Automotive

Polytron Tagih Kelanjutan Subsidi Motor Listrik ke Pemerintah

Brian Priambudi
Polytron Tagih Kelanjutan Subsidi Motor Listrik ke Pemerintah

Uzone.id - Polytron terus menggenjot penjualan motor listriknya, meskipun tidak ada kepastian subsidi dari pemerintah. Salah satu caranya adalah dengan memberikan subsidi mandiri setara yang diberikan pemerintah untuk tumbuhkan minat konsumen.

Ilman Fachrian Fadly selaku Head of Group Product EV 2-Wheelers Polytron engatakan saat ini penjualan motor listrik Polytron secara total menembus 40.000 unit sejak pertama kali Fox-R diluncurkan pada 2023 lalu.

Meski angkanya cukup tinggi untuk sebuah merek baru, Ilman mengaku industri motor listrik nasional sedang tidak baik-baik saja seiring harapan palsu soal subsidi dari pemerintah.

"Kalau ditanya perlu atau tidak, ya perlu (subsidi). Tapi kan kami hanya bergerak berdasarkan peraturan yang sekarang berlaku. Ya sudah, itu saja yang kami perhatikan. Jadi tanpa subsidi jalan terus," ujar Ilman di Jakarta, Rabu (19/11).



Ilman mengaku penjualan motor listrik memang mengalami penurunan yang signifikan saat subsidi motor listrik tak kunjung dilanjutkan pemerintah.

"Turun (penjualan motor listrik), karena tahun lalu kan ada subsidi ya. Lumayan signifikan turunnya, hampir 50 persen. Sebelum ada Polytron yang kasih subsidi mandiri itu bisa lebih dari 50 persen (turunnya)," jelas Ilman.





Janji kosong subsidi motor listrik

Sepanjang 2025 ini, nasib subsidi motor listrik masih terus digantungkan. Pemerintah yang sebelumnya menjanjikan bakal ada subsidi motor listrik di Agustus 2025 kemarin, hingga habis tahunnya masih tak kunjung kelihatan.

Diberitakan Uzone.id beberapa waktu lalu subsidi atau insentif motor listrik akan masuk dalam paket stimulus ekonomi berikutnya. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso.



Dikatakan insentif untuk pembelian motor listrik bakal digabungkan dalam paket stimulus ekonomi kuartal III 2025.

"Justru itu, karena (jadwalnya) mundur kan. Kemarin kita terima surat, kita barengin sekaligus dalam satu paket stimulus ekonomi," ujar Susiwijono seperti dikutip dari Antara.





Perjalanan subsidi motor listrik Indonesia

Perlu diketahui, insentif motor listrik sempat diturunkan pada tahun 2023 dan 2024 silam, namun sudah tidak digelontorkan lagi hingga saat ini.

Kala itu, subsidi yang diberikan pemerintah untuk setiap pembelian motor listrik mencapai Rp7 juta per unit.

Subsidi ini tidak mencapai target di tahun 2023, sehingga di tahun 2024 mengalami penurunan anggaran untuk 50 ribu unit motor listrik saja.

Menariknya, dari Januari sampai Agustus 2024 penyerapan subsidi motor listrik sangat tinggi hingga kuota habis di bulan tersebut. Kemudian pemerintah menambah 10 ribu unit kuota subsidi motor listrik yang habis tidak sampai akhir September 2024.



Sejak saat itu, subsidi motor listrik tak lagi diberikan kepada pemerintah. Hal ini ternyata memberikan efek berantai, bukan hanya motor listrik menjadi sepi peminat, tetapi yang berminat pun menunggu membeli agar tetap dapat subsidi Rp7 juta dari pemerintah.

Keadaan ini pun tentu berpengaruh terhadap produsen yang sudah berinvestasi pada industri ini. Terlebih pada saat subsidi motor listrik digelontorkan, setiap pabrikan diwajibkan memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen.

Beberapa pabrikan motor listrik pun mengeluhkan ketidakjelasan subsidi motor listrik dari pemerintah, akankah berlanjut atau tidak.

Sementara itu, untuk dapat terus mendongkrak penjualan, pabrikan motor listrik yang sudah eksis memberikan diskon, bahkan beberapa di antaranya melakukan potongan harga setara subsidi pemerintah yakni Rp7 juta per unit.