Pernah Mejeng di Indonesia, Moge Listrik WN7 Kapan Dijual?
Uzone.id - Honda pernah memajang motor besar alias moge bertenaga listrik yang kala itu diberi nama EV Fun Concept di Indonesia. Kini motor konsep itu sudah diluncurkan resmi di EICMA 2025 dengan nama WN7, kira-kira bakal dijual enggak ya di Indonesia?
Hadirnya Honda WN7 tentu menambah portofolio kendaraan elektrifikasi mereka, artinya bukan hanya yang bertenaga kecil saja, tetapi yang bertenaga besar juga ikut diperhatikan.
Namun sepertinya peluang Honda WN7 di Indonesia sangat kecil, meskipun versi prototipenya sudah pernah dipajang.
Namun Octavianus Dwi selaku Direktur Marketing PT Astra Honda Motor mengatakan, pihaknya membuka peluang menghadirkan WN7 di Indonesia. Hanya saja dari sudut pandang segmen dan potensi pasar masih terus dikaji.
“Kita juga mempertimbangkan tapi kan balik lagi ya segmen di Indonesia apakah udah tepat di situ atau belum, nanti kita akan ditunggu saja,” kata Octa yang ditemui di IIMS 2026, Jakarta belum lama ini.
Ditambah lagi, pasar motor listrik Indonesia sepertinya belum benar-benar terbentuk. Dalam artian, belum diketahui apakah ada peminat pada motor listrik besar seperti WN7.
Kalau dari kacamata teknis, Honda WN7 memang sebuah motor listrik yang punya kekuatan setara moge 600 cc dengan torsinya yang sebanding dengan motor 1.000 cc.
Bisa kita lihat dari teknologi yang digunakan seperti motor listrik berpendingin cairan dengan inverter terintegrasi. Tenaganya sendiri bisa mencapai 50 kW dengan torsi puncaknya yang menembus 100 Nm.
Honda WN7 juga ditawarkan dengan girboks baru dengan sistem belt-drive yang diklaim memiliki karakter berkendara yang halus dan senyap. Karakter ini cocok untuk penggunaan secara harian maupun kebutuhan jarak jauh.
Motor listrik Honda WN7 mendapatkan dayanya dari baterai lithium-ion yang ditanam dengan kapasitas mencapai 9,3 kWh. Dalam kondisi penuh, baterai ini mampu menempuh jarak sejauh 140 km dari pengujian WMTC.
Pengisiannya pun seperti mobil listrik, karena Honda WN7 dibekali dua jenis pengisian daya yakni CCS2 fast charging yang mampu mengisi daya dari 20-80 persen hanya dalam 30 menit.
Kemudian ada pengisian dengan Type 2 normal charging yang menggunakan daya 200V, sehingga mengisi penuh baterainya menjadi lebih lama bisa mencapai 2,4 jam.