Automotive

Polisi Kini Minta Netizen Viralkan Lawan Arus, Emang Gak Bisa Sendiri?

Brian Priambudi
Polisi Kini Minta Netizen Viralkan Lawan Arus, Emang Gak Bisa Sendiri?

Uzone.id - Setelah sukses melawan penggunaan strobo, netizen malah ditantang polisi untuk turut memviralkan pelawan arus agar tidak lagi ada yang melanggar.

Beberapa bulan kemarin, netizen memang gencar mengkampanyekan gerakan "Stop Tot Tot Wuk Wuk" sebagai bentuk protes penggunaan strobo polisi.

Terlebih banyak pengguna jalan yang tidak seharusnya menggunakan dan pengawalan pejabat yang menggunakan strobo tanpa alasan darurat.

Kampanye ini pun mendapatkan perhatian dari Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, hingga akhirnya netizen malah ditantang untuk memviralkan pelawan arus.





Hal ini disampaikan oleh Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri, Brigjen Pol Faizal. Dirinya menilai gerakan netizen tersebut positif, namun dirinya berharap kampanye diperluas ke perilaku melawan arus.

"Kemarin saya bilang sama Pak Kakor (Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho), mudah-mudahan netizen ini mau juga memviralkan setop contraflow," ujarnya dikutip dari situs Korlantas Polri.

Faizal menegaskan, contraflow sendiri sebenarnya jauh lebih berbahaya daripada penyalahgunaan strobo baik dari pihak pengawalan ataupun masyarakat umum.

"Kami minta pada teman-teman netizen (memviralkan) setop contraflow. Jangan cuma yang terkait masalah ini (strobo dan sirine)," sebutnya.





Diungkapkan oleh Faizal, terdapat rata-rata 15 orang meninggal setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas, salah satu faktor penyebabnya adalah perilaku melawan arus.

Menurut Faizal, banyak penindakan terhadap pelanggaran melawan arus, justru mendapatkan perlawanan dari pengendara.

"Setiap hari 15 orang meninggal karena salah satunya contraflow (lawan arus)," ungkapnya.




"Kami setop saja malah duluan marah mereka," sebutnya.

Sepertinya Korlantas Polri seperti ketagihan terhadap protes dari warganet yang ternyata mampu menghentikan penggunaan strobo yang terlalu liar.

Padahal baik penggunaan strobo maupun pelanggar arus lalu lintas, sama-sama tugas polisi untuk menghentikannya. Namun kini seperti lempar tanggung jawab karena merasa tidak mampu dan menyerahkannya ke netizen.

Jika penegakan lawan arus dari polisi kerap mendapat perlawanan dari pengendara seperti yang diungkapkan Faizal, mungkin bisa dievaluasi lebih dalam lagi.

Kira-kira kenapa masyarakat masih tidak patuh dengan polisi? Apakah polisi sudah tidak dihormati lagi oleh masyarakat? Mirisnya, polisi malah seolah melempar tanggung jawab kepada netizen.