Automotive

Penjualan Mobil Turun, Kenapa Motor Masih Stabil?

Brian Priambudi
Penjualan Mobil Turun, Kenapa Motor Masih Stabil?

Uzone.id - Di saat penjualan mobil sedang lesu-lesunya di tahun 2025 ini, penjualan motor bisa lebih stabil bahkan cenderung meningkat meskipun hanya sedikit. Kira-kira apa yang menjadi penyebab dari fenomena ini?

Rifki Maulana selaku Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing memiliki asumsi hal ini terjadi dikarenakan ekonomi negara yang sedang bergejolak.

Sehingga masyarakat mengubah pilihannya yang semula ingin membeli mobil, tetapi justru membeli motor yang lebih ramah di kantong.

"Bisa jadi, ini baru asumsi ya. Kita kan mendorong premium kategori. Bisa jadi dengan kondisi roda empat turun, mereka beralih ke roda dua," ujar Rifki saat ditemui di Senayan, Jakarta.




"Tapi berapa persen dan bagaimana karakter konsumennya, saya belum tahu. Jadi kondisinya seperti itu. Mungkin mencari alternatif lain (yang lebih murah) lebih tepatnya," lanjut Rifki.

Jika melihat data dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) periode Januari-November 2025 tercatat penjualan telah mencapai 5,95 juta unit. Jumlah ini sedikit lebih tinggi 0,35 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu pada periode yang sama.





Dengan penjualan motor rata-rata 500 ribu unit per bulan, besar kemungkinan hingga akhir tahun penjualan motor bisa mencapai 6,5 juta unit.

Jika benar tercapai, angka ini bukan hanya sekedar mencapai target yang telah ditetapkan AISI yakni 6,4 juta unit, tetapi juga menjadi yang tertinggi sejak pandemi lima tahun lalu.




Di sisi lain, penjualan mobil Indonesia justru sedang lesu-lesunya. Benar-benar berbanding terbalik, karena saat ini industri mobil sedang mencapai level penjualan terendah sejak pandemi.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Indonesia pada Januari-November baru mencapai 710 ribu unit.

Angka ini bahkan turun 9,5 persen lebih kecil dibandingkan periode yang sama di tahun 2024 kemarin. Padahal di tahun 2024 sendiri, penjualan mobil sudah mengalami penurunan dari tahun 2023.

Menurut proyeksi, penjualan mobil di Indonesia pada tahun 2025 ini hanya mencapai 780 ribu unit. Padahal di tahun sebelumnya, angkanya hanya mencapai 865 ribu unit dan di 2023 pernah berada di level 1 juta unit.