Potret Wajah Jakarta Lewat Lensa Huawei Pura 80 Ultra
Uzone.id - Kami menguji langsung kemampuan kamera Huawei Pura 80 Ultra dari salah satu titik tertinggi di Jakarta, UP at Thamrin Nine di Autograph Tower. Dari ketinggian 385 meter, tepatnya di lantai 109 Autograph Tower, lanskap kota Jakarta menjadi objek utama untuk kami abadikan, dari sore hingga menjelang malam hari.
Huawei Pura 80 Ultra adalah versi tertinggi dari Pura 80 Series, membawa spesifikasi kamera yang lengkap dan juga mumpuni.
Terdapat kamera utama 50 MP bersensor 1 inci RYYB dengan bukaan lensa variabel (f/1.6-f/4.0) dan OIS, didampingi kamera ultrawide 40 MP yang mendukung autofokus.
Sektor telephoto-nya juga diperkuat oleh kamera periscope telephoto yang disebut Huawei sebagai dual-lens switchable telephoto dengan perbesaran secara optikal 3,7x dan 10x.
Lantas, bagaimana kualitas gambar yang dihasilkan kamera Huawei Pura 80 Ultra saat menangkap wajah kesibukan Jakarta dari sore hingga malam hari? Berikut review lengkapnya.
Kamera ultrawide
Saat berada di puncak gedung tertinggi di Indonesia, hal pertama yang ingin dilakukan adalah menangkap semua pemandangan dalam satu bingkai. Di sinilah kamera ultrawide Huawei Pura 80 Ultra unjuk gigi.
Jangkauannya luas, mampu merekam bentangan kota dengan distorsi yang minim di bagian tepinya. Langit biru dengan sedikit awan serta detail gedung-gedung di kejauhan berhasil ditangkap dengan baik.
Kemampuan autofokus pada kamera ini juga sangat membantu. Saat mencoba mengambil selfie dengan latar belakang kota, fokus pada wajah tetap tajam tanpa mengorbankan detail pemandangan di belakangnya.
Kamera ultrawide biasanya inferior, hasilkan kualitas gambar yang rendah dibanding kamera utama. Namun kamera ini justru punya kualitas yang oke.
Foto ultrawide malam hari mampu menangkap lautan cahaya Jakarta. Sumber-sumber cahaya dari gedung dan jalanan tampak terkontrol dan tidak pendar, serta noise pada area gelap seperti langit malam juga dapat diminimalisir oleh sistem pencitraan Huawei.
Kamera utama
Kamera utama Huawei Pura 80 Ultra menggunakan sensor 1 inci RYYB dengan bukaan lensa variabel antara f/1.6 hingga f/4.0. Sensor RYYB pada kamera ini mampu menyerap lebih banyak cahaya, memberikan detail yang lebih kaya dengan rentang dinamis yang luas.
Pada foto sore hari, saat matahari mulai turun, kamera ini berhasil menyeimbangkan area langit yang masih terang dengan area perkotaan di bawah yang mulai teduh. Warna yang dihasilkan juga terlihat natural dan hidup. Ngomong-ngomong soal warna, kami menggunakan preset ‘Natural’ pada menu XMAGE di aplikasi kamera.
Hasilnya, detail setiap gedung, barisan perumahan, hingga pepohonan yang rimbun terekam dengan tajam dan jelas.
Memotret ke bawah dari dek observasi pun, orang-orang yang beraktivitas di bawahnya masih terlihat bentuknya dengan cukup jelas.
Punya sensor yang sensitif terhadap cahaya, serta dibantu oleh OIS, maka keunggulan kamera utama Huawei Pura 80 Ultra langsung berasa saat sore menjelang malam hari.
Foto pemandangan kota di waktu senja menunjukkan gradasi warna langit yang halus, dari biru ke oranye tipis di ufuk langit. Ketika malam tiba, kemampuannya menangkap cahaya terbilang impresif, membuat pemandangan malam Jakarta tampak terang dan penuh detail.
Perbesaran 2x zoom
Selain ultrawide dan perbesaran 1 kali pada kamera utama, sistem kamera Huawei Pura 80 Ultra kasih beberapa opsi perbesaran lainnya, dari 2x, 3,7x, hingga 10x, dimana semuanya diambil secara optikal.
Pada perbesaran 2x, hasilnya tak kalah impresif. Struktur jalanan dan barisan bangunan-bangunan terlihat jelas tanpa penurunan kualitas sama sekali.
Hasil ini berlaku di berbagai kondisi pencahayaan. Di malam hari, keramaian jalan dengan lampu kendaraan yang padat terlihat tegas dan tidak noise.
Kamera telephoto 3,7x
Kamera periscope telephoto 50 MP menjadi salah satu keunggulan utama Huawei Pura 80 Ultra. Jelas, kamera ini cocok buat kalian yang membutuhkan perbesaran gambar yang lebih jernih hasilnya.
Lihat saja foto seseorang yang tengah mengabadikan lanskap kota Jakarta, serta gedung yang sedang dibangun di depannya, menunjukkan bagaimana kamera ini berhasil mengabadikan detailnya dengan baik. Struktur crane dan kerangka baja terlihat jelas, pantulan bayangan si fotografer pun tetap terlihat optimal.
Di malam hari, perbesaran 3.7x tetap menghasilkan gambar yang bersih. Pada foto yang menampilkan jalur layang, bangunan, serta lampu-lampu jalan, terlihat jelas tanpa pendar yang berlebihan. Tingkat noise juga rendah, sehingga detail di area gelap seperti pepohonan masih terlihat.
Kamera telephoto 10x
Kamera periscope telephoto bisa diandalkan untuk menangkap objek yang benar-benar jauh. Kemampuan perbesaran optiknya mengesankan, dimana kami bisa mengambil Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) dari kejauhan dengan detail yang masih bagus, meski saat itu kondisi langit agak berkabut polusi.
Begitu pula saat diarahkan ke jalan raya di bawah. Terlihat detail halte TransJakarta, zebra cross, dan bahkan kendaraan serta pejalan kaki dengan cukup jelas.
Performa kamera ini saat malam hari juga patut diacungi jempol. Mengabadikan Monumen Nasional (Monas) dari Autograph Tower di malam hari dengan perbesaran 10x, jadi salah satu buktinya.
Kamera Huawei Pura 80 Ultra berhasil menangkap cahaya Monas dengan baik dan tampak tajam. Foto-foto malam lainnya, seperti pemandangan gedung-gedung dan jalur MRT, juga menunjukkan kalau gambar yang dihasilkan tetap tajam dan minim noise.
Kesimpulan
Huawei Pura 80 Ultra punya konfigurasi kamera yang serbaguna, bisa membantu kami untuk menangkap momen pada sudut pandang apapun, dari dekat atau jauh, konsisten bagus hasilnya.
Kualitasnya merata di semua lensa, mulai dari kamera ultrawide yang detailnya tidak kalah dari kamera utama, hingga kemampuan telephoto-nya yang luar biasa dalam menangkap objek jauh. Terkhusus kamera periscope telephoto-nya, memberikan kebebasan kepada penggunanya untuk menangkap berbagai momen dari perspektif yang berbeda.




