Polytron Bocorkan Mobil Listrik Baru, Bukan di Segmen SUV
Uzone.id - Polytron semakin serius dalam menggarap pasar otomotif roda empat. Merek yang satu ini akan meluncurkan mobil listrik baru, bahkan segmennya sedikit dibocorkan kepada publik.
Kabar mengenai mobil listrik baru Polytron memang sudah berhembus sejak beberapa bulan lalu. Merek yang satu ini sepertinya ingin menunjukkan keseriusan mereka dalam menjajaki pasar otomotif Indonesia.
Philip Samuel Tandio selaku Product Specialist EV 4-Wheels Polytron juga telah mengonfirmasi mengenai produk mobil listrik baru yang akan meluncur tahun ini.
"Jadi saat ini memang kita ada rencana untuk mengeluarkan update mobil lagi ya," ujar Philip di Jakarta, Selasa (10/3).
Menurut Philip, langkah Polytron merilis mobil listrik baru didasari keinginan untuk meningkatkan dinamika pasar dan menarik minat masyarakat agar beralih menggunakan kendaraan roda empat bertenaga listrik.
Sayangnya, informasi mengenai produk baru Polytron ini, termasuk segmen pasar yang akan dituju, masih dirahasiakan.
"Kita belum bisa membukanya saat ini. Yang pasti next bukan SUV lagi," tegas Philip memberikan bocoran.
Rencana peluncuran mobil anyar Polytron ini sebenarnya sudah beredar sejak awal tahun.
Isu tersebut dikonfirmasi oleh Direktur Komersial Polytron, Tekno Wibowo, yang menyebutkan bahwa perusahaan terus berupaya memenuhi kebutuhan publik.
“Kami berencana untuk meluncurkan mobil listrik baru di 2026. Model tersebut nantinya akan dirakit secara lokal karena sudah tidak ada insentif untuk CBU,” sebut Tekno beberapa bulan lalu.
Walaupun demikian, Tekno masih menahan diri untuk mengumumkan kapan tepatnya produk baru ini akan tersedia bagi konsumen.
Dia hanya membocorkan bahwa mobil yang akan dibawa ke pasar Indonesia kemungkinan besar masih merupakan rebadge dari merek lain.
Akan tetapi, Tekno tidak menyebutkan merek mana yang akan menjadi mitra kolaborasi untuk model ini, dirinya hanya menyebutkan Polytron terbuka dengan merek mana pun.
"Kami tidak hanya bekerjasama dengan satu brand saja karena memang tidak membatasinya. Yang penting mereka memiliki produk sesuai market di Indonesia,” tegasnya.
Ia juga membuka peluang untuk membawa kendaraan dari negara lain di luar Cina, demi menyajikan pilihan produk yang lebih variatif.
“Bisa dari India atau kawasan lain selama sesuai kebutuhan pasar di Indonesia,” tutup Tekno.
Menarik untuk dinantikan kelanjutan kabar mengenai EV baru Polytron tahun ini, apakah akan diluncurkan pada kuartal pertama atau kedua.
Peluncuran ini akan menghadapi pasar mobil listrik Indonesia yang menantang, terutama mengingat pemerintah belum memberikan kepastian mengenai insentif pembelian EV, memaksa para produsen untuk menyusun strategi yang cermat.