Automotive

Prabowo Mau Setop Impor BBM, Siapkan Sedan Listrik

Bagja Pratama
Prabowo Mau Setop Impor BBM, Siapkan Sedan Listrik

Uzone.id - Semoga bukan wacana dan wacana lagi. Presiden RI Prabowo Subianto mengutarakan rencananya untuk memproduksi sedan listrik dan menyetop impor BBM.

Prabowo menyatakan keyakinan bahwa Indonesia berpotensi mengakhiri impor Bahan Bakar Minyak (BBM) sepenuhnya dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun mendatang. 




Optimisme ini disampaikan sejalan dengan program pemerintah untuk mempercepat transisi energi bersih di seluruh negeri.

Pernyataan strategis tersebut dilontarkan oleh Presiden Prabowo pada Kamis (9/4), ketika meresmikan fasilitas perakitan kendaraan komersial listrik pertama di Magelang, Jawa Tengah.

"Kita juga sedang bentuk perusahaan untuk memproduksi sedan, sedan dari listrik. Jadi, Saudara-saudara, saya sudah putuskan dan akan kita jalankan program listrifikasi 100 gigawatt. 100 gigawatt yang kita harapkan bisa dicapai dalam 2 tahun. Nanti tidak boleh ada lagi pembangkit listrik menggunakan diesel, menggunakan solar, tidak," kata Prabowo, dikutip Uzone.id.

Tiga Pilar Utama Transisi Energi

Untuk mewujudkan kemandirian energi, pemerintah menetapkan tiga pilar utama:

  1. Pengembangan Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW: Prabowo menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas kolosal 100 Gigawatt (GW). Program ambisius ini ditargetkan rampung dalam waktu dua tahun, menegaskan komitmen untuk tidak lagi menggunakan pembangkit listrik berbasis solar atau diesel.
  2. Penutupan Pembangkit Diesel: Sebagai bagian dari transisi, pemerintah berencana menghentikan operasi 13 Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PLN.
  3. Elektrifikasi Kendaraan: Selain sektor listrik, Prabowo juga mengumumkan rencana produksi massal mobil sedan listrik yang akan dimulai pada tahun 2028, sebagai langkah mengurangi konsumsi BBM domestik.





Langkah penutupan 13 PLTD PLN akan memberikan dampak langsung dan signifikan terhadap penghematan impor BBM nasional. 

Prabowo menjelaskan bahwa kebijakan ini akan menghemat penggunaan BBM sebesar 200.000 barel per hari.

Dengan angka impor BBM Indonesia saat ini yang mencapai 1 juta barel per hari, penutupan PLTD tersebut akan langsung memangkas kebutuhan impor hingga 20 persen. 

Penghematan ini, dikombinasikan dengan tambahan 100 GW listrik baru, menjadi dasar kuat bagi prediksi Presiden bahwa Indonesia mungkin tidak perlu lagi mengimpor BBM sama sekali dalam 2-3 tahun ke depan.