royalti. Hal ini memudahkannya untuk diadopsi oleh berbagai merek smartphone dan pengembang aplikasi tanpa biaya lisensi, berbeda dengan ProRes yang bersifat tertutup untuk ekosistem Apple.

"Ini mungkin yang terpenting, (APV) adalah standar terbuka dan bebas royalti," tegas Judd.

Untuk kebutuhan profesional, APV juga menjadi yang pertama pada perangkat berbasis Snapdragon yang mendukung perekaman dalam format LOG dan YUV422. Info saja, format YUV422 mampu merekam informasi warna dua kali lebih banyak dibandingkan format video standar yang biasa ditemui di smartphone atau layanan streaming.

Tambahan data warna ini krusial bagi para editor, karena memberikan keleluasaan maksimal saat proses editing seperti color grading atau saat menggunakan efek green screen, dengan hasil akhir yang jauh lebih bersih dan akurat.

Ketiga, Judd mengklaim APV punya efisiensi coding lebih baik dengan penurunan kualitas saat render ulang yang lebih sedikit dibanding ProRes-nya Apple.




Dan terakhir, Qualcomm memastikan APV didukung oleh ekosistem yang kuat, mulai dari Samsung, Android, YouTube, Black Magic Design, Adobe, Dolby, hingga studio post-production besar seperti Company 3, untuk memastikan APV menjadi codec pilihan di platform Android dan Windows.

“Jadi, tujuan kami bersama mitra-mitra ini adalah memastikan APV menjadi codec profesional pilihan untuk platform Windows dan Android. Itulah tujuan kami,” pungkas Judd.