Automotive

Polytron Buka-bukaan: Jual Mobil Listrik CKD Lebih Sulit dari Dugaan

Brian Priambudi
Polytron Buka-bukaan: Jual Mobil Listrik CKD Lebih Sulit dari Dugaan

Uzone.id - Polytron menjadi pemain baru di industri mobil listrik Indonesia setelah sukses di industri motor listrik. Namun ternyata bertarung di industri mobil listrik tidak semudah yang dibayangkan.

Polytron meluncurkan mobil listrik pertama mereka pada Juli 2025 lalu. Berdasarkan data distribusi Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (gaikindo), penjualan mobil listrik mereka sudah mencapai 455 unit sepanjang tahun lalu.

Capaian ini memang menunjukkan langkah awal Polytron di segmen mobil listrik yang belum besar. Pabrikan asal Jawa Tengah ini juga enggan menetapkan target yang muluk, melainkan mencoba untuk adaptif dan realistis.

Bahkan, Tekno Wibowo selaku Commercial Director Polytron mengakui saat ini pihaknya muali menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi sejak memulai perakitan mobil listrik di Indonesia.



"Ternyata merakit mobil tidak semudah yang kita bayangkan, banyak penyesuaian," ujar Tekno di Jakarta, Selasa (20/1).

Tekno juga menyinggung kalau angka distribusi yang tercantum di Gaikindo belum sepenuhnya mencerminkan kondisi di lapangan.

"Kalau soal penjualan retail Gaikindo yang sekitar 450-an, barangnya mungkin masih ada di distributor atau dealer," ungkapnya.

Bahkan Tekno mengaku, target mereka di industri mobil listrik belum tercapai sesuai harapan. Hanya saja menurutnya terdapat kepuasan lain yang bukan hanya dari angka penjualan.





"Mau diinterpretasikan seperti apa juga boleh. Yang jelas target kita belum tercapai sesuai harapan, tapi kita cukup puas dengan pencapaian sekarang," pungkasnya.

Saat ini fokus Polytron dalam menjajaki industri otomotif di Indonesia adalah dengan tidak mematok target untuk 2026. Tekno merasa yang terpenting saat ini adalah keberlanjutan bisnis dan memastikan produk yang dijuals esuai dengan kebutuhan pasar.

“Kami ingin jualan sebanyak mungkin, tapi harus lihat kompetisi dan konsumen. Kalau konsumen maunya yang murah-murah, kami enggak bisa apa-apa selain edukasi. Kami enggak punya produk di segmen murah itu. Pertanyaannya, murah itu speknya cocok enggak buat Indonesia?” kata dia.

Perlu diketahui, Polytron memiliki satu model mobil listrik yakni G3 yang terbagi dalam dua varian yakni G3 dan G3+.



Di atas kertas, Polytron G3 Series memiliki baterai 51,916 kWh yang menyuplai daya ke motor listrik berkekuatan 150 kW dan torsi 320 Nm.

Berkat dua komponen tersebut, Polytron G3 Series mampu menempuh jarak 402 kilometer berdasarkan perhitungan CLTC dengan kecepatan tertinggi 150 km/jam.

Perihal harganya, Polytron G3 Series ditawarkan mulai Rp299 juta sampai Rp399 juta untuk opsi baterai berlangganan dengan biaya sewa Rp1,2 juta per bulan.

Sementara jika baterainya ikut dibeli, Polytron G3 Series ditawarkan dalam rentang Rp419 juta sampai Rp459 juta.