Pengguna Harley Berulah, Lepas Tangan dan Tabrak Bocah hingga Tewas
Uzone.id - Pengendara motor besar alias moge Harley-Davidson kembali berulah. Pasalnya pengendara moge tersebut sempat lepas tangan dari setang yang kemudian menabrak seorang bocah berinisial J hingga tewas.
Kejadian ini berlangsung di Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Kecelakaan terjadi di Lingkungan Sendana Buntu Pare, Kelurahan Nanggala Sangpiak Salu, Kecamatan Nangggala.
Saat itu pengendara Harley-Davidson dengan inisial RR berkendara bersama rombongan. Kecelakaan terjadi saat korban berinisial J berumur 10 tahun sedang berdiri di pinggir jalan.
Niatnya untuk menyaksikan iring-iringan moge yang melintas di sekitar lokasi. Warga pun melihat pengemudi Harley-Davidson sempat freestyle dengan posisi tangan lepas dari setang kemudi.
"Meurut keterangan warga setempat, (moge) sedang dalam kecepatan tinggi kemudian lepas dari setir," ujar Kasat Lantas Polres Toraja Utara Iptu Muhammad Nasrum Sujana dalam keterangan resminya," Jumat (1/5).
Polisi yang mendatangi lokasi kejadian langsung mengamankan pengendara moge beserta barang bukti motor yang dikendarainya.
Belakangan telah diketahui, kalau pelaku RR sudah ditetapkan sebagai tersangka.
"Pengemudi motor Harley-Davidson berinisial RR (42) telah kami tetapkan sebagai tersangka," ujar Kapolres Toraja Utara AKBP Stephanus Luckyto kepada media dikutip oleh Uzone.id.
Saat ini tersangka RR telah ditahan di ruang tahanan Polres Toraja Utara dan dijerat dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun.
"RR dijerat dengan Pasal 310 ayat (4) UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman penjara paling lama 6 tahun, ujar Kasat Lantas.
Polres Toraja Utara mengaku pihak kepolisian berkomitmen untuk mengedepankan prinsip profesionalisme serta transparansi dalam memproses seluruh tahapan hukum untuk menjamin keadilan semua pihak.
Sementara tersangka RR, belakangan ini diketahui merupakan anggota dari komunitas Harley-Davidson yakni Hogers Indonesia.
Pihak komunitas pun menyampaikan rasa duka cita yang mendalam serta penyesalan atas musibah yang mengakibatkan hilangnya nyawa J.
"Mewakili seluruh jajaran pengurus dan anggota Hogers Indonesia, dengan kerendahan hati yang paling dalam, kami menyampaikan rasa duka cita dan penyesalan yang teramat dalam atas musibah kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan berpulangnya ananda J ," kata Yudi Djadja Director Hogers Indonesia dalam pernyataan resminya.
Pihak komunitas juga menyerahkan seluruh proses hukum kepada pihak yang berwenang sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
Hogers Indonesia juga menyatakan permohonan maaf yang tulus dan kesiapan memenuhi tanggung jawab moral ataupun adat terhadap masyarakat Toraja.
"Kami sangat menyadari bahwa peristiwa ini membawa duka mendalam bagi masyarakat Toraja yang memiliki nilai-nilai budaya dan kekerabatan yang luhur. Oleh karena itu, kami berkomitmen penuh untuk terus menjalin komunikasi kekeluargaan dengan tulus, serta menghormati dan tunduk pada setiap tahapan penyelesaian berdasarkan kearifan adat istiadat setempat yang berlaku bagi keluarga besar korban," lanjut pernyataan tersebut.