Perang AS-Iran Lanjut ke Ruang Digital, Saling Serang Pertahanan Siber
Uzone.id — Konflik antara
Amerika Serikat-Israel melawan Iran terus bergejolak, bahkan kedua belah pihak
terus melancarkan serangan rudal ke masing-masing wilayah.
Tak hanya membuat bangunan hancur, peperangan ini juga
membuat pertahanan siber Amerika Serikat maupun Iran ikut sibuk. Bagaimana
tidak, masing-masing ‘ahli siber’ kedua negara saling unjuk taring untuk
menghancurkan ruang digital satu sama lain.
Kubu Amerika Serikat melalui US Cyber Command sudah melancarkan serangan siber lebih dulu pada sistem telekomunikasi Iran. Serangan ini dikombinasikan dengan serangan gabungan Operation Epic Fury yang menjadi awal mula konflik ini memanas.
“Operasi ruang angkasa dan siber yang terkoordinasi secara
efektif mengganggu jaringan komunikasi dan sensor di seluruh wilayah tanggung
jawab, sehingga musuh tidak mampu melihat, berkoordinasi, atau merespons secara
efektif,” kata Ketua Kepala Staf Gabungan Cyber Command, Dan Caine dikutip dari
The Record, Selasa, (03/03).
Setelah peperangan ini pecah, ahli-ahli siber Iran maupun
pendukungnya yang berasal dari beberapa negara turut melakukan pembalasan.
Salah satunya adalah grup siber bernama Islamic Cyber
Resistance Axis yang mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan siber di
AS-Israel, termasuk operasi terhadap sistem pertahanan udara perusahaan
pertahanan Israel Rafael dan layanan deteksi drone bernama VigilAir.
Kelompok tersebut juga dilaporkan sedang merekrut ahli siber
lainnya dalam "pertempuran epik besar" yang akan dilancarkan melawan
Israel dan Amerika Serikat.
Sementara itu, Handla Hack, kelompok penjahat siber yang punya hubungan dengan Kementerian Intelijen dan Keamanan Iran (MOIS), mengklaim bahwa mereka telah melakukan serangan ke Yordania dan mengancam negara-negara lain di kawasan tersebut.
Tak sampai disitu, CrowdStrike juga melaporkan bahwa ancaman
siber dari kelompok hacktivist dari pihak Iran sudah mulai bergerak, mereka
mulai mengintai dan melancarkan serangan distributed denial-of-service (DDoS)
terhadap pihak lawan.
Sementara itu, pihak AS maupun Israel juga ikut melancarkan
serangan digital mereka. Salah satu dampaknya adalah penyusupan pada aplikasi
populer milik Iran bernama BadeSaba Calendar.
Jutaan pengguna aplikasi tersebut menerima sebuah notifikasi
yang berbunyi “Bantuan sedang dalam perjalanan!” dan “Saatnya bertanggung
jawab,” menurut tangkapan layar yang beredar di media sosial.
Siaran satelit stasiun televisi Iran ‘IRIB’ juga ikut
diacak-acak oleh pihak Israel-AS, selama beberapa menit siaran TV tersebut
menampilkan pidato Donald Trump dan Benjamin Netanyahu yang ditujukan kepada
rakyat Iran dan juga rekaman serangan terhadap berbagai lokasi termasuk kantor
Ali Khamenei.