Penjualan Motor Ngegas Lagi, Dua Bulan Hampir Tembus 1,2 Juta Unit!
Uzone.id - Industri sepeda motor di Indonesia menunjukkan akselerasi yang positif di awal tahun 2026. Data terkini dari Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) mengindikasikan bahwa volume distribusi domestik berhasil mencatatkan tren kenaikan selama dua bulan pertama.
Tercatat, penjualan motor secawa wholesales pada periode Januari hingga Februari 2026 hampir menembus 1,2 juta unit atau tepatnya 1.165.117 unit.
Jumlah ini merefleksikan peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025, yang kala itu tercatat sebanyak 1.141.578 unit. Dengan demikian, pasar motor nasional membukukan pertumbuhan (year-on-year) (YoY) sekitar 2,06%.
Apabila dianalisis lebih detail, bulan Januari 2026 merupakan pendorong utama pertumbuhan tersebut. Pada bulan pertama, jumlah motor yang didistribusikan ke jaringan dealer mencapai 577.763 unit.
Angka ini naik secara signifikan sebesar 3,12% dibandingkan bulan Januari 2025, yang mencatat 560.301 unit.
Sementara itu, memasuki Februari 2026, grafik penjualan tetap menunjukkan peningkatan namun dengan laju yang sedikit melambat.
Penjualan pada bulan tersebut tercatat di angka 587.354 unit. Meskipun volume penjualannya lebih tinggi dari Januari, kenaikan YoY dibandingkan Februari 2025 yang sebanyak 581.277 unit hanya mencapai 1,05%.
Meskipun demikian, kinerja Februari 2026 masih lebih unggul dari bulan sebelumnya, Januari 2026, dengan peningkatan month-on-month (MoM) sebesar 1,66%.
AISI belum merilis perincian data yang lebih spesifik mengenai segmen sepeda motor yang paling diminati. Berdasarkan rilis yang dikeluarkan pada tahun lalu, segmen skuter matik (skutik) masih mendominasi permintaan motor baru di pasar domestik dengan kontribusi mencapai 91,7%.
Adapun sisanya, motor jenis underbone berkontribusi 4,46%, tipe sport sebesar 3,51%, dan kontribusi dari sepeda motor listrik masih berada di bawah 1%.
AISI tetap optimistis bahwa pasar motor domestik memiliki potensi untuk terus berkembang, meskipun harus berhadapan dengan beragam tantangan ekonomi yang dihadapi oleh negara.
Sebelumnya, Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial AISI, menyampaikan bahwa dampak berantai dari kondisi geopolitik global berpotensi mempengaruhi perekonomian dan pasar motor domestik.
Selain faktor pertumbuhan ekonomi, stabilitas daya beli masyarakat tahun ini juga akan dipengaruhi oleh harga komoditas dan kondisi cuaca.
Dukungan yang solid dari lembaga pembiayaan juga dianggap krusial untuk mendorong realisasi penjualan di pasar sepeda motor domestik.
"Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini, kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit," katanya.