Automotive

Progres Skandal Uji Kendaraan Toyota: Ini Update Laporan Terbarunya!

Bagja Pratama
Progres Skandal Uji Kendaraan Toyota: Ini Update Laporan Terbarunya!

Uzone.id - Toyota Motor Corporation kembali menyerahkan laporan progres keempat terkait dengan skandal uji kendaraan yang sempat menimpa raksasa otomotif Jepang ini.

Laporan terbaru tersebut mengenai update tindakan pencegahan terulangnya masalah dalam aplikasi sertifikasi model kendaraan kepada Kementerian Perhubungan Jepang (MLIT) pada 9 September 2025.



Laporan ini merupakan tindak lanjut dari perintah koreksi yang dikeluarkan MLIT pada Juli 2024, yang menekankan perlunya reformasi mendasar di empat aspek: keterlibatan manajemen, regulasi internal, dokumentasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam laporan terbarunya, Toyota menegaskan bahwa perbaikan dilakukan melalui tiga pilar utama, yaitu Strengthening Foundations, Monozukuri, dan Human Development.

Melalui pilar pertama, manajemen kini rutin turun langsung ke lapangan untuk menemukan masalah nyata dan mempercepat pengambilan keputusan.

Audit internal dan pihak ketiga juga dijalankan, sementara sistem visualisasi jadwal dan beban kerja diperkuat agar potensi anomali dapat segera terdeteksi.

Pada aspek Monozukuri, Toyota menerapkan sistem baru yang memastikan evaluasi dampak sertifikasi di setiap tahap proyek, termasuk regulasi, jadwal, dan skala model.

Hingga Agustus 2025, sistem ini sudah diterapkan pada 137 proyek. Selain itu, manajemen juga memperjelas wewenang dan alur keputusan sertifikasi, serta mengurangi beban kerja administratif melalui digitalisasi.

Sementara itu, pilar Human Development berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Toyota memperkenalkan sistem kualifikasi internal “Meister system” dengan lima tingkatan untuk meningkatkan keterampilan pengujian sertifikasi.



Komunikasi manajemen dengan karyawan pun diperkuat melalui 20 pesan internal dari Presiden Toyota, serta pelatihan khusus yang dipimpin langsung oleh Ketua Toyota, Akio Toyoda.

Toyota menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki proses sertifikasi sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya membangun kembali kepercayaan pemangku kepentingan di seluruh dunia.

“Kami akan terus bekerja di lapangan, memperkuat deteksi dini, dan menciptakan sistem yang mencegah terulangnya masalah di masa depan,” tulis laporan resmi Toyota, dikutip Uzone.id.