Telco

'Perang' 5G RI: Indosat Melaju, Telkomsel Konsisten, XLSmart Bangkit

Hani Nur Fajrina
'Perang' 5G  RI: Indosat Melaju, Telkomsel Konsisten, XLSmart Bangkit

Uzone.id – Peta persaingan jaringan 5G di Indonesia mulai menunjukkan arah yang lebih jelas sepanjang 2025. Setelah beberapa tahun berjalan di fase uji pasar dan ekspansi terbatas, kini “perang” infrastruktur antara operator besar (seharusnya) memasuki babak yang lebih serius.

Data terbaru menunjukkan, bukan lagi sekadar siapa yang paling cepat meluncurkan 5G, melainkan siapa yang paling siap membangun fondasi jangka panjang.

Di tengah dinamika itu, tiga nama utama terus saling menekan: Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat), Telkomsel, dan XLSmart. Masing-masing datang dengan strategi berbeda, mencerminkan cara pandang mereka terhadap masa depan industri telekomunikasi nasional.





Indosat bawa lonjakan infrastruktur

Jika bicara soal angka, Indosat saat ini berada di posisi terdepan. Sepanjang 2025, mengutip beberapa sumber, operator hasil merger ini berhasil mengoperasikan hampir 7.000 BTS 5G. Padahal, setahun sebelumnya, jumlah BTS 5G mereka masih di kisaran ratusan.

Lebih rincinya, jumlah BTS 5G Indosat ada di angka 6.872 menara.

Strategi tersebut juga diimbangi dengan penguatan jaringan 4G. Penambahan puluhan ribu BTS 4G membuat fondasi jaringan mereka tetap solid, sekaligus menjaga kualitas layanan bagi pelanggan yang belum bermigrasi ke 5G.

Indosat kini diyakini sedang membangun narasi baru: dari pemain penantang menjadi kandidat pemimpin jaringan generasi berikutnya.





Telkomsel kian tunjukan konsistensi

Di sisi lain, Telkomsel memilih jalur yang lebih terukur. Jumlah BTS 5G mereka memang meningkat signifikan dalam dua tahun terakhir, menembus 5.300 unit pada akhir 2025. Namun, pendekatannya tidak seagresif Indosat.

Angka itu juga sebetulnya menunjukkan kenaikan signfikan dari 975 unit saja, namun dari apa yang dilaporkan beberapa sumber, Telkomsel secara keseluruhan lebih fokus pada pembangunan berbasis titik ke pola continuous coverage, alias menjaga kestabilan jaringan di wilayah.





Kampanye yang selama ini digalakkan Telkomsel, yakni Hyper 5G, pihak perusahaan kerap mengatakan konsistensi yang dilakukan saat ini adalah kualitas pengalaman pengguna.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, pernah menegaskan bahwa ekspansi 5G harus disesuaikan dengan realitas pasar, terutama keterbatasan spektrum dan tingkat kepemilikan perangkat 5G di masyarakat.

XLSmart mulai fokus ke pemerataan 5G

Sementara itu, XLSmart juga fokus pada pembangunan “kantong-kantong” 5G yang solid di wilayah tertentu.

Dari laporan keuangan Q4 2025 yang dibagikan perusahaan, tercatat ada 4.864 menara BTS 5G sepanjang 2025.

Melalui layanan XL Ultra 5G+, perusahaan ini menargetkan pengalaman jaringan yang merata di area terlayani. Hingga kini, puluhan kota sudah masuk dalam cakupan, dengan target ekspansi lebih luas dalam waktu dekat.



“Saat ini kami sudah menggelar 5G blanket coverage di 33 kota Indonesia. 18 persen ada di area Jawa Barat. Di Bali ada tiga kota yang sudah 5G,” tutur Group Head Network Operation XLSmart Agus Rohma kepada media beberapa waktu lalu.

Rencananya, XLSmart akan terus melanjutkan pemerataan jaringan 5G ke 88 kota lain di Indonesia.

Seperti strategi Telkomsel, XLSmart juga mau memasatikan bahwa 5G benar-benar terasa manfaatnya, stabil, cepat, dan minim gangguan di kota-kota tertentu yang akan menjadi target selanjutnya.