Presiden Prabowo Pakai Maung di Luar Negeri, Pemimpin Lain Pakai BMW
Uzone.id - Pindad Maung MV3 Garuda Limousine akhirnya sampai ke luar negeri dan dipakai sebagai mobil kenegaraan Presiden Prabowo Subianto saat kunjungan ke Filipina di ajang KTT ASEAN.
Ini jadi langkah baru bagi Indonesia yang akhirnya pede memunculkan mobil buatan dalam negerinya itu di kancah internasional.
Sebelumnya, pada sesi Uzone Talks, kami sempt mempertanyakan "Kapan Presiden Indonesia memboyong mobil buatan dalam negeri ke negara tempat beliau berkunjung?" dan ternyata terjawab sudah.
Dalam langkah diplomasi yang mencolok dan penuh makna, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memilih mobil taktis ringan buatan dalam negeri, Pindad Maung, sebagai kendaraan resminya.
Keputusan ini, yang dikonfirmasi oleh Sekretariat Kabinet melalui akun Instagram resminya, menandai momen bersejarah—Maung menjadi kendaraan produksi industri pertahanan nasional Indonesia pertama yang digunakan dalam kunjungan kenegaraan di luar negeri.
Saat para petinggi negara anggota ASEAN lainnya dijemput dengan kendaraan mewah antipeluru, seperti 25 unit BMW 760i Protection yang disediakan oleh penyelenggara, Presiden Prabowo justru mendarat dan menggunakan Maung MV3 Garuda Limousine berkelir putih.
Pemilihan ini bukanlah sekadar preferensi transportasi, melainkan sebuah pernyataan.
Sekretariat Kabinet menegaskan bahwa penggunaan Maung di forum internasional berfungsi sebagai simbol kemandirian bangsa, kepercayaan diri, serta kemajuan signifikan industri nasional Indonesia di mata dunia.
Kehadiran Maung di Filipina diposisikan sebagai lambang diplomasi yang berasal dari dalam negeri, untuk Indonesia, di panggung global.
Garuda Limousine: Kendaraan Taktis Khusus Kepresidenan
Model ini secara spesifik dikembangkan sesuai arahan Presiden Prabowo untuk merefleksikan karakter bangsa.
Meski dikenal sebagai kendaraan taktis ringan, Maung MV3 Garuda Limousine dirancang untuk tetap menjamin kenyamanan kepala negara, dengan dimensi yang cukup besar: panjang 5,05 meter, lebar 2,06 meter, dan tinggi 1,87 meter, serta bobot 2,95 ton.
Dari segi performa, kendaraan ini dibekali mesin bertenaga 199 dk yang dipasangkan dengan transmisi otomatis delapan percepatan.
Meskipun kecepatan puncaknya diklaim hanya mencapai 100 km/jam, angka ini dinilai memadai untuk menunjang kebutuhan perjalanan presiden.
Aspek keamanan menjadi prioritas utama pada MV3 Garuda Limousine. Material bodi yang digunakan adalah composite armor.
Lapisan pelindung ini memberikan ketahanan terhadap tembakan amunisi kaliber 7,62 x 51 mm NATO dan 5,56 x 45 mm M193.
Jendela mobil dilengkapi dengan kaca standar antipeluru level B5/B6. Selain itu, Maung dilengkapi ban berukuran 21 inci tipe Run Flat Tyre (RFT), yang memastikan kendaraan tetap dapat bergerak meskipun ban dalam kondisi bocor.
Hingga saat ini, produksi Maung telah melampaui 3.200 unit dan digunakan untuk berbagai kebutuhan dan operasi di dalam negeri.