Automotive

Perang AS-Israel Bikin Was-was, BBM Bakal Naik Setelah Lebaran?

Bagja Pratama
Perang AS-Israel Bikin Was-was,   BBM Bakal Naik Setelah Lebaran?

Uzone.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa konflik militer antara Amerika dan Iran berpotensi memicu lonjakan harga BBM di Indonesia. 

Kenaikan harga ini bersumber dari terganggunya pasokan minyak global akibat penutupan Selat Hormuz.




Penutupan jalur laut strategis tersebut berimplikasi langsung pada peningkatan harga minyak mentah global, yang pada akhirnya memengaruhi harga energi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

"Otomatis (BBM) akan naik. Ini terjadi seperti saat perang Ukraina," kata Airlangga, mengutip Antara.

Namun, Airlangga menambahkan bahwa tekanan harga dapat diminimalisir. Ia merujuk pada peningkatan suplai minyak dari AS serta komitmen Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk menambah kapasitas produksi. 

Kedua faktor ini diharapkan mampu menahan laju kenaikan harga di pasar global.

Langkah antisipasi pemerintah

Pemerintah telah mengambil langkah antisipatif terhadap potensi gangguan pasokan dari Timur Tengah. 

Airlangga mengonfirmasi adanya Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendapatkan suplai minyak dari wilayah non-Timur Tengah.

Langkah konkret dilakukan oleh PT Pertamina (Persero) yang menjalin kerja sama dengan sejumlah perusahaan energi asal AS. 

"Pemerintah sudah punya MoU untuk mendapatkan suplai dari non-Middle East. Misalnya, Pertamina sudah membuat MoU dengan Amerika, beberapa dengan Chevron, dengan Exxon, dan yang lain-lain," jelas Menko Airlangga.

Kalau kondisi panas di Timur Tengah berkepanjangan, bukan tidak mungkin setelah Lebaran harga BBM di Tanah Air akan mengalami kenaikan. 




Indikasi tersebut dikuatkan dengan pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, Bahlil Lahadalia, yang mengungkap kalau stok BBM nasional hanya cukup sampai 20 hari ke depan.

Ketegangan di Timur Tengah meningkat signifikan pada Sabtu (28/2), dimana AS bersama Israel melancarkan serangkaian serangan ke berbagai target di Iran, termasuk Ibu Kota Teheran, yang dilaporkan menimbulkan kerusakan bangunan serta korban sipil.

Iran pun meresponnya, salah satunya dengan melakukan penutupan Selat Hormuz oleh Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC).