Automotive

Polytron Gak Takut Rugi Geber Diskon Motor Listrik Setara Subsidi?

Brian Priambudi
Polytron Gak Takut Rugi Geber Diskon Motor Listrik Setara Subsidi?

Uzone.id - Subsidi motor listrik dari pemerintah yang terus molor membuat produsen seperti Polytron akhirnya mengambil langkah mandiri.

Merek asal Jawa Tengah ini menghadirkan diskon motor listriknya setara subsidi yakni Rp7 juta per unit agar meningkatkan daya tarik ke konsumen.

Ilman Fachrian selaku Head of Product EV 2W Polytron Indonesia mengatakan sejak subsidi tidak ada kejelasan dari pemerintah, penjualan motor listrik menurun tajam.

Oleh karenanya, Polytron tak bisa hanya menunggu dan hanya bergantung sepenuhnya kepada pemangku kepentingan.



"Harapannya, dengan adanya subsidi Polytron yang angkanya sama, apalagi enggak perlu repot pakai skema 'satu KTP satu motor', harapannya kita bisa bergerak ke angka (penjualan) yang sama lagi," ujar Ilman belum lama ini.

Ilman menyadari dengan adanya subsidi mandiri, pihaknya akan mendapatkan keuntungan yang lebih kecil. Namun langkah ini perlu diambil oleh Polytron untuk menjaga minat konsumen untuk membeli motor listrik.

"Ya pasti (keuntungan berkurang), itu sudah pasti. Tapi Polytron kalau sudah terjun ke suatu bisnis, dalam hal ini motor listrik, pasti akan commit," sebutnya.





"Jadi biar kami saja yang ngurus di dapur, kami usahakan produk kami memenuhi kebutuhan konsumen. Kami tinggal tunggu bagaimana respons konsumen," tambahnya.

Ilman mengakui dengan subsidi motor listrik yang masih belum jelas membuat penjualan Polytron di roda dua menurun drastis. Meski angkanya tidak diungkapkan, penurunannya diklaim sangat signifikan.

"Kita tetap harus jualan terus. Kalau penurunan pemnjualan, pasti ada. kan sebelumnya ada subsidi, sekarang tidak ada. Nanti aja (angkanya), karena belum selesai tahun ini. Tapi yang jelas gede lah. Terasa, pasti terasa," pungkasnya.



Perlu diketahui, di tahun 2023 dan 2024 pemerintah menggelontorkan subsidi motor listrik sebesar Rp7 juta per unit. Namun di tahun 2023, serapan dari masyarakat tidak memenuhi dari target yang dianggarkan.

Sehingga di 2024, anggaran motor listrik subsidi pun dikurangi menjadi 50 ribu unit yang habis di Agustus lalu. Kemudian anggaran sempat ditambahkan untuk 10 ribu unit yang habis di September 2024.

Setelahnya, subsidi motor listrik pun terhenti tanpa adanya kejelasan di tahun 2025. Bahkan sempat dijanjikan akan hadir subsidi lagi di bulan Agustus ini, hingga menjelang September pun tak kunjung digelontorkan.