Gadget

Produksi Dipangkas, Nvidia Seri RTX 50 Bakal Jadi Barang Langka

Muhammad Faisal Hadi Putra
Produksi Dipangkas, Nvidia Seri RTX 50 Bakal Jadi Barang Langka

Uzone.id - Dampak dari krisis pasokan DRAM global kian meluas, bahkan menjadi kabar buruk buat para gamer. Kabarnya, Nvidia bakal memangkas produksi GPU gaming hingga 40 persen pada semester pertama tahun depan.

Dilansir dari Benchlife, Nvidia berencana menyesuaikan kapasitas produksi GPU seri GeForce RTX 50 pada paruh pertama 2026. Penurunan pasokan ini diperkirakan mencapai 30-40 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025. 

Masalah utamanya bukan hanya kelangkaan GDDR7 saja, tapi mencakup semua jenis memori akibat naiknya harga chip NAND dan DRAM secara global. 


Berdasarkan laporan yang diunggah di forum Board Channels, Nvidia akan mulai memangkas pasokan untuk model RTX 5060 Ti 16 GB dan RTX 5070 Ti. Langkah ini diambil karena kedua kartu grafis tersebut memakan jumlah memori yang sama dengan RTX 5080 yang harganya lebih mahal.

Nvidia tampaknya lebih memilih mengalokasikan stok memori yang terbatas ke produk dengan memori lebih rendah dan memiliki margin keuntungan lebih tinggi, termasuk lini RTX Pro yang lebih menguntungkan ketimbang seri GeForce.

Alhasil, jika kabarnya benar, tentu akan berdampak pada gamer. Sebab, Nvidia RTX 5060 Ti 16 GB memiliki performa lebih baik daripada versi 8 GB karena memiliki VRAM yang cukup untuk menjalankan game-game bergrafis AAA tanpa kompromi. Pergeseran produksi ini pun akan ‘memaksa’ lebih banyak konsumen untuk membeli GPU model 8 GB yang tersedia.

Kabar buruknya bukan cuma itu

Di sisi lain, kabar pemangkasan ini muncul jelang peluncuran varian RTX 50 Super yang diharapkan rilis tahun depan. Dikutip dari PC Gamer, kartu gratis ini akan berbasis GDDR7 3 GB, bukan 2 GB seperti standar kartu grafis saat ini.

Teknologi ini sebenarnya sudah diterapkan pada RTX 5090 versi laptop yang memiliki VRAM 24 GB meski hanya menggunakan bus memori 256-bit. Untuk memastikan lini RTX 5080 Super hingga RTX 5060 Super punya stok memori yang cukup, Nvidia perlu mengamankan pasokan chip 3 GB yang produksinya masih sangat terbatas.


Saat ini, hanya Samsung yang disebut mampu memproduksi modul GDDR7 3 GB dalam jumlah besar. Dengan mengalihkan pesanan dari chip 2 GB ke modul densitas yang lebih tinggi, otomatis ketersediaan memori untuk seri Blackwell reguler bakal dikorbankan.

Selain itu, ada kabar lain yang menyebutkan bahwa Nvidia juga akan berhenti menjual paket bundel GPU dan vhip VRAM kepada mitranya, seperti Asus atau MSI. Jika produsen harus mencari pasokan memori sendiri di tengah krisis global, harga kartu grafis di tingkat retail dipastikan bakal semakin sulit dikontrol.