Pengendara Jakarta Makin Banyak yang Kena Tilang ETLE Selama 2025
Uzone.id - Semakin banyaknya Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) ternyata tak membuat pengendara di Jakarta jera. Nyatanya, di tahun 2025 ini semakin banyak pengendara yang tertangkap kamera tilang elektronik dibandingkan sebelumnya.
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengungkapkan penindakan tilang ETLE statis dan mobile mengalami peningkatan yang signifikan sepanjang tahun 2025 kemarin.
Dilaporkan, tilang ETLE statis mengalami pertumbuhan sebesar 44 persen, sedangkan ETLE mobile mencapai 61 persen.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menjelaskan sepanjang tahun 2025 terdapat 227.626 kasus penilangan yang ditangkap oleh ETLE.
Angka ini meningkat cukup drastis jika dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 157.970 pelanggaran.
“Sementara pelanggaran ETLE Mobile pada 2025 tercatat 27.317 kasus, lebih tinggi ketimbang 2024 yang hanya 16.951 kejadian,” ungkapnya saat memaparkan data lalu lintas dalam Rilis Akhir Tahun 2025 Polda Metro Jaya.
Meningkatnya pelanggaran yang direkam oleh ETLE, berbanding terbalik dengan tilang manual yang menurun drastis. Sepanjang 2025 hanya ada 72.375 kasus tilang manual dari 189.022 dari tahun sebelumnya.
Koreksi tilang manual di 2025 memang menjadi yang paling sedikit, bahkan koreksinya sangat besar mencapai 62 persen.
Komarudin menjelaskan penyebab tilang ETLE semakin banyak menangkap pelanggaran di tahun 2025, salah satu alasannya adalah durasi operasional yang lebih panjang.
"Selain itu, penegakan hukum ETLE membuat siapa pun pengguna jalan, baik kendaraan dinas TNI, Polri, maupun pemda, bila melakukan pelanggaran akan otomatis terekam," sebut Komarudin.
Jika melihat datanya secara lebih detail, tercatat dari jumlah pelanggaran yang tertangkap ETLE 2025, pelakunya mencapai 186.855 unit kendaraan.
Angka ini juga meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 181.621 unit, alias bertumbuh sekitar 3 persen.
Dari jumlah tersebut, mobil penumpang tercatat melakukan pelanggaran paling banyak yakni mencapai 102.113 unit. Menariknya angka ini menurun dari tahun sebelumnya yakni sebesar 143.544 unit.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho mengatakan dengan hasil tersebut sistem ETLE dinilai efektif meningkatkan kepatuhan masyarakat.
"ETLE setelah kami revitalisasi, kami kedepankan 95 persen penegakan hukum dengan ETLE. Ternyata tingkat kepatuhan masyarakat cukup tinggi," ujarnya.
Agus berpendapat masyarakat punya pandangan negatif terhadap polisi lalu lintas jika kendaraannya dihentikan. Namun dengan ETLE, pelanggar siap mengakui kesalahan dan membayar dendanya.
Seperti diberitakan Uzone.id sebelumnya, ETLE di Indonesia saat ini baru mencapai 1.200 unit saja. Korlantas Polri berencana menambah jumlah tersebut mencapai 5.000 kamera yang akan disebar di seluruh Indonesia pada tahun ini.