Digilife

Piala Dunia 2026 Jadi Sasaran Phishing, Serangan Tembus 140 Juta

Vina Insyani
Piala Dunia 2026 Jadi Sasaran Phishing, Serangan Tembus 140 Juta

Highlight Artikel

  • Penipuan online kini semakin canggih berkat pemanfaatan Kecerdasan Buatan (AI) oleh pelaku siber.
  • Ancaman penipuan meluas ke hampir semua aktivitas digital, termasuk email, aplikasi pesan, media sosial, dan toko online.
  • Kaspersky mencatat lebih dari 140 juta upaya phishing dan penipuan berhasil diblokir pada Q1 2026 secara global.
  • Pelaku siber memanfaatkan tren populer seperti Piala Dunia FIFA 2026 untuk membuat situs palsu dan penipuan merchandise.
  • Modus penipuan menjadi lebih kompleks dengan menggabungkan data pribadi hasil kebocoran, infostealer, dan akun yang diretas untuk pesan tertarget.
  • Kaspersky Premium menawarkan perlindungan berbasis AI dan Machine Learning (ML) untuk mendeteksi pola ancaman dan indikasi kebocoran data.

Uzone.id — Penipuan online masih menjadi musuh di ruang digital, apalagi saat ini pelaku siber mulai memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk membuat modus penipuan yang lebih meyakinkan dan lebih sulit dideteksi.

Ancaman Penipuan Online AIMeluas dan Semakin Canggih

Dalam laporan terbaru dari Kaspersky, mereka mencatat bahwa ancaman penipuan kini bisa muncul hampir di semua aktivitas digital, mulai dari email, aplikasi pesan instan, media sosial, toko online, hingga berbagai aplikasi yang digunakan sehari-hari.

"Penipuan berbasis AI adalah realitas baru. Dihasilkan oleh AI, volumenya terus meningkat dan mengintai di mana-mana, mulai dari situs tiket palsu hingga peniruan identitas teman di aplikasi pesan, penipuan ini dapat mengelabui bahkan pengguna yang paling berpengalaman," kata Marina Titova, Wakil Presiden Bisnis Konsumen Kaspersky.

Mereka juga mencatat bahwa sepanjang kuartal pertama (Q1) 2026, teknologi anti-phishing mereka berhasil memblokir lebih dari 140 juta upaya phishing dan penipuan di seluruh dunia. 

Angka ini menunjukkan bahwa serangan berbasis web masih menjadi salah satu ancaman terbesar bagi pengguna internet.

Tren Penipuan Memanfaatkan Isu Populer dan Data Pribadi

Menurut Kaspersky, hampir setiap tren yang sedang populer kini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. 

Salah satu contohnya terjadi menjelang dan saat Piala Dunia FIFA 2026 berlangsung. Perhelatan sepakbola 4 tahunan ini diklaim menjadi salah satu penyebab lonjakan situs phishing yang berlomba-lomba menyamar sebagai situs resmi turnamen tersebut.

Gak cuma itu, pelaku siber juga memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap ajang tersebut untuk menjebak korban dengan mengiming-imingi berbagai merch yang berkaitan dengan kompetisi ini.

Modus penipuan juga semakin kompleks. Selain membuat halaman phishing atau toko online palsu, pelaku kini memanfaatkan data pribadi hasil kebocoran data, malware pencuri informasi (infostealer), hingga akun yang diretas sebelumnya.

Selanjutnya, penipu akan menggabungkan informasi ini untuk membuat pesan tertarget, meniru kontak tepercaya, atau membuat penipuan mereka lebih meyakinkan.

Melawan Scam AI dengan Perlindungan Berbasis AI

Untuk menghadapi lonjakan penipuan yang kini menggunakan AI, Kaspersky pun merilis Kaspersky Premium yang menghadirkan sejumlah lapisan perlindungan berbasis AI dan machine learning (ML). 

Teknologi ini mampu mengenali pola ancaman secara otomatis, mendeteksi aktivitas mencurigakan, hingga memberikan peringatan jika ditemukan indikasi kebocoran data pribadi.

Melalui pembaruan ini, Kaspersky berharap pengguna semakin mudah memahami fitur keamanan yang tersedia sekaligus memperoleh perlindungan lebih baik terhadap berbagai ancaman digital yang terus berkembang, terutama penipuan berbasis AI yang diperkirakan akan semakin marak di masa mendatang.

 

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa itu penipuan berbasis AI?

Penipuan berbasis AI adalah modus kejahatan siber yang memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan untuk membuat serangan phishing atau penipuan lainnya menjadi lebih meyakinkan dan sulit dideteksi, misalnya melalui pembuatan situs palsu yang realistis atau peniruan identitas yang canggih.

Di mana saja ancaman penipuan online bisa ditemukan?

Ancaman penipuan online dapat ditemukan hampir di semua aktivitas digital, meliputi email, aplikasi pesan instan, media sosial, toko online, dan berbagai aplikasi yang digunakan sehari-hari.

Bagaimana pelaku siber memanfaatkan tren populer?

Pelaku siber memanfaatkan tren populer, seperti Piala Dunia FIFA 2026, dengan membuat situs phishing yang menyamar sebagai situs resmi atau mengiming-imingi korban dengan merchandise palsu terkait acara tersebut.

Bagaimana modus penipuan online menjadi lebih kompleks?

Modus penipuan menjadi lebih kompleks dengan menggabungkan data pribadi hasil kebocoran data, malware pencuri informasi (infostealer), dan akun yang diretas sebelumnya untuk membuat pesan tertarget dan lebih meyakinkan.

Apa yang dilakukan Kaspersky untuk melawan penipuan berbasis AI?

Kaspersky menawarkan solusi seperti Kaspersky Premium yang menghadirkan lapisan perlindungan berbasis AI dan Machine Learning (ML). Teknologi ini secara otomatis mengenali pola ancaman, mendeteksi aktivitas mencurigakan, dan memberikan peringatan kebocoran data pribadi.