Telco

Prabowo Ogah Pakai Starlink, Indonesia Siapkan Internet Cepat

Vina Insyani
Prabowo Ogah Pakai Starlink, Indonesia Siapkan Internet Cepat

Uzone.id — Pemerintah Indonesia saat ini terus melakukan pemerataan internet ke berbagai lapisan masyarakat di berbagai daerah pelosok. Salah satunya adalah dengan menyiapkan teknologi yang membuat internet lebih murah dan cepat dibandingkan dengan Starlink.

Sebagai informasi, jaringan internet Starlink ini memang jadi salah satu yang diunggulkan saat ini. Selain karena cepat, karena jaringannya yang berbasis satelit, internetnya bisa dengan mudah dijangkau di berbagai pelosok.

Presiden RI, Prabowo Subianto pun menyebut kalau saat ini sudah ada teknologi yang lebih murah dibandingkan dengan Starlink, dan Indonesia akan menggunakan teknologi tersebut.




“Yang sulit dapat internet, wifi, sekarang sudah ada teknologi, sangat murah, bisa kita pasang di tiap sekolah. Tidak terlalu mahal. Starlink mungkin masih agak mahal untuk bayar tiap bulan. Tapi, sudah ada teknologi yang lebih murah (dibanding Starlink),” katanya.

Menurutnya, sama seperti Starlink, teknologi tersebut bisa menjangkau daerah terpencil yang sampai sekarang sulit untuk dijangkau dengan infrastruktur biasanya.

Keberadaan infrastruktur internet yang lebih murah dan cepat di daerah pelosok ini akan mendukung program pembelajaran jarak jauh melalui Smart TV/Smart Panel yang dicetuskan Prabowo-Gibran beberapa waktu lalu.




Setidaknya sebanyak 288 ribu perangkat Smart Panel akan disebar ke seluruh sekolah di Indonesia, termasuk sekolah-sekolah daerah pelosok negeri untuk menunjang proses pembelajaran, salah satunya konten-konten belajar yang sebelumnya sulit untuk diakses.

“Umpamanya bahasa Inggris, mandarin, matematika, ini pelajaran susah. Ini bisa dibantu dengan ini (layar pintar). Kalau dia selesai dan mau kembali, bisa kembali anytime," katanya.

Sebagai informasi, layanan Starlink sendiri saat ini sudah mulai masuk ke Indonesia semenjak Mei 2024 lalu. Langganan internet satelit milik Elon Musk ini dibanderol dengan harga paling murah sekitar Rp479 ribu per bulannya. Sementara itu, untuk perangkatnya sendiri dibanderol dengan harga mulai dari Rp7,8 jutaan.