Prabowo Mau Rilis Motor Listrik Nasional, Apa Kabar Gesits?
Highlight Artikel
- Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana peluncuran motor listrik nasional dalam waktu dekat.
- Pengumuman ini memicu perbincangan karena Indonesia telah memiliki motor listrik nasional, Gesits, yang kini di bawah Indonesia Battery Corporation (IBC).
- Pegiat kendaraan listrik mempertanyakan urgensi memulai proyek baru dari nol, mengkhawatirkan inefisiensi anggaran.
- Revitalisasi Gesits dianggap sebagai langkah yang lebih rasional ketimbang memulai proyek baru, dengan memanfaatkan pengalaman dan investasi yang sudah ada.
Uzone.id - Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal bahwa Indonesia akan segera memiliki motor listrik nasional dalam waktu dekat. Bahkan Presiden dijadwalkan untuk meluncurkan motor listrik tersebut secara langsung.
"Sebentar lagi kita sudah punya motor nasional. Saya akan launching beberapa minggu ini motor listrik nasional," ungkap Prabowo baru-baru ini.
Sinyal Motor Listrik Nasional Baru
Namun, pengumuman ini memicu perbincangan di kalangan pegiat kendaraan listrik. Hendro Sutono, dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik), mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya sudah memiliki merek motor listrik nasional, yaitu Gesits.
Gesits: Motor Nasional yang "Tertidur Pulas"
Masih ingat kan dengan Gesits? Motor ini adalah hasil kolaborasi hebat antara PT Garansindo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), PT Pindad, PT LEN Industri, dan PT WIMA.
Dari nama-nama yang menggarap Gesits saja, sudah bisa disimpulkan kalau merek tersebut adalah motor listrik nasional.
"Proyek tersebut bukan sekadar wacana di atas kertas, melainkan wujud nyata dari sinergi historis antara dunia akademik, kepiawaian industri swasta, dan kekuatan negara," kata Hendro Sutono dari Kosmik dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (21/7).
Saat ini, nama Gesits terasa seperti mengalami mati suri. Menurut Hendro, Gesits sebenarnya tidak benar-benar hilang, melainkan sedang "tertidur pulas" di bawah payung Indonesia Battery Corporation (IBC) yang telah mengambil alih kepemilikan sejak akhir 2022.
Urgensi Revitalisasi vs. Proyek Baru
Melihat kondisi terkini yang mana Indonesia sudah memiliki Gesits, Hendro pun mempertanyakan urgensi memulai proyek motor listrik nasional dari titik nol.
"Dengan realitas yang ada, mengapa kita harus seolah mendadak mengalami amnesia massal dan bersiap memulai proyek baru dari titik nol? Jika instrumen investasi raksasa sekelas Danantara sudah menggenggam erat ekosistem baterai sekaligus merengkuh merek Gesits, logika investasi yang sehat seharusnya mengarahkan sumber daya negara untuk merevitalisasi apa yang sudah ada. Menghadirkan merek baru tanpa menyelesaikan kendala mendasar yang membuat Gesits tersendat hanya akan berisiko menciptakan inefisiensi anggaran dan pemborosan sumber daya intelektual bangsa," sebut Hendro.
Transparansi dan Tantangan Ekosistem EV
Di sisi lain, publik sejauh ini baru mendengar janji peluncuran dan visi bahwa motor tersebut akan digunakan untuk mobilitas petani. Namun, detail penting seperti wujud fisik, spesifikasi teknis, hingga cetak biru proyek ini masih menjadi misteri.
"Belum ada pemaparan transparan mengenai arsitektur teknologi yang diusung. Kita belum tahu dari mana sel baterai disuplai, siapa mitra manufakturnya, atau bagaimana skema rantai pasoknya akan dibangun. Pengumuman yang terkesan mendadak tanpa penjabaran teknis yang matang ini justru mengirimkan sinyal kewaspadaan bagi para pengamat dan pelaku industri," kata Hendro.
Menurut Hendro, membangun industri kendaraan listrik bukan cuma soal seremoni peluncuran atau pidato, melainkan pertarungan maraton membangun ekosistem.
"Hal ini mencakup lokalisasi komponen, penguasaan teknologi baterai dasar yang efisien, standardisasi keamanan, hingga perjuangan merebut kepercayaan masyarakat yang sering kali masih pragmatis terkait layanan purnajual," katanya.
Ia menambahkan bahwa Gesits punya catatan pengalaman berharga yang bisa dijadikan pelajaran, mulai dari tantangan rantai pasok global hingga persaingan harga dengan merek multinasional.
"Jika proyek motor listrik nasional yang baru ini hanya diartikan sebagai upaya memotong pita tanpa memecahkan kendala struktural, kita hanya sedang menanti kegagalan berikutnya. Permasalahan industri kita jarang sekali berakar pada ketidakmampuan teknis para insinyur. Kegagalan demi kegagalan dalam membangun industri otomotif lokal sering kali bermuara pada absennya konsistensi kebijakan dan integrasi ekosistem pendukung yang komprehensif," ujar Hendro.
Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa menghidupkan kembali Gesits adalah langkah yang lebih rasional ketimbang membuang waktu dan biaya besar untuk memulai proyek dari awal lagi.
FAQ Artikel
Apa pernyataan terbaru Presiden Prabowo terkait motor listrik nasional?
Presiden Prabowo Subianto memberi sinyal bahwa Indonesia akan segera memiliki motor listrik nasional dan dijadwalkan akan meluncurkan motor tersebut dalam beberapa minggu ke depan.
Mengapa peluncuran motor listrik nasional baru menjadi perbincangan?
Peluncuran ini memicu perbincangan karena Indonesia sebenarnya sudah memiliki merek motor listrik nasional, yaitu Gesits, yang dianggap "tertidur pulas" dan seharusnya direvitalisasi.
Apa itu Gesits dan bagaimana statusnya saat ini?
Gesits adalah motor listrik nasional hasil kolaborasi PT Garansindo, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), PT Pindad, PT LEN Industri, dan PT WIMA. Saat ini, Gesits berada di bawah payung Indonesia Battery Corporation (IBC) sejak akhir 2022.
Mengapa revitalisasi Gesits dianggap lebih rasional daripada memulai proyek baru?
Menurut Hendro Sutono, revitalisasi Gesits akan mencegah inefisiensi anggaran dan pemborosan sumber daya intelektual, memanfaatkan investasi yang sudah ada, serta belajar dari pengalaman Gesits sebelumnya dalam membangun ekosistem EV.